Belajar dari Mendiang Chrisye, Begini Cara Mencegah Kanker Paru-Paru

Rima Sekarani Imamun Nissa | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Senin, 16 September 2019 | 15:15 WIB
Belajar dari Mendiang Chrisye, Begini Cara Mencegah Kanker Paru-Paru
Chrisye. [Wikipedia]

Suara.com - Dalam rangka mengenang ulang tahun Chrisye ke-70, wajahnya muncul sebagai tema Google Doodle hari ini, Senin (16/9/2019).

Chrisye, penyanyi legendaris Indonesia ini sudah 12 tahun meninggal dunia akibat menderita kanker paru-paru. Ia mulai didiagnosis kanker paru-paru sejak tahun 2005.

Saat itu, Chrisye sudah menjalani pengobatan kemoterapi dan sempat dinyatakan membaik. Tetapi, kondisinya kembali menurun tahun 2007 karena kanker paru-parunya kembali.

Sampai akhirnya, Chrisye meninggal dunia akibat kanker paru-paru dan banyak rekan musisi yang merasa kehilangan sosoknya.

Perlu Anda ketahui, kanker paru-paru seperti yang diderita Chrisye sebelum meninggal termasuk jenis kanker yang paling umum di dunia dan bisa menyebabkan kematian.

Kanker paru-paru memang paling rentan menyerang perokok aktif. Namun, bukan berarti orang yang tidak merokok terbebas dari kanker paru-paru.

Ilustrasi hasil rontgen penderita kanker paru-paru (shutterstock)
Ilustrasi hasil rontgen penderita kanker paru-paru (shutterstock)

Pada dasarnya, ada beberapa faktor yang membuat seseorang berisiko kanker paru-paru, mulai riwayat keluarga, perokok pasif dan lainnya. Jadi, Anda sudah harus mempersiapkan pencegahan kanker paru-paru sejak ini.

Banyak penelitian, dilansir dari Very Well Health, melihat adanya hubungan antara diet dan pencegahan kanker. Institut Penelitian Kanker Amerika (AICR) memperkirakan bahwa 30 hingga 40 persen kanker dapat dicegah dengan diet dan olahraga ringan.

Berikut ini saran dari Institut Penelitian Kanker Amerika (AICR) dalam mencegah kanker paru-paru sejak dini.

  1. Aktif secara fisik selama 30 menit setiap hari
  2. Hindari minuman manis dan batasi konsumsi makanan padat berenergi
  3. Makan lebih banyak sayuran, buah-buahan, biji-bijian dan kacang-kacangan
  4. Batasi konsumsi daging merah
  5. Batasi minuman beralkohol
  6. Batasi konsumsi makanan asin dan makanan yang diproses dengan garam (natrium)
  7. Jangan gunakan suplemen untuk melindungi tubuh dari kanker paru-paru
Google Doodle Chrisye. [Google]
Google Doodle Chrisye. [Google]

Sementara itu, National Cancer Institute juga menemukan bahwa makanan tinggi flavonoid seperti apel dapat menurunkan risiko kanker paru-paru hingga 50 persen.

Pada wanita, asupan produk susu dan sayuran telah dikaitkan dengan risiko kanker paru-paru yang lebih rendah pada perokok serta teh hitam dengan risiko lebih rendah pada yang bukan perokok.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Cerita Tribute to Chrisye Setelah Tiada

5 Cerita Tribute to Chrisye Setelah Tiada

Entertainment | Senin, 16 September 2019 | 14:18 WIB

Google Doodle Rayakan Ulang Tahun Chrisye

Google Doodle Rayakan Ulang Tahun Chrisye

Tekno | Senin, 16 September 2019 | 08:08 WIB

Jangan Konsumsi Makanan yang Dibungkus Koran, Bisa Memicu Kanker!

Jangan Konsumsi Makanan yang Dibungkus Koran, Bisa Memicu Kanker!

Health | Minggu, 08 September 2019 | 14:32 WIB

Idap Pneumonia, Manajer Juventus Merokok 60 Batang Sehari!

Idap Pneumonia, Manajer Juventus Merokok 60 Batang Sehari!

Health | Rabu, 21 Agustus 2019 | 16:19 WIB

Terkini

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 14:59 WIB

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 12:13 WIB

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 11:05 WIB

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 09:20 WIB

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:59 WIB

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB