dr Terawan Jadi Menkes, Karangan Bunga Ucapan Selamat Berjejer di RSPAD

M. Reza Sulaiman | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Rabu, 23 Oktober 2019 | 13:10 WIB
dr Terawan Jadi Menkes, Karangan Bunga Ucapan Selamat Berjejer di RSPAD
Karangan bunga untuk dr Terawan di RSPAD Gatot Subroto. (Suara.com/Dini Afrianti)

Suara.com - dr Terawan Jadi Menkes, Karangan Bunga Ucapan Selamat Berjejer di RSPAD

Terpilihnya Mayjen TNI dr Terawan Agus Putranto, Sp.Rad(K) sebagai Menteri Kesehatan periode 2019-2024 mendapat sambutan hangat. Hal ini terbukti dari bertebarnya karangan bunga RSPAD Gatot Subroto, tempat dr Terawan bertugas selama ini.

Menurut petugas protokol penjagaan Armand, keberadaan karangan bunga ini sudah ada sejak Selasa (22/10/2019) kemarin, usai nama dr Terawan dipanggil Presiden Jokowi dan dipilih sebagai Menteri Kesehatan. Keberadaan karangan bunga ini diprediksi akan terus berdatangan.

"Ini karangan udah ada sejak kemarin sih, dan kayaknya bakal dateng terus terusan sih," ujar Armand saat ditemui awak media di RSPAD Gatot Subroto, Senen, Jakarta Pusat, Rabu (23/10/2019).

Disebutkan juga oleh Armand jika dr Terawan telah melakukan upacara perpisahan dengan pada staf dan anggota TNI kesehatan lainnya. Ada beragam amanat yang ia sampaikan dalam upacara itu termasuk rasa terima kasih dan harapan RSPAD lebih baik di kemudian hari.

Karangan bunga untuk dr Terawan di RSPAD Gatot Subroto. (Suara.com/Dini Afrianti)
Karangan bunga untuk dr Terawan di RSPAD Gatot Subroto. (Suara.com/Dini Afrianti)

Keberadaan karangan bunga sudah memenuhi lobby utama RSPAD di kedua sisi. Asal kedatangan karangan bunga juga beragam, baik dari instansi kesehatan, perusahaan farmasi, hingga individu.

Saat ini dr Terawan masih berada di Istana Negara usai menjalani pelantikan Kabinet Indonesia Maju. Setelah dari istana rencananya dokter pemilik teori kesehatan 'Terawan Theory' itu akan melakoni pertemuan internal dengan RSPAD dan staf Kemenkes RI, untuk pembahasan lebih lanjut kegiatan Serah Terima Jabatan (Sertijab) dari menteri sebelumnya Nila F Moeloek.

Sekedar informasi, dr. Terawan juga dikenal dengan metode 'brain fushing' atau cuci otaknya yang menimbulkan polemik di dunia kedokteran Indonesia. Akibat polemik ini juga Majelis Kehormatan Etik Kedokteran Ikatan Dokter Indonesia (MKEK IDI) mengeluarkan sanksi dengan mencabutnya izin praktik dan status keanggotaan IDI dr Terawan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Beredar Surat MKEK IDI ke Presiden Jokowi Soal dr Terawan, Apa Isinya?

Beredar Surat MKEK IDI ke Presiden Jokowi Soal dr Terawan, Apa Isinya?

Health | Rabu, 23 Oktober 2019 | 12:23 WIB

Tonton Pelantikan Kabinet Baru Jokowi di TV, Seluruh Menteri Dikomentari JK

Tonton Pelantikan Kabinet Baru Jokowi di TV, Seluruh Menteri Dikomentari JK

News | Rabu, 23 Oktober 2019 | 11:20 WIB

Dari Kontroversi Cuci Otak Jadi Menteri Jokowi, Inilah Profil dr. Terawan

Dari Kontroversi Cuci Otak Jadi Menteri Jokowi, Inilah Profil dr. Terawan

News | Rabu, 23 Oktober 2019 | 11:14 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB