Prediksi WHO: Angka Kejadian Diabetes Melonjak 21,3 Juta Jiwa pada 2040

Vania Rossa
Prediksi WHO: Angka Kejadian Diabetes Melonjak 21,3 Juta Jiwa pada 2040
Ilustrasi diabetes. (Shutterstock)

Terlebih, kalau angka diabetes yang ada saat ini tidak ditangani dengan baik.

Suara.com - Saat ini diabetes masih menjadi momok yang perlu dilawan dan dicegah secara serius oleh masyarakat. Bukan hanya jumlahnya yang semakin tinggi di Indonesia, usia penderita diabetes, khususnya diabetes tipe 2, juga sudah semakin muda dalam beberapa tahun terakhir.

Berdasarkan data Riskesdas 2013, 90% dari total kasus diabetes merupakan diabetes tipe 2, yang umumnya terjadi pada orang dewasa. Namun yang mengejutkan, beberapa tahun terakhir makin banyak ditemukan kasus pada usia dewasa muda di bawah 30 tahun, bahkan pada anak-anak dan remaja.

Menurut dr. Dante Saksono, SpPD-KEMD, PhD, Kepala Divisi Metabolik-Endokrin Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM, hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan yang tepat terkait pencegahan diabetes di keluarga. Ditambah lagi anak-anak yang suka jajan makan kurang sehat dan tinggi gula serta kurang aktivitas fisik, sehingga mengakibatkan anak berpotensi memiliki berat badan berlebih atau obesitas yang membuat mereka makin berisiko menderita diabetes.

Senam Sehat #Hands4Diabetes 2019. (Dok. Tropicana Slim)
Senam Sehat #Hands4Diabetes 2019. (Dok. Tropicana Slim)

Itu sebabnya, sekaligus untuk menyemarakkan World Diabetes Day (Hari Diabetes Sedunia), tahun ini, Tropicana Slim kembali mengajak keluarga Indonesia cegah dan lawan diabetes melalui kampanye #Hands4Diabetes yang sudah memasuki tahun keenam. Mengangkat tema “Keluarga dan Diabetes”, kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat Indonesia bahwa setiap anggota keluarga memiliki peran besar untuk pencegahan diabetes, sekaligus mendukung anggota keluarga yang telah menyandang diabetes.

Bersamaan dengan itu, dirilis pula video Senam Keluarga Lawan Diabetes dapat diunduh di YouTube Tropicana Slim. Menurut Noviana Halim, selaku Tropicana Slim Brand Manager ketika ditemui Minggu (10/11/2019), hal ini sesuai arahan American Diabetes Association pada jurnal Diabetes Care yang menyebut kombinasi latihan aerobik dan latihan resisten lebih efektif memperbaiki sensitivitas insulin sehingga gula darah tetap stabil bagi diabetisi. "Tentunya, tidak lupa sambil diiringi dengan membatasi asupan gula tiap hari, agar diabetes jauh dari kita dan keluarga," katanya.

“Inilah mengapa edukasi terkait diabetes sejak dini sangat penting di keluarga, baik kepada ayah, ibu, maupun anak, agar seluruh anggota keluarga Indonesia bisa sadar dan tahu cara yang tepat mencegah dan melawan diabetes. Jangan sampai prediksi World Health Organization (WHO) menjadi kenyataan, yang menyebut angka kejadian diabetes diprediksi akan melonjak hingga 21,3 juta jiwa pada 2040," tambah dr. Dante.

Dukungan seluruh keluarga sangat diperlukan bagi anggota keluarga yang sudah menyandang diabetes, seperti mengantarkan berobat, mengingatkan untuk selalu minum obat dan menyediakan makanan sehat, sehingga kadar gula darah dapat terkontrol baik dan penderita diabetes dapat terhindar dari komplikasi-komplikasi yang mengancam nyawa maupun menurunkan kualitas hidup. (Aflaha Rizal)

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS