Termasuk Penyimpangan Seksual, Ketahui Lebih Banyak Soal Ekshibisionisme

M. Reza Sulaiman

Rabu, 20 November 2019 | 15:07 WIB
Termasuk Penyimpangan Seksual, Ketahui Lebih Banyak Soal Ekshibisionisme
Ekshibisionisme termasuk gangguan jiwa. (Shutterstock)

Suara.com - Termasuk Penyimpangan Seksual, Ketahui Lebih Banyak Soal Ekshibisionisme

Ekshibisionisme sedang ramai dibahas di media sosial dan internet, terkait dengan teror pelemparan sperma di Tasikmalaya. Lalu, apa sih sebenarnya ekshibisionisme itu?

dr Alvina SpKJ, pakar kesehatan jiwa dari RS Awal Bros Bekasi Barat, mengatakan ekshibisionisme adalah penyimpangan seksual (sexual deviation) yang ditandai dengan adanya perilaku memperlihatkan alat kelamin seseorang pada orang asing.

Perilaku ini dilatar belakangi dengan adanya fantasi seksual dan dorongan seksual yang kuat yang terjadi dalam periode waktu enam bulan.

"Sama seperti gangguan jiwa lainnnya, kondisi ini bisa terjadi karena interaksi faktor biologis (seperti gen), psikologis (kondisi psikologis orang tersebut), dan sosial (seperti pola asuh dan lingkungan)," ujar dr Alvina, dalam keterangan yang diterima Suara.com, Rabu (20/11/2019).

Ia menjelaskan bahwa ekshibisionisme memiliki dampak berkelanjutan. Pengidap ekshibisionisme mungkin mengalami kepuasaan seksual usai melakukan aksinya, namun hanya sesaat. Setelah itu ia akan merasa bersalah dan menarik diri dari pergaulan sosial.

Namun hal ini tak bisa membuatnya menahan diri untuk tidak lagi melakukan hal tersebut. Inilah mengapa ekshibisionisme dikategorikan sebagai penyimpangan.

Ekshibisionis dapat melakukan tindakan berulang jika mereka tidak melakukan terapi yang adekuat. Biasanya, terapi dilakukan dengan memadukan obat dengan psikoterapi. Pengobatan harus diakukan menyeluruh untuk mengetahui apakah terdapat gangguan jiwa lain yang juga tentunya memerlukan terapi lanjutan.

"Perlu diperhatikan bahwa orang dengan ekshibisionisme adalah orang yang mengalami gangguan kesehatan jiwa atau mental yang memerlukan pertolongan secara medis. Hendaknya kita memandang orang-orang tersebut secara objektif," ujar Alvina lagi.

baca juga

Jika Anda bertemu dengan orang yang memperlihatkan alat kelaminnya, sebisa mungkin abaikan dan menjauh dari orang tersebut. Bila timbul perasaan tidak nyaman yang menetap setelah bertemu dengan orang yang menunjukkan ciri-ciri ekshibisionis, Anda bisa mencari bantuan profesional (psikolog/psikiater) untuk berkonsultasi lebih lanjut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tertinggi di Asia, 31 Persen Remaja di Jakarta Kecanduan Internet

Tertinggi di Asia, 31 Persen Remaja di Jakarta Kecanduan Internet

Health | Rabu, 20 November 2019 | 06:05 WIB

Geger! Lelaki Cabul Teror Wanita di Tasikmalaya Pakai Sperma

Geger! Lelaki Cabul Teror Wanita di Tasikmalaya Pakai Sperma

Jabar | Senin, 18 November 2019 | 10:34 WIB

Bukan Dipasung, Ini Cara Terbaik Dukung Pasien Gangguan Jiwa

Bukan Dipasung, Ini Cara Terbaik Dukung Pasien Gangguan Jiwa

Health | Kamis, 14 November 2019 | 11:08 WIB

Terkini

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Health | Senin, 06 Juli 2026 | 16:40 WIB

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Health | Sabtu, 04 Juli 2026 | 14:00 WIB

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:05 WIB

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:18 WIB

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:46 WIB

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:42 WIB

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:13 WIB

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 07:35 WIB

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:10 WIB

×