Array

Gejala Serangan Jantung Pengaruhi Rasa Minuman dan Makanan

Rabu, 16 Oktober 2019 | 18:30 WIB
Gejala Serangan Jantung Pengaruhi Rasa Minuman dan Makanan
Ilustrasi dada berdebar, serangan jantung. (Shutterstock)

Suara.com - Selama ini orang mengira gejala serangan jantung seperti mudah lelah, sakit dada maupun keringat dingin. Ternyata gejala serangan jantung juga bisa memengaruhi indera pengecapan seseorang.

Hal itu pun dialami oleh Louise McGill, seorang wanita asal Inggris yang mengalami gejala serangan jantung. Suatu hari Louise mencicipi rasa minuman angguranya sedikit berbeda dari biasanya.

Di sisi lain, keluarganya justru tak merasakan keanehan apapun ketika meminum anggur tersebut. Sehingga Louise pun tidak bisa menikmati minum anggur bersama keluarganya.

Malam harinya, wanita 45 tahun ini akhirnya terbangun karena merasakan sakit dada. Ia pun langsung dibawa ke rumah sakit karena takut terjadi sesuatu yang bahaya.

Ternyata benar saja, Louise mengalami gejala serangan jantung. Perubahan rasa minuman anggur salah satu gejala serangan jantung yang dialaminya.

"Saat itu aku bangun tengah malam dengan rasa sakit dan tekanan luar biasa di dadaku. Awalnya saya pikir itu mungkin gangguan pencernaan biasa. Tetapi, saya mulai menyadari ada sesuatu yang tidak benar dan suami langsung memanggil ambulans," kata Louise dikutip dari mirror.co.uk.

Perempuan terkena serangan jantung. (Shutterstock)
Perempuan terkena serangan jantung. (Shutterstock)

Ketika paramedis datang, mereka pun sudah menduga bahwa Louise mengalami serangan jantung dan suaminya mulai menangis.

"Aku seketika terkejut dan berpikir akan meninggal dunia," tuturnya.

Lantas paramedis memasang stent di dalam arteri koroner kirinya dan kondisinya mulai lebih baik. Dokter pun mengatakan bahwa Louise mengalami penyumbatan di kedua arteri.

Baca Juga: Akibat Dicium Orang Asing, Bayi 1 Tahun Tertular Virus Herpes

Akibat kejadian itu, Louise pun meminta kepada semua wanita agar peduli kesehatan jantung sejak muda. Meskipun penyakit kardiovaskular ini lebih banyak menyerang pria.

British Heart Foundation juga telah mengungkapkan ketidasadaran diagnosis dan pengobatan serangan jantung menjadi penyebab paling tinggi kematian wanita di Inggris.

Penelitian terbaru BHF juga menunjukkan bahwa wanita sering menunda mencari bantuan medis lebih daru 2 jam ketika mengalami gejala serangan jantung.

"Melihat kembali ke belakang sebelum saya serangan jantung. Saya memang merasa sangat lelah hingga tertidur di sofa. Tapi aku pikir karena aku sangat sibuk bekerja dan mengurus anak-anak," ujarnya.

Kini, Louise pun sadar bahwa rasa lelahnya itu merupakan tanda serangan jantung. Bahkan gejalanya juga memengaruhi indera pengecapannya ketika minum dan makan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI