Sembarangan Minum Viagra, Mr P Pria Ini Melengkung dan Harus Diamputasi!

Rima Sekarani Imamun Nissa | Shevinna Putti Anggraeni
Sembarangan Minum Viagra, Mr P Pria Ini Melengkung dan Harus Diamputasi!
Ilustrasi selangkangan, penis. (Shutterstock)

Seorang pria harus rela organ intimnya berbentuk pisang hingga diamputasi setelah minum viagra.

Suara.com - Sebanyak 12 pria di Inggris mengalami efek samping tak terduga pada organ intim mereka setelah menegak viagra agar votalitasnya optimal. Bahkan, satu pria harus merelakan penisnya diamputasi akibat ulahnya meminum viagra.

Awalnya, 12 pria ini menderita priapisme, yakni ereksi tanpa henti yang menyakitkan setelah menegak viagra. Dua di antaranya menderita penyakit peyronie yang membuat penis melengkung seperti pisang.

Setelah itu, 10 orang mengeluhkan masalah jantung dan penglihatan yang kabur. Lalu, dua orang lainnya juga mengeluhkan hidung tersumbat.

Badan Pengawas Obat dan Produk Kesehatan (MHRA), dilansir dari Daily Star yang mengutip The Sun, mencatat sudah ada 28 kematian terkait dengan penggunaan viagra versi generik.

"Viagra dianggap sebagai obat yang efektif mengatasi disfungsi ereksi dan berguna meningkatkan kapasitas olahraga dalam kondisi paru-paru serius yang disebut hipertensi paru," jelas seorang juru bicara MHRA.

Ilustrasi mr. p, penis, organ intim (shutterstock)
Ilustrasi mr. p, penis, organ intim (shutterstock)

Sementara itu, pembuat viagra mengatakan bahwa obat tersebut telah ditinjau dan diteliti secara teratur selama lebih dari 10 tahun sejak peluncuran produk.

Efek sampingnya berupa sakit kepala, gangguan pencernaan dan kulit memerah. Beberapa orang juga mengeluh mengalami gangguan penglihatan.

Akibat kasus ini, NHS menyarankan agar tak sembarangan mengonsumsi viagra. Sekali pun orang memiliki viagra alami, karena bisa saja masih mengandung bahan berbahaya dan tidak berlisensi.

Ilustrasi kesehatan reproduksi lelaki, penis. (Shutterstock)
Ilustrasi kesehatan reproduksi lelaki, penis. (Shutterstock)

"Situs web yang menjual viagra harus dihindari karena tidak akan diatur oleh Royal Pharmaceutical Society of Great Britain (RPS) dan mungkin ada kekhawatiran mengenai kualitas, keamanan dan efektivitas produk yang disediakan," jelas situs web badan kesehatan.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS