Bayi 40 Hari Meninggal Tersedak Pisang, Dokter Anak Angkat Bicara

M. Reza Sulaiman, Dini Afrianti Efendi

Selasa, 10 Desember 2019 | 16:05 WIB
Bayi 40 Hari Meninggal Tersedak Pisang, Dokter Anak Angkat Bicara
Ilustrasi bayi. (Pexels)

Suara.com - Bayi 40 Hari Meninggal Terdesak Pisang, Dokter Anak Angkat Bicara

Kisah bayi berusia 40 hari yang meninggal di Kedoya, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, memang cukup menghebohkan publik. Polisi memprediksi potongan pisang dalam pencernaan si bayi disebut jadi pemicunya.

Alhasil ibu si bayi diperiksa, dan mengetahui tidak tahu anaknya belum boleh mengonsumsi makanan lain selain ASI.

Kejadian ini membuat Dokter Spesialis Anak dr. Wiryani Pambudi, SpA IBCLC menyayangkan kejadian ini terjadi di Ibu Kota, di mana seharusnya baik ibu maupun keluarga bayi sudah terpapar dengan informasi kesehatan ibu dan anak.

"Kalau saya bilang, saya menyesalkan sekali terutama karena terjadinya di Ibu Kota, tempat yang harusnya semua ibu sudah bisa mengakses layanan kesehatan, selama dia hamil, dia pasti periksanya ke tenaga kesehatan. Jadi mungkin, ada misinformasi yang belum sampai ke ibu, bahwa sangat tidak aman memberikan makanan padat pada bayi, sebelum dia siap," ujar dr. Wiryani saat dihubungi Suara.com, Selasa (10/12/2019).

Seharusnya, kata dr. Wiryani, sesuai dengan rekomendasi dunia secara global, dan sudah dipublikasi sejak 2002 secara tegas disebutkan, bayi hanya boleh menerima ASI eksklusif selama 6 bulan pertama, tidak boleh ditambah dengan zat lainnya.

"Jadi, nggak perlu lagi di tambah-tambah misalnya dikasih air putih, dikasih madu, dikasih teh, kopi, pisang, bubur, yang lain sebelum 6 bulan mestinya nggak perlu," jelasnya merinci.

Padahal kata perempuan yang juga konselor ASI itu, di usia ibu yang baru saja melahirkan seharusnya sudah melek teknologi, usia di mana ia mudah mengakses informasi dengan baik. Jadi, menurutnya cukup aneh jika usia ibu itu tergolong muda atau milenials, tapi tidak tahu informasi dasar ini.

"Terus, jadi ibu kalau sudah pernah mendengar, ibu-ibu ini nggak nyampein ke orangtuanya, nggak sampai ke ibunya lagi, neneknya, bapak si bayi sehingga bayi lahir haknya hanya mendapatkan ASI selama 6 bulan. Udah jangan diganggu dengan makanan lain, jangan makanan padat," tegasnya prihatin.

Ilustrasi bayi menangis, rewel. (Shutterstock)
Ilustrasi bayi menangis, rewel. (Shutterstock)

Meskipun pisang dikenal sebagai makanan yang cukup lembut, tapi tetap sangat berbahaya jika saluran cerna bayi memang belum siap untuk mencerna makanan padat. Khususnya, apakah sudah terbentuk enzim di pencernaan untuk menghancurkan makanan padat.

"Pada bayi yang masih sangat muda, itu belum siap, kalau teorinya, minimal paling muda makanan padat bayi itu 17 minggu, itu udah lewat 4 bulan. Tetapi kalau 17 minggu langsung kasih makanan padat, bayinya jadi kurang bersemangat nyusuin," jelasnya.

Usia anak menginjak 6 bulan, maka barulah ibu boleh memberikan MPASI (Makanan Padat Pendamping ASI), tapi tidak sembarangan sejak usia 4 hingga 6 bulan ibu harus sudah belajar cara membuat MPASI yang tepat.

"Nah, umur 4 sampai 6 bulan ibunya belajar menyiapkan makanan pendamping ASI yang lengkap untuk bayi, jadi pas usia 6 bulan bukan hanya buah saja, atau bukan satu macam bubur saja, tapi lengkap karbihidrat protein, lemak, itu lengkap semua untuk bayi," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tewas Tersedak Pisang, Yuni Tak Tahu Bayi 2 Bulan Belum Bisa Diberi Makan

Tewas Tersedak Pisang, Yuni Tak Tahu Bayi 2 Bulan Belum Bisa Diberi Makan

News | Selasa, 10 Desember 2019 | 13:09 WIB

Bayinya Alami Hydrocephalus, Aziz Akui Salah Telantarkan Anak dan Istri

Bayinya Alami Hydrocephalus, Aziz Akui Salah Telantarkan Anak dan Istri

Jatim | Selasa, 10 Desember 2019 | 13:00 WIB

Polisi Ungkap Kronologi Bayi 40 Hari Tewas Tersedak Pisang di Kedoya

Polisi Ungkap Kronologi Bayi 40 Hari Tewas Tersedak Pisang di Kedoya

News | Selasa, 10 Desember 2019 | 06:20 WIB

Terkini

Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi

Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi

Health | Jum'at, 12 Juni 2026 | 12:50 WIB

Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW

Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW

Health | Jum'at, 12 Juni 2026 | 09:06 WIB

Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia

Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia

Health | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:51 WIB

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Health | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:20 WIB

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:57 WIB

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:09 WIB

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:10 WIB

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:05 WIB

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 16:48 WIB

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 14:30 WIB