Begini Pengobatan Pneumonia, Penyebab Kematian Terbesar pada Balita

Selasa, 09 Juli 2019 | 13:35 WIB
Begini Pengobatan Pneumonia, Penyebab Kematian Terbesar pada Balita
Ilustrasi anak batuk, kesehatan anak. (Shutterstock)

Suara.com - Pneumonia, infeksi pernapasan akut yang menyerang paru-paru, menjadi penyebab kematian tunggal terbesar pada anak-anak di bawah lima tahun di seluruh dunia.

Berdasarkan laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), setiap tahunnya pneumonia membunuh sekitar 1,4 juta balita, yang mana merupakan 18% dari semua total kematian balita di seluruh dunia.

Penyakit pernapasan ini memang tersebar, tetapi lebih umum menyerang anak-anak dan keluarga di Asia Selatan dan Afrika sub-Sahara.

Gejala pneumonia pada anak-anak tergantung pada usia mereka dan apa penyebab dari infeksi pernapasan ini sendiri. Tetapi ada gejala umum yang muncul, seperti:

- Bernapas lebih cepat
- Bernapas dengan suara mendengus atau mengi
- Bekerja keras untuk bernapas. Ini bisa termasuk pembakaran lubang hidung, pernapasan perut, atau pergerakan otot-otot di antara tulang rusuk
- Demam, batuk, hidung tersumbat, muntah, sakit dada, sakit perut karena kesulitan bernapas
- Kehilangan napsu makan
- Dalam kasus ekstrem, warna kebiruan atau abu-abu pada bibir dan kuku

Ilustrasi anak batuk, pilek dan demam. (Shutterstock)
Ilustrasi anak batuk, pilek dan demam. (Shutterstock)

Melansir Kids Health, dalam kebanyakan kasus, pneumonia disebabkan oleh virus yang tidak memerlukan antibiotik.

Tetapi untuk pneumonia yang disebabkan oleh bakteri diobati dengan antibiotik yang diminum di rumah. Jenis antibiotik yang digunakan tergantung pada jenis bakteri yang diduga menyebabkan pneumonia.

Anak-anak mungkin memerlukan perawatan di rumah sakit jika pneumonia menyebabkan demam tinggi yang berkelanjutan, masalah pernapasan, atau jika mereka mengalami beberapa di bawah ini:

- Memerlukan terapi oksigen
- Memiliki infeksi paru-paru yang mungkin telah menyebar ke aliran darah
- Memiliki penyakit kronis yang memengaruhi sistem kekebalan tubuh
- Muntah sangat banyak sehingga mereka tidak bisa minum obat melalui mulut
- Batuk rejan

Baca Juga: Sutopo Disebut Alami Pneumonia, Ramuan Ini Bisa Meringankan Gejalanya

Perawatan rumah sakit dapat termasuk antibiotik intravena (IV) (diberikan melalui jarum ke vena) dan terapi pernapasan (perawatan pernapasan).

Kasus yang lebih parah mungkin dirawat di unit perawatan intensif (ICU).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI