Musim Hujan, Cek Penyebaran Kasus DBD Lewat Aplikasi Buatan FKUI

M. Reza Sulaiman

Kamis, 28 November 2019 | 19:32 WIB
Musim Hujan, Cek Penyebaran Kasus DBD Lewat Aplikasi Buatan FKUI
Nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus yang menularkan virus dengue. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Musim Hujan, Cek Penyebaran Kasus DBD Lewat Aplikasi Buatan FKUI

Demam berdarah dengue (DBD) mengintai warga DKI Jakarta memasuki musim hujan. Pada tahun 2018, tercatat kasus DBD di DKI Jakarta mencapai 3.000 kasus.

Berangkat dari permasalahan tersebut, Tim Pengabdian Masyarakat (Pengmas) yang terdiri atas 2 dosen serta 3 mahasiswa dari Departemen Ilmu Kedokteran Komunitas FKUI menciptakan aplikasi bernama Healthpoint atau disingkat HP Kader. Aplikasi ini mampu mengidentifikasi wilayah mana saja yang berisiko tinggi kasus DBD sehingga dapat dilakukan upaya pencegahan dengan maksimal.

Untuk mengoptimalkan penggunaan aplikasi tersebut, Tim Pengmas FKUI menggelar sosialisasi penggunaan aplikasi Healthpoint beberapa waktu lalu di Kantor Lurah Bungur, Jakarta Pusat. Acara ini terselenggara atas kerja sama antara Klinik Dokter Keluarga Kiara FKUI dengan Kelurahan Bungur yang dihadiri oleh 30 Kader Jumantik.

Kader Jumatik atau Juru Pemantau Jentik merupakan relawan yang melakukan upaya pencegahan DBD dengan memberantas sarang nyamuk setiap minggu di wilayah RT masing-masing. Kader Jumantik kerap mendatangi rumah-rumah warga untuk memeriksa setiap wadah, apakah mengandung jentik nyamuk atau tidak.

Kader ini akan mencatat dan melaporkan hasil pemantauannya kepada koordinator kader yang kemudian mengirimkan rekapan laporan kepada Puskesmas. Selama ini, proses pemantauan dilakukan secara manual dengan menggunakan kertas, sehingga tidak dapat segera terlihat area mana yang berisiko terhadap DBD.

"Kami berinisiatif menciptakan aplikasi Healthpoint yang diharapkan dapat memudahkan pencatatan data lapangan. Aplikasi HP Kader dapat diunduh pada smartphone berbasis android dan dapat diakses dengan mudah. Para kader dapat memasukkan data jumlah wadah yang diperiksa, jumlah wadah yang mengandung jentik nyamuk, dan menyertakan bukti foto wadah yang diperiksa dengan mengunggahnya ke dalam sistem aplikasi. Selain itu, tiap lokasi yang didatangi oleh kader akan terekam lokasinya dalam koordinat global positioning system (GPS) sehingga petugas Puskesmas dapat mengidentifikasi area yang memiliki angka bebas jentik yang rendah dan kemudian menindaklanjutinya," ujar perwakilan dari Tim Pengmas FKUI dr. Levina Chandra Khoe, MPH, dalam siaran pers yang diterima Suara.com.

Aplikasi Healthpoint buatan FKUI untuk cek kasus DBD. (Dok. FKUI)
Aplikasi Healthpoint buatan FKUI untuk cek kasus DBD. (Dok. FKUI)

Tim Pengmas FKUI yang terdiri dari drg. Agus Sugiharto, MARS, dr. Levina Chandra Khoe, MPH, dr. Muhammad Aji Muharrom, dr. Dani Muhamad Trianto, dan Reza Haryo Yudanto menjelaskan langkah-langkah penggunaan aplikasi Healthpoint dimulai dari login hingga memasukkan data rumah yang dikunjungi, mengunggah foto, hingga mendapatkan rekapan laporan rumah yang dikunjungi.

Kader Jumantik dapat langsung mencetak laporan tersebut untuk diberikan kepada koordinator kader.

baca juga

"Dengan adanya aplikasi ini, kader dapat lebih mudah dalam memasukkan data dan menghasilkan laporan; sementara dari sisi petugas Puskesmas, aplikasi ini akan memudahkan pemetaan wilayah yang berisiko terhadap DBD," tutup dr. Levina.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PBB Bakal Coba Berantas Nyamuk Demam Berdarah dengan Nuklir

PBB Bakal Coba Berantas Nyamuk Demam Berdarah dengan Nuklir

Health | Selasa, 19 November 2019 | 12:00 WIB

Kasus Baru, Pria Tertular DBD Usai Berhubungan Intim dengan Pasangannya

Kasus Baru, Pria Tertular DBD Usai Berhubungan Intim dengan Pasangannya

Health | Minggu, 10 November 2019 | 07:42 WIB

Keren, IMuseum FKUI Dapat Penghargaan Museum Cerdas

Keren, IMuseum FKUI Dapat Penghargaan Museum Cerdas

Lifestyle | Rabu, 16 Oktober 2019 | 09:48 WIB

Terkini

Ulasan Let Me Be Your Knight: Mengurai Burnout dan Sisi Rapuh Idol K-Pop

Ulasan Let Me Be Your Knight: Mengurai Burnout dan Sisi Rapuh Idol K-Pop

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:10 WIB

OJK: Pasar Modal RI Hadapi Ujian Terbesar Tahun Ini, Semoga Kita Naik Kelas

OJK: Pasar Modal RI Hadapi Ujian Terbesar Tahun Ini, Semoga Kita Naik Kelas

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:10 WIB

Inggris Waspada Pangan, Wamentan Tegaskan Stok Beras RI Aman hingga 10 Bulan

Inggris Waspada Pangan, Wamentan Tegaskan Stok Beras RI Aman hingga 10 Bulan

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:10 WIB

Sinyal Keras MUI Lampung: Siap Ketuk Palu Fatwa Haram Rokok Elektrik Jika Terbukti Membahayakan

Sinyal Keras MUI Lampung: Siap Ketuk Palu Fatwa Haram Rokok Elektrik Jika Terbukti Membahayakan

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:50 WIB

Hujan Ekstrem 349 Milimeter Guyur Cilacap, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah

Hujan Ekstrem 349 Milimeter Guyur Cilacap, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah

Jawa Tengah | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:49 WIB

Warga Dukung Pengusutan Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo, Polda Jateng Jamin Proses Transparan

Warga Dukung Pengusutan Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo, Polda Jateng Jamin Proses Transparan

Jawa Tengah | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:40 WIB

Jangan Lewatkan! ENHYPEN Rilis Jadwal Teaser Single The Sin: Parallel World

Jangan Lewatkan! ENHYPEN Rilis Jadwal Teaser Single The Sin: Parallel World

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:40 WIB

Di Balik Pahitnya Matcha, Ada Ancaman Gula Berlebih yang Bikin Tubuh Menjerit!

Di Balik Pahitnya Matcha, Ada Ancaman Gula Berlebih yang Bikin Tubuh Menjerit!

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:35 WIB

Bisnis Elektronik Nasional Hadapi Tantangan di Tengah Gejolak Ekonomi Dan Pelemahan Rupiah

Bisnis Elektronik Nasional Hadapi Tantangan di Tengah Gejolak Ekonomi Dan Pelemahan Rupiah

Bali | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:31 WIB

Putusan MA soal Ijazah Gibran, Akademisi Kasih Dua Pilihan: Mundur atau Dimakzulkan

Putusan MA soal Ijazah Gibran, Akademisi Kasih Dua Pilihan: Mundur atau Dimakzulkan

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:30 WIB

×