Kenali Retinopati Prematuritas yang Diderita Putra Cynthia Lamusu

Rima Sekarani Imamun Nissa, Rosiana Chozanah

Minggu, 22 Desember 2019 | 14:05 WIB
Kenali Retinopati Prematuritas yang Diderita Putra Cynthia Lamusu
Surya Saputra dan Cynthia Lamusu bersama sepasang anak kembarnya. [Instagram]

Suara.com - Putra selebriti Cynthia Lamusu, Atharva Bimasena Saputra, didiagnosis menderita aggressive posterior retinopathy of prematurity (AP-ROP). Itulah sebabnya sejak usia 18 bulan putranya tersebut sudah harus mengenakan kacamata.

"Setelah divonis AP-ROP memang secara berkala periksa, pas di usia 18 bulan akhirnya baru terdeteksi dia memerlukan kacamata. Minusnya sembilan sama tujuh," tutur Cynthia, saat ditemui di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (21/12/2019).

Cynthia awalnya sempat menolak, tetapi akhirnya menyutujui setelah mengetahui konsekuensinya.

"Karena nggak pernah ada masalah. Jalan nggak nabrak atau apa, ngambil barang nggak pernah salah. Makanya pas awal dokter vonis itu sempat bingung. Cari second opinion dari dokter lain tapi ternyata hasilnya memang harus begitu (pakai kacamata)," sambungnya.

Berdasarkan Hello Sehat, retinopathy of prematurity (ROP) atau retinopati prematuritas merupakan gangguan mata yang memiliki potensi membutakan.

Kondisi ini umumnya dialami oleh bayi yang lahir prematur dengan berat sekitar 1250 gram atau kurang serta mereka yang lahir di bawah 31 minggu. Semakin kecil bayi tersebut lahir, semakin besar kemungkinan menderita ROP.

Surya Saputra dan Cynthia Lamusu bersama anak kembarnya. (Instagram Surya Saputra)
Surya Saputra dan Cynthia Lamusu bersama anak kembarnya. (Instagram Surya Saputra)

Namun, tidak semua bayi prematur akan mengalaminya. Gangguan mata ini dapat membaik dan tidak meninggalkan kerusakan permanen dalam kasus ROP ringan.

Pengobatan yang dinilai terbukti efektif untuk ROP adalah terapi laser atau krioterapi. Terapi laser ini berarti seolah membakar habis pinggiran retina yang memiliki pembuluh darah abnormal.

Baik pengobatan laser maupun krioterapi akan menghancurkan area pinggiran retina, memperlambat atau membalikkan pertumbuhan pembuluh darah tidak normal.

baca juga

Sayangnya, pengobatan ini juga menghancurkan sebagian penglihatan bagian samping. Sebab, tujuan dari pengobatan ini adalah menyelamatkan bagian terpenting dari penglihatan, yaitu penglihatan pusat yang tajam.

Pengobatan laser maupun krioterapi hanya dilakukan pada bayi dengan ROP tingkat lanjut, terutama stadium III dengan penyakit tambahan atau komplikasi.

Namun, untuk pastinya, lebih baik berkonsultasi dengan dokter untuk pengobatan yang tepat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cynthia Lamusu Tak Protes Surya Saputra Sibuk Kerja Sampai Akhir Tahun

Cynthia Lamusu Tak Protes Surya Saputra Sibuk Kerja Sampai Akhir Tahun

Entertainment | Sabtu, 21 Desember 2019 | 16:40 WIB

Kacamata Bulat Bergagang Patah Milik John Lennon Dihargai 2,5 Miliar

Kacamata Bulat Bergagang Patah Milik John Lennon Dihargai 2,5 Miliar

Lifestyle | Senin, 16 Desember 2019 | 12:39 WIB

Si Kembar Ultah, Surya Saputra dan Cynthia Lamusu Hadiahkan Lagu

Si Kembar Ultah, Surya Saputra dan Cynthia Lamusu Hadiahkan Lagu

Entertainment | Sabtu, 30 November 2019 | 21:05 WIB

Kacamata Ion Ramai Dijual Online, Benarkah Bisa Atasi Mata Minus?

Kacamata Ion Ramai Dijual Online, Benarkah Bisa Atasi Mata Minus?

Health | Selasa, 19 November 2019 | 09:05 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Health | Senin, 21 September 2026 | 23:37 WIB

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:31 WIB

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:16 WIB

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Video | Senin, 21 September 2026 | 23:10 WIB

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 23:02 WIB

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

Sumut | Senin, 21 September 2026 | 22:53 WIB

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 22:52 WIB

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 22:45 WIB

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 22:44 WIB

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

News | Senin, 21 September 2026 | 22:42 WIB

×