Hubungan Seksual Threesome Wajar atau Tidak? Begini Pandangan Seksolog

Jum'at, 08 November 2019 | 15:25 WIB
Hubungan Seksual Threesome Wajar atau Tidak? Begini Pandangan Seksolog
Ilustrasi hubungan seksual (Shutterstock).

Suara.com - Kasus hubungan seksual threesome kembali terjadi di Indonesia. Kali ini melibatkan oknum guru honorer berinisial SND (29) dan anak didiknya di Buleleng, Bali.

Pelaku SND yang merupakan guru SMK dan kekasihnya AAPW (36) seorang pegawai honorer Pemkab Buleleng membujuk siswinya melakukan threesome dengan iming-iming akan dibelikan baju.

Berdasarkan keterangan polisi, praktik threesome ini bermula dari permintaan kekasih SND yang minta dicarikan seorang siswi untuk merealisasikan bertiga. Pelaku AAPW menginginkan hubungan seksual threesome setelah menonton video porno di internet.

"Pelaku pria membujuk pelaku wanita untuk mencarikan salah satu siswi. Korban awalnya tidak mau, akhirnya dengan bujuk rayu korban mau menemani ke kos," ujar Vicky seperti diberitakan Beritabali.com-jaringan Suara.com.

Kasus threesome yang dilakukan oleh tiga orang ini bukan pertama kalinya terjadi di Indonesia. Menurut pandangan dr. Made Oka Negara dari Asosiasi Seksologi Indonesia, threesome termasuk bentuk variasi seksual untuk mencoba hal baru atau mengatasi kejenuhan seksual pada pasangan.

Namun, seksolog tersebut menyebutkan bahwa hubungan seks threesome harusnya bukan selalu menjadi pilihan ketika pasangan mengalami kejenuhan. Ia mengatakan semestinya orang berusaha mencari cara lain untuk mengatasi kejenuhan, seperti mengubah penampilan pasangan atau lainnya.

Ilustrasi threesome. [Shutterstock]
Ilustrasi threesome. [Shutterstock]

"Tentu saja sebaiknya yang dipikir pertama bukanlah pasangan kita diganti dengan pasangan yang baru. Tetapi mencoba merubah pasangan kita untuk kembali lebih bergairah, menjadi lebih menarik, menjadi lebih segar, menjadi lebih bersemangat, sehingga romantisme seksual yang selama ini meredup, akan dapat menyala kembali dengan penuh luapan gairah, seperti di awal pertemuan, atau malah bisa lebih dari itu" terangnya ketika dihubungi oleh Suara.com, Jumat (8/11/2019).

Di sisi lain, dr. Made Oka juga tidak mengategorikan praktik threesome ini sebagai bentuk penyimpangan seksual (parafilia). Pihaknya juga menyebut praktik ini tidak wajar jika dilakukan dengan melibatkan dan memaksa orang lain.

Ilustrasi. (Shutterstock)
Ilustrasi. (Shutterstock)

"Threesome bukan penyimpangan seksual (parafilia). Hanya saja menjadi tidak wajar karena sering kali dilakukan melibatkan orang lain secara terpaksa. Dan variasi seperti ini belum dapat diterima masyarakat umum," jelasnya.

Baca Juga: Bukan Sayur dan Buah, Ini Menu MPASI yang Tepat Menurut Pakar

Dr. Made Oka juga menegaskan bahwa praktik threesome memiliki tingkat risiko yang sama dengan hubungan seksual tidak setia, yakni risiko medis hingga risiko psikososial. Sehingga seseorang sangat perlu memahami risikonya sebelum melakukan threesome.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI