Apel Impor Dilapisi Lilin Biar Awet? Ini Kata Produsen

M. Reza Sulaiman | Dini Afrianti Efendi
Apel Impor Dilapisi Lilin Biar Awet? Ini Kata Produsen
Buah apel dalam jaring. (Shutterstock)

Selain agar tahan lama, lilin digunakan agar apel semakin terlihat menarik dan warnanya tidak kusam.

Suara.com - Apel Impor Dilapisi Lilin Biar Awet? Ini Kata Produsen

Beberapa waktu lalu Indonesia sempat dihebohkan dengan penggunaan lilin sebagai lapisan untuk mengawetkan apel-apel impor di supermarket. Pemberitaan ini sempat membuat banyak orang khawatir, karena pasalnya lilin cukup berbahaya jika masuk ke tubuh.

Selain agar tahan lama, lilin digunakan agar apel semakin terlihat menarik dan warnanya tidak kusam. Sehingga tampilannya tetap baik, dan tidak tercemar karena banyak dipegang oleh pembeli.

Bagaimana dengan merk apel yang cukup populer asal Amerika, Washington Apple yang punya kualitas terbaik dan penampilannya yang menarik, karena selalu nampak segar. Apakah juga menggunakan lilin?

Hal ini langsung dibantah President of Washington Apple Commission, Todd Fryhover yang membenarkan apelnya dilapisi bahan pelindung agar nampak menarik, tapi bukan lilin. Melainkan wax yang bernama Carnauba sejenis lilin alami yang terbuat dari daun kelapa, atau lak yang berasal dari sekresi lac kumbang. Bentuknya seperti madu lebah, berwarna bening.

"Kalau buah tidak bisa diawetin, tapi apel ini sudah di eksport ke 60 negara, jadi aman. Kita bukan kasih lilin wax artinya lapisan. Jadi yang dilapisan namanya carnauba, bukan lilin, tapi wax," ujar Todd di Grand Hyatt, Jalan MH. Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (5/12/2019).

Lapisan lilin alami ini aman dikonsumsi, jadi tidak harus lebih dulu dikerok untuk menyingkirkan pelindungnya. Bahkan jenis wax carnauba ini kerap dipakai pada cokelar dan mentimun agar terlihat lebih segar.

"Jadi bukan itu (lilin) tapi dari Carnauba, dan itu sebenarnya dipakai di cokelat juga. Jadi sebenarnya untuk supaya fresh, karena di supermarket di pegang orang banyak, supaya jangan sampai kotor," tutur Todd.

Todd menambahkan, karena ada pelindung tidak lantas apel-apel ini tidak dibersihkan. Wajib dibersihkan mengingat apel kerap dipegang konsumen, dan dari sana bisa terkontaminasi kuman. Cara membersihkannya, cukup dibilas dengan air secukupnya, tanpa dikerok atau dibersihkan lapisan pelindungnya.

"Aman, nggak usah dibersihkan (pelindungnya), karena di supermarket dipegang-pegang orang jadi sebaiknya dicuci," imbuhnya

Todd juga menjelaskan pada dasarnya secara alami saat tumbuh, apel segar menghasilkan lapisan lilin untuk melindunginya. Tapi pada proses pengemasan apel akan dicuci untuk menghilangkan kuman dari kebun, kemudian dilapisi wax. Lapisan wax ini diberikan agar apel tidak kehilangan kelembaban dan kerenyahan.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS