Jarak Kehamilan Terlalu Dekat Bikin Anak Rentan Gangguan Emosional?

M. Reza Sulaiman Suara.Com
Selasa, 17 September 2019 | 16:21 WIB
Jarak Kehamilan Terlalu Dekat Bikin Anak Rentan Gangguan Emosional?
Jarak kehamilan pengaruhi risiko gangguan emosional anak. (Shutterstock)

Suara.com - Jarak Kehamilan Terlalu Dekat Bikin Anak Rentan Gangguan Emosional?

Jarak kehamilan terlalu dekat memang tidak dianjurkan dari sisi kesehatan, karena berisiko membuat tumbuh kembang anak tidak maksimal.

Menurut Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG, ada lagi risiko bahaya jarak kehamilan terlalu dekat, yakni membuat anak rentan mengalami gangguan emosional.

Hasto dalam kunjungan kerjanya ke Sragen Jawa Tengah, Selasa, menyampaikan hasil Riset Kesehatan Dasar 2018 menunjukkan prevalensi gangguan emosional dan mental di Indonesia ada di angka 8,1 persen. Ia meyakini, salah satu faktornya adalah karena jarak kehamilan terlalu dekat.

"Tiap 100 orang di Indonesia, gara-gara hamilnya jaraknya dekat, delapan orang anaknya agak error sedikit karena gangguan mental emosional," kata Hasto, dilansir Antara.

Dia menjelaskan beberapa contoh dari gangguan mental emosional yang bisa terjadi adalah kleptomania, megalomania, anxiety, dan kelainan seksual voyeurisme.

Kleptomania adalah kondisi di mana seseorang senang mengambil barang orang lain dan dilakukan secara terus berulang.

Sementara megalomania atau juga disebut gangguan narsisistik personal membuat seseorang sering membicarakan kehebatan-kehebatan dirinya pada orang lain.

"Kalau cerita tentang dirinya, dirinya paling benar sendiri. Semua diceritakan pada orang lain bahwa dirinya paling hebat," kata Hasto lagi.

Baca Juga: Psikiater Sebut Siswa SMK Berisiko Alami Gangguan Emosional, Kok Bisa?

Kepala BKKBN Hasto Wardoyo dalam kunjungan kerja di Sragen, Jawa Tengah, Selasa (17/9/2019). (ANTARA)
Kepala BKKBN Hasto Wardoyo dalam kunjungan kerja di Sragen, Jawa Tengah, Selasa (17/9/2019). (ANTARA)

Anxiety adalah sifat cemas yang sering dialami oleh seseorang di berbagai kondisi. Hasto menyebut orang dengan gangguan kecemasan sulit untuk maju karena sering berprasangka.

Selanjutnya voyeurisme adalah kelainan seksual yang mendorong seseorang senang mengintip orang lain saat sedang mandi, menanggalkan pakaian, atau melakukan kegiatan seksual. Orang dengan voyeurisme merasa terpuaskan hasrat seksualnya hanya dengan mengintip.

Hasto mengatakan gangguan mental emosional bisa disebut sebagai gangguan jiwa ringan. Oleh karena itu Hasto menyampaikan pentingnya menjaga usia kehamilan untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas.

"Untuk menghasilkan produk manusia unggul dipengaruhi dari jarak kehamilan satu dengan yang lain," tutupnya. (ANTARA)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Hoki Kamu? Cek Peruntungan Shiomu di Tahun Kuda Api 2026
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI