Muntah-muntah Setelah Dipukul Ibu, Bocah Ini Ternyata Alami Pendarahan Otak

Vika Widiastuti | Rosiana Chozanah
Muntah-muntah Setelah Dipukul Ibu, Bocah Ini Ternyata Alami Pendarahan Otak
Ilustrasi kekerasan orangtua kepada anak (Shutterstock)

Sang anak diketahui mengalami pendarahan subarachnoid yang berakhir fatal.

Suara.com - Orang tua memang perlu mendisiplinkan anak, tetapi bukan berarti harus dengan cara kekerasan fisik atau mental.

Seorang ibu dari Xianyang City, provinsi Shaanxi di China dijatuhi hukuman tiga tahun penjara dengan tuduhan kekerasan pada putranya.

Kekerasan yang awalnya dimaksudkan sebagai bentuk pendispilinan ini justru berakhir tragis.

Melansir China Press via World of Buzz, anak Hu telah belajar melalui homeschooling sejak Januari ini.

Selama masa homeschooling, Hu merasa putranya tidak cukup berkonsentrasi saat mengerjakan PR hingga ia memukulnya berulang kali untuk mendisplinkannya. 

Namun, pada suatu pagi ketika sesi belajar Hu terkejut saat putranya muntah terus menerus. Ia pun langsung melarikan buah hatinya ke rumah sakit terdekat.

Ilustrasi kekerasan pada anak. [Shutterstock]
Ilustrasi kekerasan pada anak. [Shutterstock]

Namun sayang, sebelum mendapat perawatan, sang anak sudah meninggal terlebih dahulu.

Hasil forensik menunjukkan sang anak sebelumnya berulang kali mendapat pukulan benda tumpul. Dokter mendiagnosis sang anak meninggal akibat mengalami perdarahan subarachnoid, yang menyebabkan muntah.

Ini adalah pendarahan mendadak di celah antara otak dan membran tengah yang membungkus otak.

Sang anak diduga telah menelan muntahannya sendiri, dan ini menyebabkan penyumbatan di jalan napas sehingga menghalangi trakea dan menyebabkan sang anak sulit bernapas.

Berdasarkan Hello Sehat, pendarahan subarachnoid biasanya berasal dari robekan tinjolan abnormal dalam pembuluh darah otak (pembengkakan pada dinding arteri otak) yang berakibat fatal.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS