Tahun 2030, Mampukah Indonesia Mengeliminasi Virus Hepatitis?

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Sabtu, 07 Desember 2019 | 19:15 WIB
Tahun 2030, Mampukah Indonesia Mengeliminasi Virus Hepatitis?
Ilustrasi hepatitis. (Shutterstocks)

Suara.com - Belum lama ini, Indonesia sempat dihebohkan dengan kasus Hepatitis A di Depok. Masih mewabahnya hepatitis ini, ternyata tidak memengaruhi pendapat Prof. Dr. dr. Rino Alvian Gani, SpPD-KGEH, yang percaya Indonesia bisa mengeliminasi virus Hepatitis B dan C di tahun 2030 mendatang.

Menurutnya, virus yang ditularkan melalui jarum suntik dan belum diketahui penyebabnya ini bisa dibasmi dengan melakukan pendekatan edukasi, skrining, dan terapi dalam satu waktu bersamaan.

"Karena kalau terpisah-pisah, cenderung kehilangan kasus, itu bisa dilakukan dengan menyelenggarakan dalam satu tempat atau dengan menggunakan mobile unit yang bergerak. Seperti misalnya satu van atau bus, di mana bisa dilakukan masuk ke tempat-tempat kantong hepatitis," ujar Prof. Rino dalam upacara pengukuhannya sebagai Guru Besar Penyakit Dalam Universitas Indonesia, di Aula FK-UI, Salemba, Jakarta Pusat, Sabtu (7/12/2019).

Prof. Rino juga mengatakan untuk tidak mengabaikan perkembangan teknologi dan memanfaatkannya. Seperti smartphone yang sudah terbilang canggih, bisa digunakan untuk memantau mereka yang sudah terjangkit virus.

"Memanfaatkan teknologi yang sudah ada seperti smartphone, agar si pasien yang sudah terdeteksi tadi bisa diberikan informasi mengenai hepatitis, dan bisa dilakukan follow up kepada pasien tersebut, agar tetap diawasi aktivitas pasien," jelasnya.

Pemantauan penting dilakukan agar virus terkontrol dan menjaga agar tidak ada penularan virus baru kepada yang lainnya. Mengingat jika terus-terusan terjadi, beban negara akan semakin berat, khususnya terhadap Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

"Di Indonesia, BPJS Kesehatan mencantumkan sirosis hati, yang merupakan salah satu komplikasi dari infeksi virus hepatitis B dan C, sebagai salah satu penyakit katastropik yang menyita banyak anggaran kesehatan," tuturnya.

Riset kesehatan dasar riskesdas Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada tahun 2007 melaporkan bahwa prevalensi infeksi virus hepatitis B berdasarkan pemeriksaan HBsAg darah mencapai 8,2 persen.

Riskesdas terbaru pada 2013 mendapatkan prevalensi infeksi virus hepatitis B mencapai 7,1 persen. Sedangkan infeksi virus hepatitis C mencapai 1 persen.

baca juga

"Berdasarkan data tersebut hampir 10 persen penduduk Indonesia terinfeksi virus hepatitis B atau C, dan jika mengacu pada jumlah penduduk Indonesia saat ini maka lebih kurang 26 juta masyarakat Indonesia terinfeksi oleh virus hepatitis," tutup Prof. Rino.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hepatitis A: Kenali Gejala, Penyebab, dan Cara Penyembuhannya

Hepatitis A: Kenali Gejala, Penyebab, dan Cara Penyembuhannya

Health | Jum'at, 06 Desember 2019 | 08:48 WIB

Masih Dirawat Karena Hepatitis A, Puluhan Murid SMP 20 Depok Tak Ikut Ujian

Masih Dirawat Karena Hepatitis A, Puluhan Murid SMP 20 Depok Tak Ikut Ujian

Jabar | Kamis, 05 Desember 2019 | 20:52 WIB

KLB Hepatitis A di Depok: Orang Tidak Akan Terkena Hepatitis A Dua Kali

KLB Hepatitis A di Depok: Orang Tidak Akan Terkena Hepatitis A Dua Kali

Health | Kamis, 05 Desember 2019 | 15:29 WIB

Terkini

Polri Minta Tambahan Rp66 T ke DPR, Salah Satunya untuk Siaga Penanganan Rusuh Massa

Polri Minta Tambahan Rp66 T ke DPR, Salah Satunya untuk Siaga Penanganan Rusuh Massa

News | Selasa, 01 September 2026 | 15:37 WIB

Mees Hilgers Ungkap Rasa Sakit Hati, FC Twente Kantongi Duit Rp10 Miliar

Mees Hilgers Ungkap Rasa Sakit Hati, FC Twente Kantongi Duit Rp10 Miliar

Bola | Selasa, 01 September 2026 | 15:37 WIB

Jasad Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan Terbakar di Pos Ronda

Jasad Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan Terbakar di Pos Ronda

Jawa Tengah | Selasa, 01 September 2026 | 15:35 WIB

Perbedaan Sunscreen Skintific Pink dan Ungu, Mana yang Cocok Buat Kulit Anda?

Perbedaan Sunscreen Skintific Pink dan Ungu, Mana yang Cocok Buat Kulit Anda?

Lifestyle | Selasa, 01 September 2026 | 15:29 WIB

Gunung Sinabung Erupsi, Penerbangan Bandara Kualanamu Sempat Dinonaktifkan

Gunung Sinabung Erupsi, Penerbangan Bandara Kualanamu Sempat Dinonaktifkan

Sumut | Selasa, 01 September 2026 | 15:27 WIB

Harga Kelapa Sawit Riau Meroket untuk Periode 2-8 September 2026

Harga Kelapa Sawit Riau Meroket untuk Periode 2-8 September 2026

Riau | Selasa, 01 September 2026 | 15:26 WIB

Resmi! Pemerintah Minta Bos Kurangi Jam Lembur Karyawan, Berlaku Mulai 1 September di Jepang

Resmi! Pemerintah Minta Bos Kurangi Jam Lembur Karyawan, Berlaku Mulai 1 September di Jepang

News | Selasa, 01 September 2026 | 15:25 WIB

The Table: Day and Night Jadi Pembuka Festival Film Busan, Ini Alasannya

The Table: Day and Night Jadi Pembuka Festival Film Busan, Ini Alasannya

Your Say | Selasa, 01 September 2026 | 15:25 WIB

Asal-usul Uang Sitaan KPK Jadi Titik Krusial, Hakim Tolak Istri Sudewo Bersaksi

Asal-usul Uang Sitaan KPK Jadi Titik Krusial, Hakim Tolak Istri Sudewo Bersaksi

Jawa Tengah | Selasa, 01 September 2026 | 15:24 WIB

Jelang PCS 2026: UU Konservasi Diuji di MK dan RUU Masyarakat Adat Disorot

Jelang PCS 2026: UU Konservasi Diuji di MK dan RUU Masyarakat Adat Disorot

Your Say | Selasa, 01 September 2026 | 15:23 WIB

×