Ayah Marshanda Gangguan Bipolar dengan Ciri Psikotik, Apa Itu?

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Minggu, 10 November 2019 | 16:11 WIB
Ayah Marshanda Gangguan Bipolar dengan Ciri Psikotik, Apa Itu?
Marshanda [Suara.com/Yuliani]

Suara.com - Beberapa tahun lalu kabar tentang ayah Marshanda yang dijaring oleh petugas P3S karena dituding mengemis sempat menghebohkan publik.

Marshanda yang selama ini diam mengenai kondisi detail ayahnya pun akhirnya mulai buka suara. Marshanda mengatakan bahwa ayahnya memiliki masalah kesehatan mental yang sama dengan dirinya.

Berdasarkan ceritanya, sang ayah juag menderita bipolar dengan gejala psikotik. Penyakit mental ayahnya itulah yang akhirnya menurun ke Marshanda.

Karena itulah, Marshanda justru merasa ayahnya yang telah membuatnya menjadi superwoman meski memiliki masalah mental bipolar.

"Karena papahku itu dianggap remeh sama banyak orang, karena dia punya penyakit mental. Papah pernah didiagnosa sama dokter aku yang dulu. Papah juga didiagnosa bipolar dengan ciri psikotik," kata Marshanda dalam acara Q&A Metro TV, Minggu (27/10/2019).

Gangguan bipolar adalah gangguan suasana hati yang membuat penderitanya mengalami perubahan mood yang ekstrem. Kondisi inilah yang memicu terjadinya psikosis, yakni mengacu pada pandangan realitas yang tidak berhubungan.

Marshanda [Instagram]
Marshanda [Instagram]

Penderita bipolar bisa mengalami episode manik, depresi dan psikosis Tetapi, tidak semua penderita gangguan bipolar akan mengalami episode psikosis.

Melansir dari Medical News Today, episode psikosis ini bisa terjadi pada pasien gangguan bipolar, skizofrenia, beberapa jenis demensia dan kondisi lainnya.

Episode psikosis atau yang dikenal dengan psikotik ini bisa membuat penderita mengalami halusinasi, delusi, kebingungan atau pikiran terganggu, kurangnya wawasan dan kesadaran diri.

Psikosis bipolar bisa terjadi ketika seseorang mengalami episode manik berat (kesenangan berlebih) atau depresi yang bersamaan dengan gejala psikotik dan halusinasi.

Selama fase manik, seseorang mungkin percaya bahwa ia memiliki kekuatan khusus. Psikosis jenis ini dapat menyebabkan perilaku sembrono atau berbahaya.

Jika psikosis bipolar terjadi selama periode rendah atau episode depresi, individu tersebut mungkin percaya bahwa seseorang berusaha untuk menyakiti mereka, atau mereka sendiri telah melakukan suatu kesalahan.

Keyakinan ini dapat memicu perasaan amarah yang ekstrem, kesedihan, atau ketakutan pada orang tersebut.

Umumnya, psikosis bipolar hanya berlangsung selama periode waktu yang singkat. Namun, seseorang yang mengalami episode psikosis bipolar akan kembali ke keadaan normal dengan pengobatan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Minta Nenek Iroh Doakan Puterinya, Marshanda Menangis Kangen Sieena

Minta Nenek Iroh Doakan Puterinya, Marshanda Menangis Kangen Sieena

Entertainment | Selasa, 29 Oktober 2019 | 16:51 WIB

Gaya Marshanda Pakai Blazer Cape, Netizen: Nggak Pakai Bra Ya?

Gaya Marshanda Pakai Blazer Cape, Netizen: Nggak Pakai Bra Ya?

Lifestyle | Jum'at, 25 Oktober 2019 | 15:29 WIB

5 Top Kesehatan: Kontroversi dr Terawan dan Nikita Mirzani Dibilang Bipolar

5 Top Kesehatan: Kontroversi dr Terawan dan Nikita Mirzani Dibilang Bipolar

Health | Jum'at, 25 Oktober 2019 | 07:55 WIB

Terkini

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:00 WIB