Cegah Kematian Anak, Ini Tiga Langkah Penanganan Penyakit Pneumonia

M. Reza Sulaiman, Vessy Dwirika Frizona

Senin, 19 Agustus 2019 | 07:05 WIB
Cegah Kematian Anak, Ini Tiga Langkah Penanganan Penyakit Pneumonia
Cegah anak meninggal karena pneumonia. (Suara.com/Vessy Frizona)

Suara.com - Cegah Kematian Anak, Ini Tiga Langkah Penanganan Penyakit Pneumonia

Pneumonia sangat erat kaitannya dengan kemiskinan dan kesenjangan. Di negara-negara maju, pneumonia menyebabkan anak-anak masuk rumah sakit, tetapi kasus yang fatal jarang.

Sebaliknya di negara-negara miskin, pneumonia meningkatkan risiko kematian pada usia anak-anak. Alasannya adalah karena anak-anak yang miskin lebih jarang mendapatkan vaksinasi, memiliki gizi yang lebih buruk, dan tinggal di lingkungan beresiko.

dr. Erna Mulati MSc. CMFM, Direktur Kesehatan Keluarga, Direktorat Jenderal Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan RI mengatakan, penanganan pneumonia membutuhkan perbaikan sistem kesehatan yang menyeluruh, termasuk memperbaiki akses terhadap layanan kesehatan yang memadai.

"Secara anggaran, mengobati pneumonia membutuhkan biaya yang sangat besar. Dengan perhitungan rata-rata 1,26 juta kasus pneumonia balita setiap tahun dari 2011 hingga 2016, biaya yang keluar untuk pengobatan mencapai Rp 91 miliar setiap tahunnya. Jika pneumonia bisa dicegah, biaya sebesar ini tentunya bisa dialokasikan untuk kegiatan atau program lain yang lebih efektif untuk mendukung pembangunan Indonesia," ujar dr Erna dalam acara Peluncuran Kampanye STOP Pneumonia Pada Anak, Minggu (18/8/2019) di kawasan Kota Tua, Jakarta.

Untuk pengendalian pneumonia, dokter Erna menyatakan telah yang tertuang dalam Global Action Plan for Pneumonia and Diarrhea (GAPPD) terdiri dari perlindungan, pencegahan dan pengobatan.

"Perlindungan, melindungi anak dengan menerapkan praktek kesehatan yang baik sejak lahir melalui pemberian, air susu ibu (ASI) eksklusif selama enam bulan pertama kehidupann nutrisi yang mencukupi, dan suplemen vitamin A," jelasnya.

Sementara untuk pencegahan, yakni mencegah anak-anak menjadi sakit pneumonia dan diare dengan, pemberian imunisasi pneumococcal conjugate vaccines (PCVs) disertai imunisasi pertussis, campak, HiB dan rotavirus, memastikan ketersediaan air minum dan sanitasi yang baik, membiasakan mencuci tangan dengan sabun, mengurangi polusi udara rumah tangga dan luar rumah, mencegah infeksi dari HIV.

"Pengobatan, mengobati anak-anak yang menderita pneumonia dan diare dengan pengobatan yang tepat. Hal ini didukung dengan membantu kelancaran pencarian pengobatan dan sistem rujukan antar fasilitas kesehatan, memperbaiki pengelolaan kasus pada tingkat fasilitas kesehatan dan komunitas, memastikan ketersediaan oralit, zinc, antibiotik dan oksigen, melanjutkan pemberian makanan dan ASI, membuka akses kepada fasilitas kesehatan dan asuransi kesehatan yang memadai," terangnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cegah Anak Terinfeksi Pneumonia, Ini Tips dari Bayu Oktara

Cegah Anak Terinfeksi Pneumonia, Ini Tips dari Bayu Oktara

Health | Minggu, 18 Agustus 2019 | 17:59 WIB

Studi : Pneumonia Lebih Banyak Disebabkan Virus, Pakar : Vaksin Solusinya

Studi : Pneumonia Lebih Banyak Disebabkan Virus, Pakar : Vaksin Solusinya

Health | Rabu, 10 Juli 2019 | 15:30 WIB

Begini Pengobatan Pneumonia, Penyebab Kematian Terbesar pada Balita

Begini Pengobatan Pneumonia, Penyebab Kematian Terbesar pada Balita

Health | Selasa, 09 Juli 2019 | 13:35 WIB

Terkini

Masalah Struktural Tidak Bisa Diselesaikan dengan Nasihat Individual

Masalah Struktural Tidak Bisa Diselesaikan dengan Nasihat Individual

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:50 WIB

Intip Harga Innova Reborn Diesel Bekas: MPV 7-Seater Favorit Kini Setara Brio Baru

Intip Harga Innova Reborn Diesel Bekas: MPV 7-Seater Favorit Kini Setara Brio Baru

Otomotif | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:49 WIB

Gaji Stagnan Harga Barang Naik, Masihkah Orek Tempe Worth It Jadi Penyelamat?

Gaji Stagnan Harga Barang Naik, Masihkah Orek Tempe Worth It Jadi Penyelamat?

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:45 WIB

5 Sabun Cuci Muka Wardah NMF yang Cocok untuk Kulit Wajah Wanita Usia 50 Tahun ke Atas

5 Sabun Cuci Muka Wardah NMF yang Cocok untuk Kulit Wajah Wanita Usia 50 Tahun ke Atas

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:45 WIB

Aksi Sumpah Pemuda Berbuntut Panjang, Raffi Ahmad Diserang Gelombang Cancel Culture

Aksi Sumpah Pemuda Berbuntut Panjang, Raffi Ahmad Diserang Gelombang Cancel Culture

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:45 WIB

Pertahanan Sassuolo Keropos, Alberto Aquilani Frustasi Ditinggal Jay Idzes

Pertahanan Sassuolo Keropos, Alberto Aquilani Frustasi Ditinggal Jay Idzes

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:31 WIB

5 Exfoliating Toner Lokal yang Affordable dan Ramah untuk Kulit Sensitif

5 Exfoliating Toner Lokal yang Affordable dan Ramah untuk Kulit Sensitif

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:30 WIB

Tampang AKBP Wisnu Perdana Putra Kapolres Kapuas Hulu yang Ngaku Khilaf Tampar Warga

Tampang AKBP Wisnu Perdana Putra Kapolres Kapuas Hulu yang Ngaku Khilaf Tampar Warga

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:26 WIB

Ramai Dilirik Imbas Isu Pajak Pembalut, Ketahui Efek Samping Menstrual Cup Menurut Medis

Ramai Dilirik Imbas Isu Pajak Pembalut, Ketahui Efek Samping Menstrual Cup Menurut Medis

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:24 WIB

Seberapa Murah Harga Fortuner Lawas? Kini Setara Suzuki S-Presso di Pasar Mobil Bekas

Seberapa Murah Harga Fortuner Lawas? Kini Setara Suzuki S-Presso di Pasar Mobil Bekas

Otomotif | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:21 WIB

×