Ceramah, Cara Tepat Cegah Komplikasi Penyakit Hipertensi

M. Reza Sulaiman

Minggu, 22 September 2019 | 22:05 WIB
Ceramah, Cara Tepat Cegah Komplikasi Penyakit Hipertensi
Pentingnya cek tekanan darah di rumah. (Shutterstock)

Suara.com - Ceramah, Cara Tepat Cegah Komplikasi Penyakit Hipertensi

Penyakit hipertensi rentan menyebabkan kerusakan organ tubuh yang berujung pada komplikasi. Stroke, serangan jantung, hingga gagal ginjal merupakan beberapa komplikasi yang bisa ditimbulkan akibat penyakit hipertensi yang tidak terkontrol.

Nah, Dr. dr. Yuda Turana, SpS(K), anggota dewan pembina dan badan pengawas Indonesia Society of Hypertension (InaSH), mengatakan untuk mencegah komplikasi, pasien hipertensi wajib mengontrol tekanan darah. Salah satu cara yang bisa dilakukan ada Ceramah. Apa itu?

"CERAMAH itu artinya cek tekanan darah sendiri di rumah. Jika pasien rutin melakukan cek tekanan darah di rumah, hipertensi bisa lebih terkontrol dan pasien lebih patuh berobat," tutur dr Yuda, dalam temu media InaSH di Hotel Fairmont, Jakarta, Kamis (19/9/2019).

Dikatakan dr Yuda, prevalensi pengidap hipertensi berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) meningkat, dari sebelumnya 25,8 persen pada 2014, menjadi 34,1 persen di 2018. Kenaikan juga terlihat pada sejumlah penyakit tidak menular lainnya yang berhubungan dengan darah tinggi, seperti stroke naik dari 7 persen menjadi 10,9 persen dan penyakit ginjal kronik naik dari 2 persen menjadi 3,8 persen.

Ia menjelaskan bahwa tidak semua pasien hipertensi pasti akan mengalami stroke atau serangan jantung. Di sini, peran pengontrolan tekanan darah menjadi penting. Lewat Ceramah, diharapkan pasien hipertensi mampu menjaga tekanan darahnya.

Cegah komplikasi penyakit hipertensi dengan rutin cek tekanan darah di rumah. (Suara.com/Reza Sulaiman)
Cegah komplikasi penyakit hipertensi dengan rutin cek tekanan darah di rumah. (Suara.com/Reza Sulaiman)

Ceramah, menurut dokter yang juga dekan fakultas kedokteran di UNIKA Atma Jaya ini, membantu dokter dalam pemberian dosis obat. Dengan memantau tekanan darah selama 7-10 hari di rumah sebelum kontrol ke dokter, pasien bisa melihat apakah pengobatan berjalan dengan baik, atau ada kendala.

"Riset yang dilakukan oleh InaSH menunjukkan, 63 persen pasien hipertensi mengonsumsi obat antihipertensi tanpa pemantauan. Ini juga menunjukkan, sebagian besar pasien tidak melakukan cek tekanan darah secara teratur dan mandiri di rumahnya," ungkap dr Yuda.

"Banyak studi menunjukkan, CERAMAH memiliki nilai prognostik yang lebih baik dibandingkan hanya pemeriksaan tekanan darah di rumah sakit. CERAMAH juga meningkatkan kepatuhan pasien dan mendeteksi keberadaan masked hypertension (hipertensi terselubung) dan whitecoat hypertension (hipertensi jas putih)," tutupnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waduh, Tinggal di Daerah Rawan Kejahatan Bisa Bikin Darah Tinggi Lho!

Waduh, Tinggal di Daerah Rawan Kejahatan Bisa Bikin Darah Tinggi Lho!

Health | Kamis, 19 September 2019 | 12:25 WIB

Sindrom Bau Ikan hingga 'Pembuat Alkohol', Inilah Kondisi Medis Teraneh!

Sindrom Bau Ikan hingga 'Pembuat Alkohol', Inilah Kondisi Medis Teraneh!

Health | Sabtu, 14 September 2019 | 07:35 WIB

Penderita Hipertensi, Perhatikan Hal Berikut Sebelum Olahraga Lari

Penderita Hipertensi, Perhatikan Hal Berikut Sebelum Olahraga Lari

Health | Kamis, 12 September 2019 | 18:59 WIB

Terkini

Mau Jajan Boost Lebih Hemat? Ada Diskon 25% untuk Pengguna BRI Kartu Kredit

Mau Jajan Boost Lebih Hemat? Ada Diskon 25% untuk Pengguna BRI Kartu Kredit

Jatim | Jum'at, 18 September 2026 | 00:02 WIB

Cuaca Panas Makin Segar, Ada Diskon 25% di Boost dengan BRI Kartu Kredit

Cuaca Panas Makin Segar, Ada Diskon 25% di Boost dengan BRI Kartu Kredit

Jogja | Kamis, 17 September 2026 | 23:55 WIB

Promo BRI Kartu Kredit di Boost, Dapatkan Diskon 25% hingga 31 Desember 2026

Promo BRI Kartu Kredit di Boost, Dapatkan Diskon 25% hingga 31 Desember 2026

Jawa Tengah | Kamis, 17 September 2026 | 23:50 WIB

Nikmati Jus dan Smoothies di Boost dengan Diskon 25% Pakai BRI Kartu Kredit

Nikmati Jus dan Smoothies di Boost dengan Diskon 25% Pakai BRI Kartu Kredit

Jabar | Kamis, 17 September 2026 | 23:45 WIB

Jajan di Boost Lebih Hemat, Ada Diskon 25% Pakai BRI Kartu Kredit Visa Contactless

Jajan di Boost Lebih Hemat, Ada Diskon 25% Pakai BRI Kartu Kredit Visa Contactless

Jakarta | Kamis, 17 September 2026 | 23:31 WIB

KA Ijen Ekspres Tertemper Mobil di Jember, Satu Orang Tewas Meninggal

KA Ijen Ekspres Tertemper Mobil di Jember, Satu Orang Tewas Meninggal

Jatim | Kamis, 17 September 2026 | 23:16 WIB

Warga dan Keluarga Penumpang KM Virgo Transport 8 di Tulungagung Gelar Doa Bersama

Warga dan Keluarga Penumpang KM Virgo Transport 8 di Tulungagung Gelar Doa Bersama

Jatim | Kamis, 17 September 2026 | 23:03 WIB

BBPOM Surabaya Sita 2.523 Obat Tradisional Ilegal di Bangkalan

BBPOM Surabaya Sita 2.523 Obat Tradisional Ilegal di Bangkalan

Jatim | Kamis, 17 September 2026 | 22:51 WIB

Cukup Pakai BRI Kartu Kredit Visa Contactless, Dapatkan Diskon 25% Produk Jus Buah Boost

Cukup Pakai BRI Kartu Kredit Visa Contactless, Dapatkan Diskon 25% Produk Jus Buah Boost

Lampung | Kamis, 17 September 2026 | 22:45 WIB

Rekonstruksi Penyekapan Berujung Kematian di Sumedang, Korban Diikat Jadi Sorotan

Rekonstruksi Penyekapan Berujung Kematian di Sumedang, Korban Diikat Jadi Sorotan

Jabar | Kamis, 17 September 2026 | 22:44 WIB

×