Infeksi Langka, Cacing Parasit Bersarang di Mata Wanita Ini

Yasinta Rahmawati | Suara.com

Kamis, 07 November 2019 | 13:34 WIB
Infeksi Langka, Cacing Parasit Bersarang di Mata Wanita Ini
Ilustrasi mata perempuan tua. (Shutterstock)

Suara.com - Seorang wanita asal Amerika Serikat terjangkit infeksi langka di mana cacing parasit bersarang di matanya.

Seperti dilansir dari Live Science, cacing tersebut biasanya menginfeksi sapi. Menurut laporan baru kasus tersebut, yang diterbitkan 22 Oktober dalam jurnal Clinical Infectious Diseases, wanita tersebut adalah orang kedua yang diketahui mengidap infeksi yang sama.

Infeksi berawal pada Maret 2018 lalu. Dia merasa iritasi di mata kanannya dan dengan demikian menyiram matanya dengan air keran. Saat itulah cacing berukuran 13 cm menggeliat keluar.

Wanita berusia 68 tahun itu kemudian melihat lebih dekat di matanya dan menemukan cacing lainnya.

Keesokan harinya, wanita itu langsung pergi ke dokter mata di Monterey, California. Pihak medis pun mengambil cacing gelang ketiga (juga dikenal sebagai nematoda) dari mata wanita itu.

Untuk menghilangkan cacing sampai tuntas, dokter mengatakan padanya untuk terus menyiram mata dengan air suling, yakni air yang memiliki tingkat kemurnian tinggi. Ia juga diberi obat topikal untuk mencegah infeksi bakteri.

Sampel cacing itu diawetkan dikirim ke Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, di mana para peneliti menentukan bahwa wanita itu terinfeksi spesies cacing mata bernama Thelazia gulosa.

Hanya satu kasus manusia lain dari T. gulosa yang pernah dilaporkan, yakni pada seorang wanita Oregon berusia 26 tahun yang terinfeksi pada Agustus 2016. Cacing itu biasanya menginfeksi ternak dan dibawa oleh lalat jenis tertentu yang mengonsumsi cairan mata.

Dokter tidak tahu pasti bagaimana wanita asal ini Nebraska terkena infeksi. Tetapi dia mengatakan kepada dokter bahwa ia adalah pelari jejak. Dia dengan jelas mengingat lintasan tertentu di Lembah Carmel pada Februari 2018 di mana dia mengitari tikungan jalan curam dan berlari ke kerumunan lalat.

Ilustrasi mata. (pixabay/Skitterphoto)
Ilustrasi mata. (pixabay/Skitterphoto)

Dia ingat mengusir lalat dari wajahnya dan mengeluarkannya dari mulutnya. Hal itu mungkin menjadi awal mula ia terinfeksi.

Untungnya, setelah wanita itu mengairi matanya selama dua minggu, tak ada lagi cacing ditemukan saat pemeriksaan berikutnya.

Spesies cacing parasit ini telah diketahui menginfeksi sapi di Amerika Utara sejak 1940-an. Tetapi masih belum jelas mengapa dokter baru sekarang melihat kasus manusia, kata laporan itu

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Seorang Pria Meninggal setelah Digigit Serangga, Ternyata Ini Penyebabnya

Seorang Pria Meninggal setelah Digigit Serangga, Ternyata Ini Penyebabnya

Health | Rabu, 06 November 2019 | 20:09 WIB

Dicakar Kucing, Wanita Ini Nyaris Meninggal karena Infeksi Bakteri

Dicakar Kucing, Wanita Ini Nyaris Meninggal karena Infeksi Bakteri

Health | Selasa, 05 November 2019 | 15:06 WIB

Nekat Tato Mata Jadi Biru, Wanita ini Alami Kebutaan Total

Nekat Tato Mata Jadi Biru, Wanita ini Alami Kebutaan Total

Health | Selasa, 05 November 2019 | 12:51 WIB

Terkini

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Health | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:43 WIB

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:11 WIB

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB