Pencinta Thai Tea, Ketahui Banyaknya Kandungan Gula di Minuman Favoritmu

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Kamis, 05 Desember 2019 | 17:39 WIB
Pencinta Thai Tea, Ketahui Banyaknya Kandungan Gula di Minuman Favoritmu
Minuman thai tea. (Shutterstock)

Suara.com - Thai tea adalah minuman manis dan menyegarkan. Tidak sedikit orang yang menyukainya. Namun nampaknya minuman ini kurang cocok bagi Anda yang sedang menjalani program diet.

Meski tergantu pada cara membuatnya, rata-rata thai tea mengandung banyak gula dan kalori tambahan.

Melansir Livestrong, thai tea terbuat dari seduhan teh Assam yang dicampur susu kental. Star anise atau bunga lawang ditambahkan ke teh untuk memberi rasa manis serta pedas yang unik.

Air jeruk nipis, asam, vanilla dan kayu manis adalah beberapa bahan lain yang dapat digunakan untuk membumbui teh. Pewarna makanan merah dan kuning juga kadang-kadang ditambahkan ke teh untuk memberikan warna oranye yang khas.

Thai tea. (Instagram)
Thai tea. (Instagram)

Berdasarkan penelitian pada Januari 2017 di Food Science & Nutrition, satu porsi thai tea (473 mililiter) mengandung 263 kalori dan 38 gram gula. Studi ini mencatat apabila Anda menambahkan boba dan bahan-bahan lain, tentu akan menambah kandungan kalori hingga 450.

Artinya, satu porsi thai tea dengan boba sudah memenuhi seperempat dari total asupan kalori harian Anda (jika total harian 2000 kalori).

Menurut USDA, thai tea bukan lah sumber nutrisi yang signifikan. Satu-satunya nutrisi yang ditawarkan dalam 236 mililiter thai tea adalah 1,01 gram protein dan 60 miligram kalsium.

Tidak hanya itu, 236 mililiter thai tea juga mengandung 64,8 miligram sodium.

Oleh sebabnya, para pakar memberi peringatan pada pencinta thai tea untuk tidak mengonsumsinya dalam jumlah berlebihan, mengingat obesitas meningkat dan parahnya kondisi yang terkait dengan minuman ini, seperti diabetes, penyakit jantung hingga kanker.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prediksi Tren Camilan 2020, Minuman Boba Masih Mendominasi Pasar?

Prediksi Tren Camilan 2020, Minuman Boba Masih Mendominasi Pasar?

Video | Kamis, 05 Desember 2019 | 06:00 WIB

Prediksi Tren Camilan 2020, Akankah Boba Masih Merajai Pasar?

Prediksi Tren Camilan 2020, Akankah Boba Masih Merajai Pasar?

Lifestyle | Rabu, 04 Desember 2019 | 07:50 WIB

Studi: Bermain Ponsel sebelum Tidur dapat Tingkatkan Kadar Gula Darah!

Studi: Bermain Ponsel sebelum Tidur dapat Tingkatkan Kadar Gula Darah!

Health | Selasa, 03 Desember 2019 | 20:28 WIB

Terkini

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB