Kemenkes Akui Wabah di Depok Tingkatkan Prevalensi Hepatitis A di 2019

Ade Indra Kusuma | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Rabu, 04 Desember 2019 | 18:17 WIB
Kemenkes Akui Wabah di Depok Tingkatkan Prevalensi Hepatitis A di 2019
Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI dr. Anung Sugihantono M.Kes [Suara.com/Dini]

Suara.com - Kemenkes Akui Wabah di Depok Tingkatkan Prevalensi Hepatitis A di 2019

Setelah Cilacap Jawa Timur, Indonesia kembali dihebohkan dengan status Kejadian Luar Biasa (KLB) yang ditetapkan Pemkot Depok terhadap wabah Hepatitis A, yang diperkirakan menjangkit 262 orang.

Pada awalnya kejadian virus berasal dari SMPN 20 Depok, Jawa Barat lalu meluas ke luar dari itu. Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI dr. Anung Sugihantono  M.Kes mengatakan hingga kini data menunjukkan sudah ada 171 orang yang positif terjangkit Hepatitis.

"Dari 262 itu yang sudah menunjukkan gejala dan tanda memang kita lakukan Rapid Diagnostic Test sudah ditemukan beberapa yang positif. Dari 262 yang bergejala, 171 dilakukan test yaitu positif IGM dan IGG," ujar Anung dalam konferensi pers di Kemenkes RI, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (4/12/2019).

IGG dan IGM adalah sejenis kategori adanya virus Hepatitis melalui tes darah. Saat darahnya menunjukkan IGM yang dominan maka orang tersebut termasuk kategori baru terinfeksi. Sedangkan jika IGG yang lebih dominan ialah ia sudah lama dan pernah terjangkit beberapa tahun lalu.

Kenali penyebab dan cara pengobatan Hepatitis A. (shutterstock)
Kenali penyebab dan cara pengobatan Hepatitis A. (shutterstock)

Saat awalnya seseorang dari kategori IGG menjadi IGM artinya ia akan kebal seumur hidup dari virus hepatitis. Mengingat virus hepatitis hanya akan menyerang sekali seumur hidup, peluang yang sudah terjangkit hanyalah sembuh atau meninggal.

Mengingat ini kejadian Hepatitis A untuk ketiga kalinya yang menjadi sorotan di Indonesia pada 2019, Anung membenarkan prevalensi Hepatitis A terjadi peningkatan. Tapi catatan belum berakhir mengingat periode 2019 belum usai.

"Prevalensi itu seasonal, tahun ini kejadian cukup banyak. Prevalensi hepatitis tahun ini meningkat dari tahun sebelumnya, tapi belum bisa diketahui karena tahun ini belum berakhir," jelasnya.

Anung mengatkan pada September lalu hepatitis masuk ke Bogor, dengan sudah adanya focal point atau asal virus dari 50 orang. Disinilah Anung meminta masyarakat waspada dan tetap menjalani pola hidup sehat serta menjaga kebersihan.

"Bogor tahun ini sudah ada focal point 50, penyebab virus. Perilaku yang tadi saya sampaikan harus hidup sehat," tuturnya.

"Misalnya sekalipun di sebelah saya hepatitis, tapi ketika melakukan perilaku yang bersih dan hidup sehat nggak akan menular, sendok yang dipakai dicuci yang benar nggak akan menular, kalau benar-benar melakukan itu," tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Demi Efisiensi, Kemenkes Ambil Alih Izin Edar Obat dari BPOM

Demi Efisiensi, Kemenkes Ambil Alih Izin Edar Obat dari BPOM

Video | Sabtu, 30 November 2019 | 19:49 WIB

Kian Menjalar, Pemkot Depok Tingkatkan Status Virus Hepatitis A Jadi KLB

Kian Menjalar, Pemkot Depok Tingkatkan Status Virus Hepatitis A Jadi KLB

Jabar | Sabtu, 30 November 2019 | 00:00 WIB

Musim Hujan Tiba, Ini Penyakit yang Perlu Diwaspadai Menurut Kemenkes

Musim Hujan Tiba, Ini Penyakit yang Perlu Diwaspadai Menurut Kemenkes

Health | Rabu, 27 November 2019 | 18:54 WIB

Terkini

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB