alexametrics

Pakai Rokok Elektrik, 193 Orang di Amerika Meninggal Akibat Sakit Paru-Paru

Ade Indra Kusuma
Pakai Rokok Elektrik, 193 Orang di Amerika Meninggal Akibat Sakit Paru-Paru
Pakai Rokok Elektrik, 193 Orang di Amerika Meninggal Akibat Sakit Paru-Paru [Shutterstock]

Banyak orang mengatakan penggunaan vape lebih aman daripada rokok tembakau, namun itu salah.

Suara.com - Pakai Rokok Elektrik, 193 Orang di Amerika Meninggal Akibat Sakit Paru-Paru

Jika Anda seorang perokok dan mulai beralih ke rokok elektrik atau vape, ternyata hal itu sama saja berbahayanya.

Banyak orang mengatakan penggunaan vape atau rokok elektrik lebih aman daripada rokok tembakau.

Akibatnya, banyak orang kini yang beralih ke rokok elektrik. Namun belum lama ini di Amerika seorang perokok elektrik meninggal karena penyakit paru-paru yang berat. 

Baca Juga: Gunakan Rokok Elektrik? Inilah Lima Mitos Bahayanya

Ilustrasi penyakit paru-paru [shutterstock]

"Kemarin kami mendapat laporan tentang kematian seseorang yang masuk ke rumah sakit karena penyakit paru-paru, tidak lama setelah ia mulai menggunakan rokok elektrik itu," kata Jennifer Leyden, pejabat kesehatan di negara bagian Illinois beberapa waktu lalu, seperti mengutip VOAIndonesia.

Menurut data Centers for Diseases dan Prevention, sampai hari Jumat 23 Agustus 2019, tercatat 193 orang di 22 negara bagian yang menderita gangguan paru-paru berat ternyata mereka semua terkait penggunaan rokok elektrik.

Penyebab kematian yang dilaporkan itu belum bisa dipastikan, tapi ke-193 pasien mengaku telah menggunakan rokok elektrik untuk menghirup nikotin atau ganja.

Tingkat intensitas penyakit mereka mencemaskan dan kita harus mengumumkan bahwa menggunakan rokok elektrik (mengisap vape) bisa berbahaya bagi kesehatan,” kata Direktur Departemen Kesehatan Illinois, dr Ngozi Ezike. 

Baca Juga: Hari Tanpa Tembakau Sedunia, Dokter Paru Ingatkan Bahaya Rokok Elektrik

Komentar