Viral Balita Isap Vape, Padahal Risikonya Berbahaya!

Vika Widiastuti | Rosiana Chozanah
Viral Balita Isap Vape, Padahal Risikonya Berbahaya!
Vape, Salah Satu Produk Tembakau Alternatif. (Shutterstock)

Profesor Martin McKee dari London School of Hygiene dan Tropical Medicine, mengatakan nikotin di dalam rokok elektrik juga berbahaya.

Suara.com - Pakar kesehatan sedang meneliti kandungan vape yang dapat menyebabkan kerusakan paru-paru.

Bahkan, dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Cancer Prevention Research pada Rabu (16/10/2019) menunjukkan paru-paru perokok vape akan tetap meradang walau hanya melakukannya dalam waktu satu bulan.

Masih berkaitan dengan vape, beberapa waktu yang lalu sempat viral video seorang balita yang dengan lihainya merokok rokok elektrik tersebut.

Tidak diketahui identitas sang balita, tetapi sudah pasti bayi tersebut berasal dari Asia.

"Ini merupakan suatu kejadian yang menyedihkan.

Adakah kita mau perkara seperti ini dianggap perkara biasa? Adakah kita mau mempertaruhkan masa depan mereka?

Sayangi keluarga kita.. sayangi anak-anak kita... #stopvaping #stopsmoking," cuit akun @khairul_hafidz pada Jumat (18/10/2019).

Ilustrasi rokok elektrik (Shutterstock).
Ilustrasi rokok elektrik (Shutterstock).

Seperti yang disebutkan Hafidz, hal ini tentu menyedihkan mengingat vape memiliki dampak buruk terhadap kesehatan paru-paru.

Meski belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan vape berbahaya, apakah racun atau zat tertentu yang diserap oleh vape, namun sudah ada beberapa kasus penyakit paru-paru terkait penggunaan vape.

Seperti yang dikatakan oleh Profesor Martin McKee dari London School of Hygiene dan Tropical Medicine, bahwa nikotin di dalam rokok elektrik juga berbahaya.

"Nikotin dalam e-rokok bukanlah obat yang tidak berbahaya dan kemudian ada semua hal lain seperti penyedap yang diirup," ia memperingatkan.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS