5 Praktik Medis Teraneh yang Pernah Ada, Nomor 1 Bikin Jijik

Ade Indra Kusuma, Dinda Rachmawati

Sabtu, 21 September 2019 | 07:15 WIB
5 Praktik Medis Teraneh yang Pernah Ada, Nomor 1 Bikin Jijik
5 Praktik Medis Teraneh yang Pernah Ada, Nomor 1 Bikin Jijik (Freepik/petzshadow)

Suara.com - 5 Praktik Medis Teraneh yang Pernah Ada, Nomor 1 Bikin Mual

Sejarah penuh dengan perawatan dan praktik medis yang aneh, bahkan berbahaya. Sebagian besarnya juga tidak memiliki dasar. Sulit kita percayai, jika orang-orang pada masa itu bisa bertahan dengan pengobatan yang saat ini bahkan terbilang menjijikan.

Dilansir dari All Womens Talk, berikut perawatan dan praktik medis teraneh yang pernah ada.

Ilustrasi dokter dan stetoskop. (Shuttterstock)
Ilustrasi dokter dan stetoskop. (Shuttterstock)

1. Cicip urin

Oke, jadi ini sepertinya bukan perawatan medis yang aneh karena masih digunakan sampai sekarang. Tetapi sekarang, urin diuji secara kimiawi dan biasanya dikirim ke laboratorium. Beberapa ratus tahun yang lalu, dokter akan mengambil sampel urin, lalu mencium, menyentuh, dan bahkan mencicipinya.

 2. Malaria

Ya, malaria pernah digunakan sebagai perawatan medis. Sebelum ditemukannya antibiotik, sedikit dosis malaria digunakan sebagai pengobatan untuk sifilis. Ini mungkin sangat aneh, tetapi sebenarnya terbukti cukup efektif karena demam tinggi malaria akan membunuh bakteri sifilis, dan malaria kemudian diobati dengan kina. Metode ini masih digunakan di beberapa tempat.

3. Rokok

Selama berabad-abad, dokter sebenarnya meresepkan rokok sebagai obat untuk berbagai penyakit. Ini mungkin tampak sebagai salah satu perawatan medis paling aneh, karena kita tahu bahaya merokok. Tetapi ada bukti yang menunjukkan bahwa penyakit Parkinson dan Alzheimer jauh lebih kecil kemungkinannya untuk berkembang pada perokok, dan nikotin membantu gejala-gejala ADHD.

baca juga

4. Trepanasi

Trepanasi diperkirakan telah digunakan sedini 10000 atau 11000 SM. Teknik ini pada dasarnya melibatkan membuat lubang di tengkorak pasien, yang konon menyembuhkan berbagai gangguan kejiwaan atau kelainan karena akan membiarkan setan jahat keluar dari tengkorak. Masih ada organisasi hari ini yang menganjurkan trepanasi sebagai perawatan medis.

5. Bloodletting

Bloodletting atau operasi pengangkatan sebagian darah pasien digunakan pada era Abad Pertengahan dan, yang mengejutkan, itu masih digunakan selama periode Victoria. Sebelum kemajuan medis yang penting seperti penemuan bakteri, dikatakan, terlalu banyak darah dalam tubuh buruk bagi kesehatan.

Jadi, untuk mengatasi masalah ini, dokter akan memotong bagian tubuh pasien mereka untuk mengeluarkan darah, atau menempatkan lintah di kulit pasien. Ini sangat berbahaya, karena kadang-kadang dokter memotong bagian tubuh terlalu dalam dan pasien akan mati kehabisan darah. Belum lagi infeksi yang juga bisa menjadi pembunuh. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jadi Tukang Sayur, Pengorbanan Bocah 11 Tahun demi Biaya Pengobatan Adiknya

Jadi Tukang Sayur, Pengorbanan Bocah 11 Tahun demi Biaya Pengobatan Adiknya

Lifestyle | Kamis, 19 September 2019 | 16:20 WIB

Sakit Mata, Artis Ini Pakai Tetesan ASI Istri sebagai Obat

Sakit Mata, Artis Ini Pakai Tetesan ASI Istri sebagai Obat

Lifestyle | Kamis, 19 September 2019 | 19:05 WIB

Sindrom Bau Ikan hingga 'Pembuat Alkohol', Inilah Kondisi Medis Teraneh!

Sindrom Bau Ikan hingga 'Pembuat Alkohol', Inilah Kondisi Medis Teraneh!

Health | Sabtu, 14 September 2019 | 07:35 WIB

Terkini

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

KPK Endus Keterlibatan Swasta Lain di Kasus Suap Layanan Pertanahan ATR/BPN

KPK Endus Keterlibatan Swasta Lain di Kasus Suap Layanan Pertanahan ATR/BPN

Bogor | Rabu, 16 September 2026 | 22:21 WIB

Dari Laundry Hingga BRILink Agen Mekaar, Kisah Hernawati Dorong Inklusi Keuangan di Kaltim

Dari Laundry Hingga BRILink Agen Mekaar, Kisah Hernawati Dorong Inklusi Keuangan di Kaltim

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:20 WIB

QRIS Menembus Warung hingga Minimarket, Pembayaran Digital Makin Jadi Kebiasaan

QRIS Menembus Warung hingga Minimarket, Pembayaran Digital Makin Jadi Kebiasaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:20 WIB

Lewat Sinergi BRI Group, Jutaan Perempuan Indonesia Sukses Mandiri Secara Finansial

Lewat Sinergi BRI Group, Jutaan Perempuan Indonesia Sukses Mandiri Secara Finansial

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:10 WIB

KPK Telusuri Siapa Pemberi Perintah Kasus Suap ATR/BPN

KPK Telusuri Siapa Pemberi Perintah Kasus Suap ATR/BPN

Jabar | Rabu, 16 September 2026 | 22:08 WIB

Zulhas Sampai Ucap 'Hoaks' Tiga Kali! Bantah Prabowo Kumpulkan Ketum Parpol Bahas RUU Pemilu

Zulhas Sampai Ucap 'Hoaks' Tiga Kali! Bantah Prabowo Kumpulkan Ketum Parpol Bahas RUU Pemilu

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:05 WIB

×