Mengenal Cacar Monyet, Penyakit Langka yang Ditularkan dari Hewan

Silfa Humairah Utami, Dini Afrianti Efendi

Jum'at, 06 Desember 2019 | 13:30 WIB
Mengenal Cacar Monyet, Penyakit Langka yang Ditularkan dari Hewan
Ilustrasi cacar monyet. (Shutterstock)

Suara.com - Mengenal Cacar Monyet, Penyakit Langka yang Ditularkan dari Hewan

Penyakit Monkeypox kembali ramai diperbincangkan saat ini, khususnya setelah seorang warga Inggris didiagnosis terinveksi virus Monkeypox yang terbilang sangat langka.

Dilansir dari Metro, Monkeypox atau yang dikenal sebagai cacar monyet, merupakan penyakit yang bersifat zoonosis atau ditularkan dari hewan ke manusia. Meskipun Monkeypox jarang terjadi, saat seseorang tertular, biasanya kondisinya cukup ringan.

Virus monkeypox merupakan anggota genus Orthopoxvirus dalam keluarga Poxviridae. Walau penyakit ini bukan turunan dari penyakit cacar, namun Monkeypox memiliki gejala yang sama dengan cacar.

Seperti namanya, Monkeypox sering dialami oleh monyet dan tikus. Wabah Monkeypox terbesar pernah terjadi di Amerika Serikat (AS) pada 2003 silam, akibat dari tikus raksasa Gambia.

Penyakit ini kala itu menyebar karena bersentuhan dengan benda-benda seperti pakaian, tempat tidur atau handuk yang digunakan oleh orang yang terinfeksi, menyentuh cacar atau bintik-bintik dari orang yang terinfeksi atau saat orang yang terinfeksi batuk atau bersin di dekat Anda.

Gejala Monkeypox

Menurut WHO, tahap awal Monkeypox dapat ditandai dengan demam tinggi, sakit kepala hebat, pembengkakan kelenjar getah bening dan otot yang pegal. Mereka yang terinfeksi juga cenderung kekurangan energi dalam lima hari pertama setelah tertular penyakit.

Ruam dan bintik-bintik biasanya mulai muncul antara 1-5 hari setelah gejala pertama muncul, yang dimulai pada wajah sebelum menyebar ke bagian lain dari tubuh. Kemudian ruam tersebut kemungkinan akan menjadi lesi dengan basis datar, lepuh atau pustula, diikuti oleh kerak, dalam waktu sekitar 10 hari.

Gejala-gejalanya dapat diketahui 2-3 minggu karena virus ini adalah penyakit yang sembuh sendiri, yang berarti ia dibatasi durasi. Dalam kebanyakan kasus, Monkeypox adalah kondisi yang ringan dan kebanyakan orang pulih dalam beberapa minggu, tetapi beberapa orang memang mengembangkan gejala yang lebih serius, sehingga pasien dengan Monkeypox perlu dirawat di rumah sakit spesialis.

baca juga

Kapan Anda harus ke dokter?

Para ahli mengatakan tidak ada alasan untuk terlalu khawatir tentang penampilan virus Monkeypox. Penyakit ini adalah kondisi ringan yang harusnya akan menghilang dengan sendirinya dan tidak mungkin menyebar, bahkan virus ini sebenarnya kurang menular daripada cacar air. Dokter menyarankan Anda untuk memeriksakan diri jika Anda demam, ruam, atau mulai merasa sakit dalam waktu tiga minggu setelah terkena Monkeypox.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cegah Cacar Monyet, Bandara Juanda Pasang Alat Deteksi Panas Tubuh

Cegah Cacar Monyet, Bandara Juanda Pasang Alat Deteksi Panas Tubuh

Foto | Jum'at, 17 Mei 2019 | 15:57 WIB

Kemenkes: Belum Ditemukan Kasus Penularan Cacar Monyet Antar Manusia

Kemenkes: Belum Ditemukan Kasus Penularan Cacar Monyet Antar Manusia

Video | Jum'at, 17 Mei 2019 | 17:00 WIB

Kemenkes: Belum Ditemukan Kasus Penularan Cacar Monyet Antar Manusia

Kemenkes: Belum Ditemukan Kasus Penularan Cacar Monyet Antar Manusia

Health | Jum'at, 17 Mei 2019 | 15:05 WIB

Terkini

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 00:19 WIB

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Bola | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

×