Punya Dua Organ Reproduksi, Wanita Ini Didiagnosis Derita Endometriosis

Rima Sekarani Imamun Nissa | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Kamis, 31 Oktober 2019 | 18:00 WIB
Punya Dua Organ Reproduksi, Wanita Ini Didiagnosis Derita Endometriosis
Ilustrasi reproduksi wanita (shutterstock)

Suara.com - Saat berusia 14 tahun, perempuan bernama Megan Argyle didiagnosis dengan kondisi langka uterus didelphys yang membuatnya memiliki dua rahim, dua leher rahim, dua ovarium, dan satu vagina.

Megan kemudian didiagnosis menderita endometriosis setelah mengeluh rasa sakit luar biasa di perutnya.

Sekarang di usia 28 tahun, Megan pun sudah menjalani histeroktomi ganda agar tetap mampu menjalani kehidupannya.

Mulanya, Megan menemukan dirinya memiliki organ reproduksi ganda ketika berhubungan seksual dengan pacarnya di usia 14 tahun.

"Septum yang merupakan dinding pembagi jaringan di vaginaku robek ketika berhubungan seksual. Saat itu, banyak darah yang keluar dan aku merasa ada sesuatu yang tidak beres. Akhirnya, saya dilarikan ke rumah sakit dan dokter mengatakan aku memiliki organ reproduksi ganda," cerita Megan dikutip dari metro.co.uk.

Megan pun merasa beruntung telah mencoba hubungan seksual dengan kekasihnya meski masih berusia 14 tahun. Karena, setidaknya Megan mengetahui bahwa kondisi organ reproduksinya berbeda dengan wanita lainnya.

Ilustrasi perempuan punya 2 organ reproduksi (shutterstock)
Ilustrasi perempuan punya 2 organ reproduksi (shutterstock)

Ia mulai didiagnosis endometriosis di kedua organ reproduksinya pada usia 18 tahun. Penyakit itu didiagnosis setelah dokter menemukan ada kista di ovarium kanan.

"Kondisi ini juga membuat periode menstruasiku sangat berat dan berlangsung lama, yakni sekitar 2 minggu lalu semakin memburuk," ujarnya.

Menstruasi dari organ ganda dan penyakit endometriosis itulah yang telah membuatnya merasakan kesakitan luar biasa.

Kini, Megan pun sedikit lebih baik setelah organ reproduksinya diangkat. Dia terbebas dari rasa sakitnya endometriosis.

Organ intim wanita. (Shutterstock)

"Histeroktomi ganda adalah keputusan terbaik yang pernah saya lakukan. Saya perlu mengembalikan kualitas hidup saya sehingga bisa menjadi ibu," tuturnya.

Megan masih memiliki kesempatan untuk memiliki anak, terutama sebelum berusia 30 tahun. Pasalnya, ia akan lebih rentan mengalami keguguran di usia 30 tahun ke atas.

Meskipun ada empat abrasi, yakni prosedur pembedahan yang merusak lapisan rahim dan mengurangi aliran menstruasi, tindakan ini tetap lebih baik untuk mengatasi endometriosisnya. Dengan begitu, Megan tidak akan merasa kesakitan lagi selama hidupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PKBI Bali Temukan 2,3 Persen Remaja Suka Kirim Foto Sensual ke Pacar

PKBI Bali Temukan 2,3 Persen Remaja Suka Kirim Foto Sensual ke Pacar

Health | Kamis, 31 Oktober 2019 | 11:29 WIB

Peduli Kesehatan Mental Remaja, PKBI Bali Teliti Permasalahan Generasi Muda

Peduli Kesehatan Mental Remaja, PKBI Bali Teliti Permasalahan Generasi Muda

Health | Rabu, 30 Oktober 2019 | 20:52 WIB

Tingkatkan Kespro, Remaja Harus Jadi Tokoh Utama Program Keluarga Berencana

Tingkatkan Kespro, Remaja Harus Jadi Tokoh Utama Program Keluarga Berencana

Health | Selasa, 29 Oktober 2019 | 13:45 WIB

Cegukan Selama Dua Minggu, Pria Ini Meninggal karena Serangan Jantung

Cegukan Selama Dua Minggu, Pria Ini Meninggal karena Serangan Jantung

Health | Selasa, 29 Oktober 2019 | 11:15 WIB

Terkini

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Health | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:43 WIB

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:11 WIB

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB