Saat Sembelit, Ini Hitungan Waktu yang Tepat Minun Obat Pencahar

Ade Indra Kusuma, Dini Afrianti Efendi

Selasa, 24 September 2019 | 11:14 WIB
Saat Sembelit, Ini Hitungan Waktu yang Tepat Minun Obat Pencahar
Saat Sembelit, Ini Hitungan Waktu yang Tepat Minun Obat Pencahar (shutterstock)

Suara.com - Saat Sembelit, Ini Hitungan Waktu yang Tepat Minun Obat Pencahar.

Sembelit atau susah buang air besar akan sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Kalau sudah begitu, obat pencahar sering jadi solusi praktis.

Tapi, tidak sedikit juga yang takut obat pencahar akan menambah frekuensi ke kamar mandi dan lagi-lagi aktivitas terganggu. Lalu, kapan waktu yang tepat untuk meminum obat pencahar?

Yosephine Carolline, Category Manager Consymer Healthcare Sanofi Indonesia
Yosephine Carolline, Category Manager Consymer Healthcare Sanofi Indonesia [Suara.com/Dini]

Yosephine Carolline, Category Manager Consymer Healthcare Sanofi Indonesia menyarankan agar meminum obat pencahar sebelum tidur malam. Karena obat akan berefek setelah 8 jam bekerja, maka penting menghitung jumlah waktu tidur yang disesuaikan. 

"Anggap aja pukul rata 8 jam, biasanya dia bangun jan 6 pagi kita hitung mundur. Jadi persiapan jam 6, jam 7 kita hitung mundur aja 8 jam dari waktu tidur," ujar Carolline dalam acara Talkshow Dulcolax X Kompas Travel Fair di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.

Lalu, apakah boleh obat pencahar dikonsumsi dibarengi dengan buah-buahan yang memiliki efek sama? Akankah mengubah sembelit malah menjadi diare? 

Head of Marketing Consumer Healthcare Sanofi Indonesia, Adisty Nirmala menyebut hal itu tidak menjadi masalah, selama mengikuti aturan pakai yang tertera di kemasan.

"Pastinya (aman) itu karena tidak ada kontraindikasi juga, Pepaya kan seratnya lebih alami, jadi akan lebih membantu lagi untuk melancarkan pembuangan. (Diare) nggak sih, harusnya nggak, kita juga kalau obatnya diminum secara teratur dan mengikiti petunjuk penggunaan, harusnya bisa dihindari," ungkap Adisti

Sementara itu, Carolline mengingatkan untuk curiga terhadap frekuensi buang air besar yang kurang dari 3 kali dalam seminggu, maka bisa dikategorikan sembelit.

baca juga

"Jadi definisi sembelit itu kalau frekuensi kita BAB kurang dari 3 kali seminggu, kalau misalnya udah 3 hari sekali itu itungannya sembelit. Harusnya setiap hari atau dua hari sekali. Kalau misalnya kita hitung seminggu ini kita kok kurang dari 3 kali berarti itu udah gejala," tutup Carolline.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sulit BAB ? Marsha Aruan Kasih Tips Mujarab

Sulit BAB ? Marsha Aruan Kasih Tips Mujarab

Health | Jum'at, 20 September 2019 | 07:15 WIB

Alami Sembelit, 5 Cara Ini Bisa Memperlancar BAB dengan Cepat

Alami Sembelit, 5 Cara Ini Bisa Memperlancar BAB dengan Cepat

Health | Senin, 16 September 2019 | 16:27 WIB

Dikira Dokter Hanya Sembelit, Balita 3 Tahun Meninggal akibat Kanker Langka

Dikira Dokter Hanya Sembelit, Balita 3 Tahun Meninggal akibat Kanker Langka

Health | Senin, 16 September 2019 | 16:30 WIB

Terkini

Gejolak Aceh-Papua Dinilai Bukan Kebetulan, Negara Disebut Gagal Pahami Akar Masalah

Gejolak Aceh-Papua Dinilai Bukan Kebetulan, Negara Disebut Gagal Pahami Akar Masalah

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:42 WIB

Gus Yaqut Bantah Rugikan Negara! Kebijakan Kouta Haji Diklaim Jadi Penyelamat Fiskal

Gus Yaqut Bantah Rugikan Negara! Kebijakan Kouta Haji Diklaim Jadi Penyelamat Fiskal

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:42 WIB

DPR Setuju Bahas RAPBN 2027, Anggaran MBG Jadi Sorotan

DPR Setuju Bahas RAPBN 2027, Anggaran MBG Jadi Sorotan

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:40 WIB

Pascagempa, Sejumlah Bandara di Flores Masih Batalkan Penerbangan

Pascagempa, Sejumlah Bandara di Flores Masih Batalkan Penerbangan

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:39 WIB

Pulihkan Psikologis Warga Gempa NTT, Polda Jateng Berangkatkan Tim Trauma Healing

Pulihkan Psikologis Warga Gempa NTT, Polda Jateng Berangkatkan Tim Trauma Healing

Jawa Tengah | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:39 WIB

Thailand Diteror Penembakan Massal, Kanapa Ini Bisa Terjadi dan Apa Akar Masalahnya?

Thailand Diteror Penembakan Massal, Kanapa Ini Bisa Terjadi dan Apa Akar Masalahnya?

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:39 WIB

20 Tahun LPDB Koperasi, Rp22,13 Triliun Dana Bergulir Disalurkan ke Koperasi di 36 Provinsi

20 Tahun LPDB Koperasi, Rp22,13 Triliun Dana Bergulir Disalurkan ke Koperasi di 36 Provinsi

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:38 WIB

Hakim Tolak Pengalihan Penahanan Yaqut di Kasus Korupsi Kuota Haji

Hakim Tolak Pengalihan Penahanan Yaqut di Kasus Korupsi Kuota Haji

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:38 WIB

Imigrasi Sumut Gelar Upacara HUT ke-81 RI, Pertegas Kedaulatan dan Integritas

Imigrasi Sumut Gelar Upacara HUT ke-81 RI, Pertegas Kedaulatan dan Integritas

Sumut | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:33 WIB

Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?

Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?

Entertainment | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:30 WIB

×