Waspadai 6 Penyakit Lain yang Muncul Akibat Idap Penyakit Paru Kronis

Ade Indra Kusuma, Risna Halidi

Rabu, 27 November 2019 | 07:05 WIB
Waspadai 6 Penyakit Lain yang Muncul Akibat Idap Penyakit Paru Kronis
Waspadai 6 Penyakit yang Muncul Akibat Idap Penyakit Paru (Shutterstock)

Suara.com - Waspadai 6 Penyakit Lain yang Muncul Akibat Idap Penyakit Paru Kronis.

Penyakit Paru Obstruktif Kronis atau PPOK merupakan penyakit yang umumnya dapat dicegah dengan gejala seperti batuk berlendir, napas pendek, dan sesak napas, serta cepat lelah yang timbul akibat menghirup gas dan partikel berbahaya.

Karena kualitas organ paru yang menurun seiring berkembangnya waktu akibat PPOK, seorang pasien PPOK ternyata memiliki risiko terkena penyakit penyerta atau komorbid lainnya.

Dijelaskan oleh Prof. Dr. dr. Faisal Yunus Sp.P(K) saat ditemui dalam acara konferensi pers menyambut Hari Penyakit Obstruktif Kronik Sedunia, di kantor PDPI, Jakarta Timur, berikut adalah enam penyakit penyerta yang mengintai pasien PPOK.

Ilustrasi pneumonia [shutterstock]
Ilustrasi pneumonia [shutterstock]

1.  Penyakit Kardiovaskuler

Penyakit kardiovaskuler merupakan masalah jantung yang mencakup masalah pembuluh, struktur hingga pembekuan darah.

Bentuknya beragam bisa dari arteri koroner, henti jantung hingga tekanan darah tinggi. Menurut Profesor Faisal, orang yang mengidap PPOK memiliki risiko masalah kardiovaskuler yang tinggi apalagi bagi mereka yang terkena PPOK akibat dari merokok.

2.  Osteoporosis

Osteoporosis atau masalah tulang lemah dan rapuh juga mengintai pasien PPOK. "Itu terjadi karena inflamasi bukan hanya pada paru tetapi juga sistemik seluruh tubuh termasuk ke tulang," tambah Profesor Faisal.

baca juga

3.  Kanker Paru

Sama seperti kardiovaskuler, kanker paru juga mengintai para pasien PPOK terutama mereka yang merokok. "Malangnya ada orang yang dapat penyakit dua-duanya PPOK dan kanker paru."

4.  Gerd

Gerd atau penyakit refluks gastroesofagus merupakan penyakit pencernaan di mana asam lambung atau empedu mengiritasi lapisan dalam saluran makanan. Ini biasanya terjadi karena faktor merokok dan konsumsi obat yang tidak tepat. Menurut Profesor Faisal, pasien PPOK memiliki risiko terkena masalah Gerd sampai 40 persen.

5.  Gangguan Depresi

Bukan hanya merusak secara fisik, PPOK juga dapat memicu penyakit  mental pada pasien seperti gangguan depresi. Bahkan lewat dua penelitian yang sudah dilakukan, risiko gangguan depresi pada pasien PPOK berkisar antara 25-30 persen.

6.  Sindrom Metabolik

Sindrom metabolik merupakan kondisi yang meningkatkan seseorang berisiko terkena penyakit jantung, stroke dan diabetes. Masalah ini juga menjadi ancaman nyata bagi pasien PPOK. "Sindrom metabolik seperti radang pada kelenjar pankreas yang kemudian berisiko diabetes dapat mengintai pasien PPOK," tambahnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rusak akibat Vaping, Remaja Ini Perlu Transplantasi Paru-Paru Ganda

Rusak akibat Vaping, Remaja Ini Perlu Transplantasi Paru-Paru Ganda

Health | Rabu, 13 November 2019 | 09:20 WIB

Viral Balita Isap Vape, Padahal Risikonya Berbahaya!

Viral Balita Isap Vape, Padahal Risikonya Berbahaya!

Health | Minggu, 20 Oktober 2019 | 17:15 WIB

77 Persen Pemakai Rokok Elektrik di AS Disebut Pakai Liquid Berbahan Ganja

77 Persen Pemakai Rokok Elektrik di AS Disebut Pakai Liquid Berbahan Ganja

Health | Selasa, 01 Oktober 2019 | 08:24 WIB

Terkini

Spektakuler! Mahasiswa Baru IPB University Torehkan Rekor MURI dengan 74 Formasi

Spektakuler! Mahasiswa Baru IPB University Torehkan Rekor MURI dengan 74 Formasi

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 19:29 WIB

Banyak Warga Israel Buka Bisnis di Bali? Ini Respons Gubernur Koster

Banyak Warga Israel Buka Bisnis di Bali? Ini Respons Gubernur Koster

Bali | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 19:29 WIB

21 Kantong Parkir Disiapkan, Tarif Rp8 Transportasi Umum Jakarta di Hari Kemerdekaan

21 Kantong Parkir Disiapkan, Tarif Rp8 Transportasi Umum Jakarta di Hari Kemerdekaan

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 19:28 WIB

Transfer ke Daerah di RAPBN 2027 Naik 5,5 Persen

Transfer ke Daerah di RAPBN 2027 Naik 5,5 Persen

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 19:26 WIB

Perkuat Kepatuhan Badan Usaha, BPJS Kesehatan Dorong Pemanfaatan Ekosistem OSS

Perkuat Kepatuhan Badan Usaha, BPJS Kesehatan Dorong Pemanfaatan Ekosistem OSS

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 19:21 WIB

Danantara Sudah Tutup 260 BUMN

Danantara Sudah Tutup 260 BUMN

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 19:19 WIB

Dentuman Sound Horeg di Kuburan dan Masjid: Hiburan atau Sudah Kelewat Batas?

Dentuman Sound Horeg di Kuburan dan Masjid: Hiburan atau Sudah Kelewat Batas?

Your Say | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 19:15 WIB

Belanja Daerah Capai Rp538,5 Triliun Hingga Juli 2026, Kebanyakan Bayar Gaji

Belanja Daerah Capai Rp538,5 Triliun Hingga Juli 2026, Kebanyakan Bayar Gaji

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 19:14 WIB

Spesial Agustus, BRI Tebar Promo Spesial Diskon di Raja Susu

Spesial Agustus, BRI Tebar Promo Spesial Diskon di Raja Susu

Bri | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 19:09 WIB

8 Cara Mengatasi Cushion yang Terasa Terlalu Pekat atau Terlalu Cair

8 Cara Mengatasi Cushion yang Terasa Terlalu Pekat atau Terlalu Cair

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 19:05 WIB

×