Heboh Penyakit Demam Keong, Pemda Poso Dirikan 2 Laboraturium Khusus

Ade Indra Kusuma | Suara.com

Kamis, 08 Agustus 2019 | 11:50 WIB
Heboh Penyakit Demam Keong, Pemda Poso Dirikan 2 Laboraturium Khusus
Heboh Penyakit Demam Keong, Pemda Poso Dirikan 2 Laboraturium Khusus [foto by VOAIndonesia]

Suara.com - Heboh Penyakit Demam Keong, Pemda Poso Dirikan 2 Laboraturium Khusus

Pemerintah Kabupaten Poso di Sulawesi Tengah mendirikan dua laboraturium khusus Schistosomiasis di Kecamatan Lore Barat dan Lore Utara, sebagai upaya memberantas habis penyakit "demam keong".

Di Indonesia, penyakit ini hanya ditemukan di dataran tingga Napu dan Bada, Kabupaten Poso, serta dataran tinggi Lindu, di Kabupaten Sigi, provinsi Sulawesi Tengah.

Pemerintah Kabupaten Poso Provinsi Sulawesi Tengah membangun dua laboratorium schistosomiasis di dua kecamatan di Poso yang akan memudahkan masyarakat di 23 desa melakukan deteksi dini infeksi cacing schistosoma japonicum.

Poso gendar berantas schistosomiasis [VOAIndonesia]
Bupati Poso Darmin Agustinus Sigilipu, yang tengah gencar berantas penyakit Schistosomiasis [VOAIndonesia]

"Pendirian dua laboratorim itu untuk mendukung pemda mencapai target eradikasi penyakit yang dikenal dengan sebutan "demam keong" pada 2025," seru Bupati Poso Darmin Agustinus Sigilipu seperti mengutip VOAIndonesia usai peresmian dua laboratorium itu di Kecamatan Lore Barat, Selasa, 6 Agustus 2019.

Masyarakat bisa memeriksakan tinjanya setiap enam bulan sekali di kedua fasilitas tersebut. Bila hasil tes positif terjangkit, warga bisa segera mendapatkan pengobatan.

“Di Indonesia penyakit Schistosomiasis ini dikatakan penyakit yang terabaikan. Kami berjuang sehingga didirikanlah dua lab Schisto, baik yang ada di sini, di Lore Barat maupun di Lore Utara. Mudah-mudahan dengan dua lokasi ini bisa meng-cover penyakit yang berada di sekitaran lembah Bada dan Napu,” lanjut Darmin.

Seseorang bisa terinfeksi schistosomiasis bila stadium larva (serkaria), yang berasal dari keong oncomelania hupensis lindoensis, menembus kulit ketika berada di area fokus keong. Gejala stadium awal ditandai dengan gatal-gatal karena serkaria menembus kulit.

Pada stadium akut, yang dimulai sejak cacing betina bertelur, gejala yang timbul adalah demam, diare, berat badan menurun, dan disentri. Pembesaran hati dan limfa dapat terjadi lebih dini pada stadium akut tersebut.

Bila penyakit sudah menahun, bisa menimbulkan kerusakan hati atau sirosis hati dan limfa yang menyebabkan penderita menjadi lemah. Bila tidak diobati bisa menyebabkan kematian.

Di Indonesia, schistosomiasis hanya ditemukan di dataran tinggi Napu dan Bada di Kabupaten Poso serta di dataran tinggi Lindu Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah.

Taufan Karwur, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Poso menjelaskan kondisi alam di tempat itu memungkinkan keberlangsungan hidup keong oncomelania hupensis lindoensis, yang berukuran antara sebulir padi hingga biji jagung itu, sebagai inang dari larva cacing schistosoma. Sehingga, penyakit schistosomiasis hanya ditemukan wilayah itu.

"Ada karakteristik alam yang mendukung, sehingga keong perantara cuma ada di sana, di Napu dan Sigi,” papar Taufan Karwur. Karakteristik alam itu antara lain, temperatur, suhu, vegetasi, ph (derajat keasaman) tanah dan air," tambah Taufan.

“Dia (schistosomiasis) kategorinya adalah penyakit purbakala yang sudah ditemukan seribu tahun sebelum masehi. Itu sudah ditemukan di salah satu mumi,” tutur Bupati Poso Darmin.

Taufan mengakui banyaknya jumlah sebaran fokus keong Oncomelania hupensis lindoensis yang mencapai 269 lokasi di 23 desa di lima kecamatan, menjadi tantangan upaya pemberantasan demam keong. Selain di kabupaten Poso, juga terdapat 14 area fokus keong di lima desa di dataran tinggi Lindu, Kabupaten Sigi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Seperti Agung Hercules, Wanita Ini Divonis Glioblastoma Setelah Pertunangan

Seperti Agung Hercules, Wanita Ini Divonis Glioblastoma Setelah Pertunangan

Health | Kamis, 01 Agustus 2019 | 19:29 WIB

Wanita 20 Tahun Ini Terlihat seperti Nenek-Nenek, Mengapa Demikian?

Wanita 20 Tahun Ini Terlihat seperti Nenek-Nenek, Mengapa Demikian?

Lifestyle | Rabu, 31 Juli 2019 | 20:15 WIB

Derita Penyakit Langka, Kepala Wanita ini Hampir Lepas dan Terancam Lumpuh

Derita Penyakit Langka, Kepala Wanita ini Hampir Lepas dan Terancam Lumpuh

Health | Jum'at, 05 Juli 2019 | 13:30 WIB

Terkini

Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya

Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:06 WIB

BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut

BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut

Health | Senin, 11 Mei 2026 | 12:19 WIB

15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak

15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak

Health | Senin, 11 Mei 2026 | 10:06 WIB

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Health | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:31 WIB

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB