Ternyata Masalah Gangguan Jiwa Bisa Muncul Sekaligus, Ini Sebabnya

Rabu, 04 Desember 2019 | 11:00 WIB
Ternyata Masalah Gangguan Jiwa Bisa Muncul Sekaligus, Ini Sebabnya
Ilustrasi dokter - (Pixabay/rawpixel)

Suara.com - Ternyata Masalah Gangguan Jiwa Bisa Muncul Sekaligus, Ini Sebabnya

Sulit untuk mendapatkan diagnosa, masalah gangguan jiwa sering kali muncul bersamaan. Hal ini berkaitan dengan cara berpikir, perilaku, hingga kondisi kesehatan seseorang secara keseluruhan.

Seorang pasien bahkan dapat memiliki banyak gangguan jiwa sekaligus apabila kondisinya tidak ditangani dengan baik. Lantas, apa saja gangguan jiwa yang bisa muncul bersamaan?

Dalam dunia psikologi, beberapa gangguan jiwa yang muncul secara bersamaan disebut sebagai komorbiditas.

Kondisi ini ternyata umum ditemukan pada pasien masalah kejiwaan, sebagaimana dibuktikan oleh penelitian dalam Journal of Affective Disorders.

Dari sekitar 7.936 pasien yang diteliti, sekitar setengahnya memiliki lebih dari satu gangguan jiwa.

Jenis masalah yang paling umum yakni gangguan mood, gangguan kecemasan, dan gangguan somatoform (gejala fisik akibat gangguan jiwa).

Seseorang bisa memiliki banyak gangguan jiwa sekaligus karena beberapa alasan.

Pertama, beberapa gangguan jiwa memiliki faktor risiko yang sama. Contohnya, orang yang mengalami trauma masa kecil berisiko mengalami gangguan kecemasan, post-traumatic stress disorder (PTSD), depresi, dan sebagainya.

Baca Juga: Riset Psikolog: Kerja Keras, Jurnalis Indonesia Rawan Kena Gangguan Jiwa

Kedua, gangguan jiwa yang diderita bisa menyebabkan gangguan kejiwaan yang lain.

Gangguan obsesif kompulsif mungkin saja memicu kecemasan berlebihan, PTSD yang tidak ditangani dengan baik bisa jadi menyebabkan depresi, dan lain-lain.

Terdapat berbagai jenis gangguan jiwa yang dapat muncul sekaligus. Gangguan jiwa ini bisa muncul secara bersamaan ataupun satu per satu seiring perkembangan kondisi pasien.

Secara umum, berikut gangguan jiwa yang kerap muncul sekaligus diilansir Hello Sehat:

1. Kecanduan dan skizofrenia

Meski tidak secara langsung menyebabkan skizofrenia, kecanduan dapat menjadi salah satu pemicu gejalanya. Penggunaan narkoba khususnya, bahkan bisa memperparah gejala yang sudah ada.

Penderita skizofrenia yang tadinya tidak mengalami kecanduan pun lebih berisiko memiliki ketergantungan terhadap alkohol, rokok, dan narkoba.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI