Ternyata Virus Hepatitis A Sangat Kebal, Kecuali dalam Kondisi Panas

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Kamis, 05 Desember 2019 | 14:35 WIB
Ternyata Virus Hepatitis A Sangat Kebal, Kecuali dalam Kondisi Panas
Kenali penyebab dan cara pengobatan Hepatitis A. (shutterstock)

Suara.com - Wabah Hepatitis A yang terjadi di Depok sejak beberapa minggu yang lalu sudah ditetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB). Hingga Selasa (3/12/2019) kemarin, tercatat 171 orang positif terinfeksi virus dari 262 yang menjalani Rapid Diagnostic Test (RDT).

Menurut Ketua PB Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia, dr. Irsan Hasan, Sp. PD. KGEH, virus hepatitis A dapat menular melalui makanan yang tercemar atau orang yang tidak dapat menjaga kebersihan saat makan.

Ia juga menambahkan, virus hepatitis A sangat kebal hingga dalam beberapa kondisi mereka dapat bertahan.

"Virus ini kalau masuk, masuknya kan lewat mulut, tertelan masuk ke lambung. (Padahal) lambung itu asam, tapi hebatnya virus hepatitis A ini super kebal, dia tahan terhadap asam, dia tahan terhadap dingin, di dalam es pun dia bisa hidup. Tapi dia tidak tahan pada panas," ujar dr. Irsan saat konferensi pers di Kemenkes RI, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (4/12/2019).

Wabah Hepatitis Hantui Depok, 50 Siswa SMPN 20 Depok Jadi Korban [Suyara.com/Supriyadi]
Wabah Hepatitis Hantui Depok, 50 Siswa SMPN 20 Depok Jadi Korban [Suyara.com/Supriyadi]

Hal ini pun dijelaskan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat. Makanan yang mampu menjadi wabah penularan virus hepatitis A di antaranya:

  • Makanan mentah yang terkontaminasi.
  • Makanan yang dimasak namun tidak dipanaskan pada suhu di atas 85 derajat Celcius selama satu menit.
  • Makanan masak yang terkontaminasi.
  • Penyebaran HAV juga bisa melalui air yang terkontaminasi. Namun ini sangat jarang terjadi, kecuali adanya sanitasi yang buruk.

Virus hepatitis A mampu betahan hidup di luar tubuh selama berbulan-bulan. Temperatur tinggi seperti merebus atau memasak makanan atau minuman selama setidaknya satu menit pada suhu 85°C bisa membunuh virus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemenkes Bicara Hepatitis A di Depok, Bayi 4 Bulan Meninggal Usai Dipijat

Kemenkes Bicara Hepatitis A di Depok, Bayi 4 Bulan Meninggal Usai Dipijat

Health | Rabu, 04 Desember 2019 | 20:55 WIB

Kemenkes Ungkap Jumlah Perkembangan KLB Hepatitis A di Depok

Kemenkes Ungkap Jumlah Perkembangan KLB Hepatitis A di Depok

Video | Rabu, 04 Desember 2019 | 20:07 WIB

Wabah Hepatitis A di Depok, Kemenkes Imbau Jakarta hingga Bekasi Waspada

Wabah Hepatitis A di Depok, Kemenkes Imbau Jakarta hingga Bekasi Waspada

Health | Rabu, 04 Desember 2019 | 21:55 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB