Penelitian Sebut Ibu dengan HIV/AIDS Bisa Menyusui, Asalkan ...

Ririn Indriani, Dini Afrianti Efendi

Sabtu, 10 Agustus 2019 | 11:46 WIB
Penelitian Sebut Ibu dengan HIV/AIDS Bisa Menyusui, Asalkan ...
Ilustrasi: Penelitian terbaru WHO menyebut ibu HIV/AIDS bisa menyusui bayinya, tapi ada syaratnya. (Shutterstock)

Suara.com - Banyak yang takut jika ibu HIV/AIDS dapat menularkan anaknya virus yang sama saat proses menyusui.

Namun sebuah jurnal penelitian terbaru WHO menyebutkan ternyata ibu HIV/AIDS masih miliki kesempatan memberikan ASI dengan syarat harus menyusui secara langsung selama dua tahun terus menerus.

"Penelitian terbaru dari WHO ada jurnal yang mengatakan bahwa ibu boleh menyusui, tapi dengan syarat harus permanen menyusui, jadi harus terus-terusan," ujar Konselor ASI dr.Ameetha Drupadi dalam acara diskusi KemenPPPA, Gambir, Jakarta Pusat, (9/8/2019)

Ia juga mengatakan bahwa ibu harus memastikan bisa menyusui tanpa media dot atau pumping selama dua tahun berturut-turut tanpa henti sampai ASI-nya habis.

Ilustrasi: Perempuan dan HIV/AIDS. (Shutterstock)
Ilustrasi: Perempuan dan HIV/AIDS. (Shutterstock)

Pencegahan HIV/AIDS masuk pada anak, kata dr Ameetha, dapat tertahan saat mengisap ASI secara langsung, karena saat itu ada antigen yang dikonsumsi anak.

"Karena antigennya masuk terus, akan lebih kebal sampai dua tahun," ungkapnya

Namun sayangnya, tidak banyak dokter yang mau mengambil risiko, karena menurut dr Ameetha, para dokter paham betul menyusui secara langsung dan tidak pernah terlewat sangatlah sulit.

Khususnya di Indonesia, banyak dokter memilih tidak menyarankan ibu HIV/AIDS memberikan ASI-nya dan lebih menyarankan susu formula sejak awal hingga akhir.

"Biasanya beberapa dokter meragukan hal itu. Cuma kita tidak boleh juga mengatakan, 'oh nggak bisa, nggak boleh menyusui', tetap ada harapan. Cuma kenyataannya memang lebih menyarankan tidak menyusui permanen, karena untuk menjamin ibu tetap menyusui 2 tahun itu kan sulit," jelasnya.

Belum lagi, kata dr Ameetha, penelitian belum banyak dilakukan di berbagai negera yang mau mengambil risiko, termasuk di Indonesia dimana SOP mengarahkan ibu HIV/AIDS tidak disarankan untuk menyusui, atau bahkan dicoba-coba sekalipun.

"Sebenernya jurnal itu baru dan belum lama dan belum banyak (dilakukan), dan memang dokter juga masih mempelajari lebih lanjut, tetapi pengalaman kita di rumah sakit memang belum menjadikan ibu ini ekslusif sih belum," tutupnya

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nila Moeloek Siap Tegur Kantor yang Tak Punya Ruangan untuk Ibu Menyusui

Nila Moeloek Siap Tegur Kantor yang Tak Punya Ruangan untuk Ibu Menyusui

Health | Rabu, 07 Agustus 2019 | 13:26 WIB

Pekan ASI Sedunia, 8 Seleb Hollywood Ini Berbagi Kisah saat Menyusui

Pekan ASI Sedunia, 8 Seleb Hollywood Ini Berbagi Kisah saat Menyusui

Health | Kamis, 01 Agustus 2019 | 13:05 WIB

Pekan ASI Sedunia, Ini Ragam Manfaat Dukungan Ayah untuk Ibu Menyusui

Pekan ASI Sedunia, Ini Ragam Manfaat Dukungan Ayah untuk Ibu Menyusui

Health | Kamis, 01 Agustus 2019 | 08:15 WIB

Terkini

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:00 WIB