Peneliti Temukan HIV Jenis Baru

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Jum'at, 08 November 2019 | 19:55 WIB
Peneliti Temukan HIV Jenis Baru
Ilustrasi virus HIV. (Shutterstock)

Suara.com - Setelah tahun 2000 atau 19 tahun berlalu, akhirnya para peneliti berhasil mengidentifikasi jenis virus HIV baru. Virus ini berjenis subtipe HIV M dan telah ditetapkan sejak pergantian abad 21.

Virus jenis baru ini bertanggungjawab atas wabah global yang terjadi di Republik Demokratik Kongo (DRC) di Afrika. Menurut peneliti, penemuan baru ini bisa membantu peneliti untuk mengidentifikasi virus yang bermutasi.

Penemuan ini juga artinya peneliti selangkah lebih maju dalam mencegah epidemik atau virus baru dalam kategori HIV. Sebelumnya, peneliti dibuat bingung karena tidak bisa mengidentifikasi virus subtipe baru, padahal sudah ada tiga kasus yang ditemukan.

Dua sampel pertama dari virus HIV-1 M baru untuk subtipe L ditemukan di DRC pada 1980-an dan 1990-an. Lalu yang ketiga ditemukan pada 2001, yang cukup menyulitkan pada saat itu karena sedikitnya jumlah virus yang ditemukan dalam sampel, sekaligus teknologi yang ada pada saat itu belum mumpuni.

Penemuan ini dibukukan dan diterbitkan dalam Juornal of Acquired Immune Deficiency Syndromes (JAIDS). Carole McArthur, Profesor Departemen Ilmu Lisan dan Kraniofasial, University of Missouri, Kansas City, menyebut kini sudah tidak bisa lagi mengidentifikasi virus hanya dari satu lokasi.

“Penemuan ini mengingatkan kita bahwa untuk mengakhiri wabah HIV, kita harus terus mengidentifikasi virus yang terus berubah ini dan menggunakan kemajuan teknologi terbaru dan sumber daya pikir untuk memantau evolusinya," ungkap McArthur mengutip laman Metro, Jumat (8/11/2019).

Teknologi sekuensing genom terbaru memungkinkan para peneliti untuk melihat seluruh genom dengan kecepatan tinggi sekaligus dengan biaya lebih rendah. Teknologi ini pun dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

Sepertinya, para ilmuwan mengembangkan dan menerapkan teknik-teknik baru untuk membantu mempersempit bagian virus dari sampel agar bisa seutuhnya melihat genom. Tapi tenang, proses pembelahan atau strain HIV-1 M baru tidak akan mengubah cara HIV didgnosis atau diobati.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Beralasan Terlalu Miskin, Dokter Ini Menginfeksi Ratusan Anak dengan HIV

Beralasan Terlalu Miskin, Dokter Ini Menginfeksi Ratusan Anak dengan HIV

Health | Kamis, 31 Oktober 2019 | 13:23 WIB

Bahaya Kawat Gigi Palsu, Rentan Infeksi Bakteri hingga Tertular HIV

Bahaya Kawat Gigi Palsu, Rentan Infeksi Bakteri hingga Tertular HIV

Health | Selasa, 15 Oktober 2019 | 11:45 WIB

Orangtua Kurung Bocah Pengidap AIDS hingga Tewas, Permintaannya Bikin Sedih

Orangtua Kurung Bocah Pengidap AIDS hingga Tewas, Permintaannya Bikin Sedih

News | Selasa, 08 Oktober 2019 | 15:01 WIB

Terkini

Tergiur Cuan Instan di Telegram, Bendahara RW di Malang Serahkan Rp126 Juta Kas Warga ke Penipu

Tergiur Cuan Instan di Telegram, Bendahara RW di Malang Serahkan Rp126 Juta Kas Warga ke Penipu

Malang | Rabu, 02 September 2026 | 10:03 WIB

Cinta yang Tumbuh di Tanah Suci: Menyusuri Sabar dalam Asmara di Atas Haram

Cinta yang Tumbuh di Tanah Suci: Menyusuri Sabar dalam Asmara di Atas Haram

Your Say | Rabu, 02 September 2026 | 10:00 WIB

Mimpi Potong Rambut, Apakah Pertanda Baik? Intip Maknanya

Mimpi Potong Rambut, Apakah Pertanda Baik? Intip Maknanya

Lifestyle | Rabu, 02 September 2026 | 09:55 WIB

4 Tinted Sunscreen SPF 50 Buat Outdoor, Bikin Pori dan PIH Tersamarkan

4 Tinted Sunscreen SPF 50 Buat Outdoor, Bikin Pori dan PIH Tersamarkan

Your Say | Rabu, 02 September 2026 | 09:53 WIB

Ulasan Novel Hospital Cafe, Langkah Berani Untuk Bahagia Kembali

Ulasan Novel Hospital Cafe, Langkah Berani Untuk Bahagia Kembali

Your Say | Rabu, 02 September 2026 | 09:48 WIB

BLU Batu Bara Jangan Bikin Ganggu Operasional Pembangkit

BLU Batu Bara Jangan Bikin Ganggu Operasional Pembangkit

Bisnis | Rabu, 02 September 2026 | 09:40 WIB

Samsung Galaxy S26 FE Diperkenalkan, Dilengkapi Fitur Flagship

Samsung Galaxy S26 FE Diperkenalkan, Dilengkapi Fitur Flagship

Tekno | Rabu, 02 September 2026 | 09:38 WIB

Aksi di Simpang Gramedia Jogja Diwarnai Saling Dorong, Peserta Aksi hingga Polisi Terluka

Aksi di Simpang Gramedia Jogja Diwarnai Saling Dorong, Peserta Aksi hingga Polisi Terluka

Jogja | Rabu, 02 September 2026 | 09:37 WIB

Dolar AS Beri Tekanan ke Rupiah, Menuju Level Rp17.773

Dolar AS Beri Tekanan ke Rupiah, Menuju Level Rp17.773

Bisnis | Rabu, 02 September 2026 | 09:30 WIB

Emas Antam Lagi Diobral, Harganya Jatuh ke Level Rp2.624.000/Gram

Emas Antam Lagi Diobral, Harganya Jatuh ke Level Rp2.624.000/Gram

Bisnis | Rabu, 02 September 2026 | 09:29 WIB

×