Asyik, Indonesia Kini Punya Pusat Produksi Sel Punca Nasional Lho!

M. Reza Sulaiman

Rabu, 18 Desember 2019 | 13:38 WIB
Asyik, Indonesia Kini Punya Pusat Produksi Sel Punca Nasional Lho!
Menristek meresmikan Pusat Produksi Sel Punca dan Produk Metabolit Nasional di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Selasa (17/12/2019). (Dok. Humas FKUI)

Suara.com - Asyik, Indonesia Kini Punya Pusat Produksi Sel Punca Nasional Lho!

Penelitian tentang sel punca di Indonesia memasuki babak baru, dengan diresmikannya Pusat Produksi Sel Punca dan Produk Metabolit Nasional.

Peresmian dilakukan oleh Menteri Riset Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Prof Bambang Brodjonegoro, PhD, pada Selasa (17/12/2019) kemarin. Pusat Produksi Sel Punca dan Produk Metabolit Nasional ini merupakan hasil kolaborasi FKUI, RSCM, dan Kimia Farma.

"Saya harap, semakin hari stem cell kita makin bagus kualitasnya dan dapat memberi pelayanan lebih banyak ke masyarakat. Terima kasih kepada FKUI sudah mau dan berhasil menjadi national coordinator untuk stem cell. Kami selalu menunggu kiprah FKUI untuk menyehatkan masyarakat, terutama untuk tindakan preventif," papar Menristek dalam siaran pers yang diterima Suara.com.

Bonus demografi tahun 2020 memberikan konsekuensi meningkatnya prevalensi penyakit degeneratif. Selain penyakit degeneratif, kondisi lain seperti trauma, autoimun, keganasan dan lain sebagainya juga banyak yang bersifat terminal atau tidak lagi memberi respon dengan pengobatan konvensional (end stage) dan hingga saat ini belum ditemukan obat maupun cara pengobatannya.

Sel punca atau stem cell adalah sel yang memiliki kemampuan (potensi) untuk berkembang menjadi berbagai jenis sel-sel yang spesifik membentuk berbagai jaringan tubuh. Sel ini mampu berubah menjadi berbagai jenis sel matang yang khas (diferrentiate), mampu beregenerasi sendiri (self-regeneration), dan pada dasarnya merupakan blok pembangun (building block) pada tubuh manusia.

Dalam berbagai jaringan, sel punca juga dapat bertindak layaknya sistem perbaikan internal (internal repair system). Ketika sel punca membelah, masing-masing sel baru memiliki potensi tetap sebagai sel yang sama atau menjadi sel jenis lain dengan fungsi yang spesifik, seperti tulang, sel otot, sel saraf, sel darah merah, atau sel otak. Karena sifat tersebut, sel punca diyakini dapat digunakan untuk mengisi dan memperbaharui sel jaringan yang rusak akibat berbagai penyakit.

Sejak penelitian terkait sel punca pertama kali dilakukan oleh FKUI-RSCM pada tahun 2008, Unit Pelayanan Terpadu Teknologi Kedokteran (UPTTK) Sel Punca FKUI-RSCM telah melakukan penelitian berbasis pelayanan terapi yang melibatkan lebih dari 30 dokter subspesialistik dari berbagai keilmuan pada banyak kasus, seperti patah tulang gagal sambung; defek tulang panjang; defek tulang belakang; kelumpuhan akibat cedera saraf tulang belakang; osteoarthritis lutut; lesi osteokondral; degenerasi diskus tulang belakang; diabetes melitus; kaki diabetes; luka bakar dalam dan luas; kebutaan karena glaukoma, stroke, osteoporosis hingga penyakit jantung, skin rejuvenation dan kebotakan (alopecia).

Hingga saat ini sudah lebih dari 300 orang pasien yang dilakukan terapi sel punca yang dibiayai dari berbagai hibah kompetitif senilai lebih dari Rp.36.000.000.000. Ke depannya, penelitian sel punca akan dikembangkan untuk pengobatan lain seperti gagal ginjal akut, nerve regeneration, demensia, alzheimer dan penyakit-penyakit yang tidak lagi memberi respon dengan pengobatan konvensional (end stage).

baca juga
Menristek meresmikan Pusat Produksi Sel Punca dan Produk Metabolit Nasional di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Selasa (17/12/2019). (Dok. Humas FKUI)
Peresmian Pusat Produksi Sel Punca dan Produk Metabolit Nasional di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Selasa (17/12/2019). (Dok. Humas FKUI)

Hingga saat ini masyarakat yang memerlukan terapi sel punca masih memilih untuk melakukan terapi tersebut di luar negeri dengan biaya yang sangat mahal. Berangkat dari kondisi tersebut, Pusat Produksi Sel Punca dan Produk Metabolit Nasional kolaborasi FKUI-RSCM-PT.Kimia Farma (Persero), Tbk sebagai solusi atas kebutuhan masyarakat Indonesia terhadap aplikasi dan pengobatan dengan sel punca dan produk metabolitnya.

"Semoga dengan berkembangnya penelitian dan aplikasi sel punca di Indonesia, saya harap masyarakat Indonesia dapat segera menikmati manfaat sel punca. Sudah saatnya kita memberi keyakinan pada masyarakat bahwa Indonesia mampu memberikan perawatan sel punca seperti di luar negeri dengan kualitas yang sama dan harga yang bersaing," tutup Menristek.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

UI Penggagas Program Zero Plastic

UI Penggagas Program Zero Plastic

Your Say | Senin, 16 Desember 2019 | 16:31 WIB

75 Mahasiswa Kampus se-Indonesia Bersatu dalam Sekolah Pancasila Muda

75 Mahasiswa Kampus se-Indonesia Bersatu dalam Sekolah Pancasila Muda

Your Say | Senin, 09 Desember 2019 | 13:23 WIB

UI Selenggarakan Universitas Indonesia Innovation Battlefield

UI Selenggarakan Universitas Indonesia Innovation Battlefield

Press Release | Senin, 09 Desember 2019 | 12:22 WIB

Terkini

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 01:36 WIB

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 23:50 WIB

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Sport | Sabtu, 12 September 2026 | 23:24 WIB

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 21:52 WIB

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 21:39 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Bekaci | Sabtu, 12 September 2026 | 20:29 WIB

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Jakarta | Sabtu, 12 September 2026 | 20:27 WIB

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Jawa Tengah | Sabtu, 12 September 2026 | 20:25 WIB

×