Nenek-Nenek Kena Infeksi Kulit Serius setelah Dijilat oleh Hewan Peliharaan

Yasinta Rahmawati
Nenek-Nenek Kena Infeksi Kulit Serius setelah Dijilat oleh Hewan Peliharaan
Ilustrasi anak anjing. (Pixabay/3194556)

Hewan peliharaan yang dimaksud adalah seeokor anak anjing.

Suara.com - Anjing peliharaan dapat membuat pemiliknya merasa bahagia. Namun perlu hati-hati, anjing peliharaan rupanya juga bisa menularkan infeksi.

Seperti dilansir dari Live Science, seorang wanita di Israel didiagnosis dengan infeksi bakteri yang kemungkinan tertular dari jilatan anak anjing peliharaannya.

Tahun lalu, wanita berusia 86 tahun itu pergi ke rumah sakit karena demam, mual, muntah, dan nyeri di kaki kanannya.

Menurut laporan yang diterbitkan 2 Desember di The Journal of Emergency Medicine, dia bergantung pada kursi roda dan sedang dirawat karena diabetes serta rheumatoid arthritis.

Di rumah sakit, para dokter menemukan bahwa dia menderita demam, detak jantung yang tinggi dan tanda-tanda selulitis di pergelangan kaki kanan dan kaki bagian bawah.

Selulitis adalah infeksi kulit umum yang disebabkan oleh bakteri yang dapat menyebabkan kemerahan pada kulit, pembengkakan dan nyeri tekan. Para dokter juga memperhatikan bahwa wanita itu memiliki beberapa luka dan lecet di kulit di antara jari kakinya.

(Shutterstock)
(Shutterstock)

Analisis darahnya mengungkapkan bahwa dia terinfeksi Streptococcus canis, bakteri yang dapat ditransfer ke manusia dari hewan lain. Dalam kasus ini, wanita itu mencatat bahwa ia memiliki beberapa anak anjing yang sering menjilat kakinya, menurut laporan itu.

Peneliti mengungkap bahwa sangat jarang bakteri seperti itu dalam jilatan hewan peliharaan yang menyebabkan infeksi pada manusia. "Coba pikir bagaimana orang di seluruh dunia dijilat oleh hewan peliharaan mereka dan tidak sakit," ata pemimpin penulis dr. Zohar Lederman.

Agar seseorang terinfeksi, bakteri harus mengakses lapisan yang lebih dalam daripada epidermis, yakni lapisan atas kulit. "Ini paling sering terjadi karena kekeringan pada kulit yang menciptakan lesi kecil," katanya.

Ilustrasi kulit keriput. (Pixabay)
Ilustrasi kulit keriput. (Pixabay)

Terlebih lagi, dalam kasus ini, wanita itu tidak hanya memiliki retak di kulitnya tetapi juga sistem kekebalan tubuh yang lemah karena obat yang ia gunakan untuk rheumatoid arthritis.

Beberapa hari setelah dirawat dengan antibiotik, wanita itu membaik dan dipulangkan "dalam kondisi stabil," kata Lederman. Para peneliti menerbitkan studi kasus ini untuk meningkatkan kesadaran akan potensi penyakit yang melompat dari hewan ke manusia . "Dokter harus berkolaborasi dengan dokter hewan dalam merawat manusia dan hewan," tulis mereka.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS