Makanan Tinggi Gula, Garam, dan Lemak Bakal Kena Cukai? Ini Kata Kemenkes

M. Reza Sulaiman | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Rabu, 11 Desember 2019 | 20:55 WIB
Makanan Tinggi Gula, Garam, dan Lemak Bakal Kena Cukai? Ini Kata Kemenkes
Ilustrasi minuman ringan tinggi gula. (shutterstock)

Suara.com - Makanan Tinggi Gula, Garam, dan Lemak Bakal Kena Cukai? Ini Kata Kemenkes

Asupan gula, garam, dan lemak (GGL) yang berlebih masih menjadi salah satu masalah dalam gaya hidup sehat di Indonesia.

Beruntung kini pemerintah sudah mulai membuat aturan kadar GGL dalam informasi bahan di makanan kemasan dan cepat saji. Bahkan, kabar selanjutnya Kemenkes bekerjasama dengan Kemenkeu memberlakukan aturan ini dalam bea cukai.

"Rokok sudah ada cukainya, di gula kita juga nantinya ada cukai. Mereka yang produksi minuman macem-macem melebihi standar kena cukai, dengan demikian dia harus dipaksa memformulasi kandungannya," ujar dr. Asik Surya, MPPM, selaku perwakilan Kementerian Kesehatan RI, dalam acara Philips Thought Leadership Forum di Jakarta Selatan, Rabu (11/12/2019)

Saat kemasan tidak reformulasi atau diubah kandungannya maka cenderung akan membahayakan. Dr. Asik kemudian mencontohkan di Thailand terdapat minuman soft drink yang bukan hanya less sugar tapi sudah zero sugar alias tanpa gula.

"Dan pemerintah sendiri, berkewajiban regulasi itu (aturan kemasan gula), tinggal masyarakat juga merupakan pendidikan, tapi industrinya juga dilakukan," tutur Dr. Asik.

Menu makanan dan jajanan di Pasar Takjil Benhil, Jakarta Pusat. (Suara.com/Firsta Nodia)
Ilustrasi jajanan pasar tinggi gula, garam, dan lemak. (Suara.com/Firsta Nodia)

Memang diakui dr. Asik perang GGL ini bukan hanya pada makanan kemasan, tapi juga jajanan dipinggir jalan atau pedagang kaki lima (PKL). Tapi kata dia, saat ini yang paling mudah diatur ialah pangan olahannya, dan tidak menutup kemungkinan kedepan para PKL ini akan di atur.

Dr. Asik mengatakan memang tidak mudah selama puluhan tahun terbiasa mengonsumsi makanan manis dan asin, lalu tiba-tiba harus dikurangi, pasti rasanya sangat berbeda. Jadi sudah seharusnya tuh, anggapan-anggapan atau pepatah makanan hambar tanpa garam dihempaskan.

"Tapi kita harus mulai, puluhan tahun ada rasa, nggak mudah terbiasa manis, kurang manis nggak enak. Makanan tanpa garam jadi pepatah kita, melihat teman lebih gendut dianggap makmur, padahal itu tidak sehat alias obesitas, tema itu harus diubah," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Disebut Sehat, Ternyata Makanan Ini Mengandung Banyak Gula

Disebut Sehat, Ternyata Makanan Ini Mengandung Banyak Gula

Health | Rabu, 11 Desember 2019 | 11:23 WIB

Pemerintah Siapkan Perpres Demi Eliminasi TBC, Apa Saja Isinya?

Pemerintah Siapkan Perpres Demi Eliminasi TBC, Apa Saja Isinya?

Health | Rabu, 11 Desember 2019 | 05:05 WIB

Waspada! Bila Alami 5 Tanda Tubuh Ini, Bisa Jadi Anda Kelebihan Garam

Waspada! Bila Alami 5 Tanda Tubuh Ini, Bisa Jadi Anda Kelebihan Garam

Health | Selasa, 10 Desember 2019 | 14:23 WIB

Terkini

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:15 WIB

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:13 WIB

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Health | Rabu, 08 April 2026 | 19:55 WIB

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Health | Rabu, 08 April 2026 | 14:11 WIB

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Health | Rabu, 08 April 2026 | 11:58 WIB

Solusi Membasmi Polusi Kekinian  ala Panasonic

Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic

Health | Selasa, 07 April 2026 | 19:00 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Health | Selasa, 07 April 2026 | 11:00 WIB