Menkes Minta Dinkes Riau Siagakan Ambulans di Lokasi Terdampak Kabut Asap

M. Reza Sulaiman | Suara.com

Kamis, 19 September 2019 | 11:23 WIB
Menkes Minta Dinkes Riau Siagakan Ambulans di Lokasi Terdampak Kabut Asap
Ambulans PSC 119 digunakan untuk tangani korban terdampak kabut asap. (Suara.com/Firsta Nodia)

Suara.com - Menkes Minta Dinkes Riau Siagakan Ambulans di Lokasi Terdampak Kabut Asap

Korban terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan harus ditangani secara cepat untuk menekan risiko penyakit dan kematian.

Karena itu, Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek meminta jajaran Dinas Kesehatan Provinsi Riau untuk menyiagakan ambulans Public Safety Center (PSC) 119 di berbagai titik untuk memudahkan warga terdampak kebakaran hutan dan lahan bila mengalami keadaan gawat darurat.

"Ambulans PSC 119 diharapkan bisa disiagakan di beberapa wilayah di Riau agar ketika ada gawat darurat, ambulans terdekat dapat didatangkan dengan segera," kata Menkes Nila dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis (19/9/2019).

Standar pelayanan PSC 119 adalah dimulai dari panggilan yang dilakukan oleh warga yang tengah mengalami gawat darurat kesehatan melalui nomor 119. Kemudian dilakukan layanan kegawatdaruratan dengan menerjunkan ambulans PSC beserta tenaga medis ke lokasi warga tersebut.

Warga yang mengalami gawat darurat tersebut langsung dilakukan anamnesa dan pemeriksaan fisik yang dilakukan di lokasi. Setelah itu akan diketahui kondisi pasien untuk menentukan perawatan di rumah, dirujuk ke Puskesmas, atau dirujuk ke rumah sakit.

Pengguna jalan melintasi salah satu ruas jalan di kota Palembang, Sumsel, Senin (16/9). [ANTARA FOTO/Feny Selly]
Pengguna jalan melintasi salah satu ruas jalan di kota Palembang, Sumsel, Senin (16/9). [ANTARA FOTO/Feny Selly]

Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Ahmad Yurianto mengatakan ambulans PSC 119 ditekankan sebagai ambulans untuk pelayanan kesehatan, terlebih saat dalam masalah kabut asap.

"Ambulans ini sudah terdistribusi, jadi sektor terdekat di mana, ya di situlah menuju ke lapangan, karena response time menentukan," katanya.

PSC 119 merupakan layanan cepat tanggap darurat kesehatan. PSC 119 dibentuk untuk mempercepat penanganan dan pertolongan pada korban yang membutuhkan penangan segera.

Apabila ada masyarakat yang menghubungi 119, maka call center akan mengidentifikasi lokasi kejadian dan akan mengarahkan ambulans dari Puskesmas, pos kesehatan, atau rumah sakit pemerintah yang paling dekat dengan lokasi kejadian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Penurunan Kualitas Udara di 6 Provinsi

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Penurunan Kualitas Udara di 6 Provinsi

Tekno | Rabu, 18 September 2019 | 21:49 WIB

Sandiaga Dituduh Biangnya Karhutla dan 4 Berita Terpopuler Lainnya

Sandiaga Dituduh Biangnya Karhutla dan 4 Berita Terpopuler Lainnya

News | Kamis, 19 September 2019 | 09:33 WIB

Gerindra Semprot Jokowi Soal Sepatu Kotor dan 4 Berita Hit Lainnya

Gerindra Semprot Jokowi Soal Sepatu Kotor dan 4 Berita Hit Lainnya

News | Kamis, 19 September 2019 | 09:50 WIB

Terkini

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 21:33 WIB

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 12:00 WIB

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 21:10 WIB

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 18:54 WIB

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 14:42 WIB

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 12:31 WIB

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB