Ingin Fokus Belajar, Bocah 12 Tahun Masukkan Jarum Akupuntur ke Kemaluannya

Vania Rossa | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Senin, 05 Agustus 2019 | 19:30 WIB
Ingin Fokus Belajar, Bocah 12 Tahun Masukkan Jarum Akupuntur ke Kemaluannya
Ilustrasi jarum akupuntur. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Pengobatan akupuntur memang efektif meringankan rasa sakit, termasuk menghilangkan lelah dan dapat kembali fokus.

Namun perilaku seorang anak laki-laki berumur 12 tahun di China yang memasukkan jarum sepanjang 10 centimeter ke kemaluannya, tidak harus ditiru.

Menurut berita, langkah itu diambil untuk membuatnya tetap fokus belajar.

Anak yang tidak diketahui namanya ini berasal dari Shanxi, Xi'an, China, dan nampak ingin sangat terjaga saat mengerjakan PR, sehingga ia putuskan mengambil jarum sang nenek dan menekan kemaluannya agar urine keluar dari tubuhnya.

Tidak jelas mengapa hal itu membuatnya tetap fokus, tapi itulah yang dikatakannya kepada sang ibunda.

Hingga akhirnya, anak itu sadar mendorongnya terlalu dalam membuat jarum tersebut tidak dapat diambil kembali, dan membuatnya tidak bisa berjalan dengan normal.

Sang ibunda mengatakan, pada awalnya ia melihat sesuatu yang salah pada 25 Juli lalu, saat anaknya itu menolak olahraga rutin yang biasa dilakukan usai makan siang.

Ibunya lalu mengajak anak tersebut keluar dengannya untuk mengimbangi olahraga yang sempat terlewat, kemudian dia menyadari anaknya berjalan lebih lambat dan tidak seperti biasanya.

Pada awalnya, ia menyangka sang anak hanya berulah dan bercanda, hingga pada malam harinya ia mengaku telah memasukkan jarum pada kemaluannya untuk membuatnya tetap terjaga saat mengerjakan PR.

"Saya sering merasa mengantuk ketika mengerjakan pekerjaan rumah. Aku hanya ingin menyegarkan diri, jadi aku memasukkan jarum ke dalam uretra." ujar sang anak kepada ibunya mengutip Oddity Central, Senin (5/8/2019)

Setelah mendengar pengakuan anaknya, ibu tersebut langsung mengajaknya ke rumah sakit setempat, hingga akhirnya ahli bedah Wang Shengxing menemukan jarum akupuntur di alat kemaluan dekat dengan kandung kemih.

Cukup menakutkan, karena hal itu dapat memicu infeksi, menembus uretra atau pembuluh darah lainnya. Beruntung setelah dioperasi, jarum tersebut tidak menimbulkan kerusakan apapun. Duh, jangan ditiru ya!

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Sekadar Estetika, Piercing Ternyata Bermanfaat bagi Kesehatan

Tak Sekadar Estetika, Piercing Ternyata Bermanfaat bagi Kesehatan

Lifestyle | Sabtu, 30 Maret 2019 | 07:05 WIB

Biar Kelihatan Mungil, Model Ini Rela Wajahnya Ditusuk Ratusan Jarum

Biar Kelihatan Mungil, Model Ini Rela Wajahnya Ditusuk Ratusan Jarum

Lifestyle | Minggu, 17 Maret 2019 | 13:39 WIB

Lelaki Ini Sembuhkan Penyakit Lewat Metode Sengatan Lebah

Lelaki Ini Sembuhkan Penyakit Lewat Metode Sengatan Lebah

Health | Jum'at, 16 November 2018 | 09:00 WIB

Terkini

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB