5 Berita Kesehatan Menarik: Masker Pantyliner, Dampak Sarapan Nasi Uduk

M. Reza Sulaiman | Suara.com

Selasa, 17 September 2019 | 19:40 WIB
5 Berita Kesehatan Menarik: Masker Pantyliner, Dampak Sarapan Nasi Uduk
Orang pakai pantyliner sebagai masker (Twitter/@khairul_hafidz)

Suara.com - 5 Berita Kesehatan Menarik: Masker Pantyliner, Dampak Sarapan Nasi Uduk

Kurangnya distribusi masker yang memadai membuat sejumlah korban kabut asap di Sumatera dan Kalimantan menggunakan pantyliner sebagai masker untuk menutup hidung. Adakah efeknya?

Sering sarapan nasi uduk setiap hari? Pakar jelaskan dampaknya bagi kesehatan. Seperti apa?

Simak selengkapnya berita kesehatan menarik yang tersaji khusus untuk Anda hari ini, Selasa (17/9/2019).

1. Viral Orang Pakai Pantyliner sebagai Masker, Begini Tanggapan Dokter

Orang pakai pantyliner sebagai masker (Twitter/@khairul_hafidz)
Orang pakai pantyliner sebagai masker (Twitter/@khairul_hafidz)

Cuitan seorang dokter tentang penggunakan pantyliner sebagai masker tengah viral di media sosial Twitter. Pemilik akun @Khairul_hafidz itu pun berusaha meluruskan kesalahpahaman seseorang tentang fungsi pantyliner.

Mulanya, Khairul Hafidz mengunggah foto seseorang menempelkan pantyliner pada maskernya untuk melindungi diri dari kabut asap, debu, polusi, dan semacamnya. Berdasarkan keterangannya, orang tersebut sengaja menempelkan pantyliner karena mengikuti saran penjual masker bedah.

Baca selengkapnya

2. Cukai Rokok Naik, Kemenkes Harap Jumlah Perokok Anak dan Remaja Berkurang

Kenaikan cukai rokok dinilai memiliki dampak positif untuk menekan jumlah perokok anak-anak dan remaha. (Shutterstock)
Kenaikan cukai rokok dinilai memiliki dampak positif untuk menekan jumlah perokok anak-anak dan remaha. (Shutterstock)

Pemerintah Republik Indonesia secara resmi mengeluarkan kebijakan menaikkan tarif cukai hasil tembakau sebesar 23 persen pada awal tahun 2020 mendatang.

Apa harapan Kemenkes dengan adanya kebijakan ini?

Baca selengkapnya

3. Mengenal Vaginal Septum, Seperti Ini Gejala dan Perawatannya!

Ilustrasi wanita dengan vaginal septum (shutterstock)
Ilustrasi wanita dengan vaginal septum (shutterstock)

Beberapa waktu lalu, seorang wanita asal Pakistan didiagnosis mengalami blind vagina alias vaginal septum. Kondisi itu membuat wanita 20 tahun itu tidak bisa berhubungan seks dan merasakan sakit di bagian bawah perutnya.

Ibunya menduga anaknya mengalami vaginal septum akibat tidak pernah menstruasi alias keterlambatan pubertas. Di sisi lain, wanita ini tetap memiliki perkembangan payudara dan lainnya yang normal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sulam Lesung Pipi Barbie Kumalasari dan 4 Berita Kesehatan Hits lainnya

Sulam Lesung Pipi Barbie Kumalasari dan 4 Berita Kesehatan Hits lainnya

Health | Selasa, 17 September 2019 | 07:45 WIB

5 Berita Kesehatan Hits: Risiko Kopi Kolagen, Cara Lindungi Anak dari Asap

5 Berita Kesehatan Hits: Risiko Kopi Kolagen, Cara Lindungi Anak dari Asap

Health | Senin, 16 September 2019 | 20:00 WIB

5 Hits Berita Kesehatan: Anak Elvy Sukaesih Depresi, Stroke dan Skizofrenia

5 Hits Berita Kesehatan: Anak Elvy Sukaesih Depresi, Stroke dan Skizofrenia

Health | Senin, 16 September 2019 | 08:10 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB