Kuman TBC Tak Tahan Panas, Kok Tahan Hidup di Indonesia yang Tropis?

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Selasa, 24 Desember 2019 | 16:21 WIB
Kuman TBC Tak Tahan Panas, Kok Tahan Hidup di Indonesia yang Tropis?
Ilustrasi kuman TBC. (Shutterstock)

Suara.com - TBC atau tuberkulosis adalah penyakit paru-paru yang disebabkan kuman Mycobacterium tuberculosis, yang biasanya tidak tahan dan mati karena suhu panas atau sinar matahari. Nah, pertanyaannya, megapa Indonesia yang beriklim tropis alias panas masuk sebagai negara peringkat ketiga kasus TB terbanyak?

Faktanya, sinar matahari tidaklah cukup untuk melawan penyakit TB di satu negara, tapi perlu tindakan aksi nyata dan masif, seperti pemerintah yang serius menangani, dan edukasi masyarakat yang tersampaikan tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), seperti pakai masker saat sakit, juga tidak sembarangan batuk dan bersin.

"Padahal, kita banyak matahari harusnya nggak masalah, tapi ternyata jadi masalah, karena tadi banyak kurang gizi, imunitasnya nggak bagus. Kedua, orang yang sakit TB itu tidak terdeteksi, sehingga menjadi sumber penularan terus buat orang sekitar," ujar Dr. dr. Erlina Burhan, Sp.P (K), Dokter Spesialis Paru RS Islam Jakarta dalam acara pemaparan Program TB Aisyiyah di Cikini, Jakarta Pusat, Senin (23/12/2019).

Bukan juga sekadar kebijakan dan pola hidup sehat, dampak sosial ekonomi yang rendah juga jadi sebab pemicu berkembangnya wabah TB. Seperti wilayah padat penduduk, rumah kumuh, atau kamar yang tidak punya sirkulasi udara sehingga sinar matahari bisa masuk.

"Banyak orang yang tinggal di rumah-rumah yang berdempet-dempet, sinar matahari tidak masuk, dan udara tidak bersirkulasi. Nah, kalau ada yang sakit saja di lingkungan seperti itu, itu kuman akan berkembang biak, terus terhirup oleh orang sekitarnya," jelas Dr. Erlina.

"Masalah sistem ekonomi dengan ventilasi yang tidak bagus, malah kalau pergi ke daerah kumuh di gang-gang, itu mereka nggak punya jendela, dindingnya 1, cuma satu pintu. Di sana lembap, kuman TB ini akan berkembang biak dengan cepat kalau udara lembap," lanjutnya.

Dan saat ini kita sudah tidak bisa lagi memukul rata penderita TB hanya terjadi dengan sosial ekonomi rendah. Hal ini mengingat akses mobilitas yang semakin tinggi, TB juga bisa menyerang mereka kelas menengah ke atas.

"Kalau sekarang orang akses makin banyak, orang golongan ke atas, kalau dia naik MRT, misalnya, naik busway, di bioskop XXI, ada pasien TB yang batuk sembarangan, bisa terhirup juga. Orang TB sekarang bukan orang miskin. Jadi intinya ada faktor ekonomi, tapi tidak semata-mata karena masalah ekonomi," jelasnya.

Berdasarkan data WHO, penderita TB di Indonesia pada 2018 mencapai 845.000, yang artinya bukan hanya pekerjaan rumah bagi pemerintah, tapi juga lintas sektor termasuk masyarakat dan organisasi seperti Muhammaditah dan Aisyiyah, yang menjalankan program TBC Aisyiyah bekerjasama dengan Kemenkes pengawal penyakit TB sejak 15 tahun lalu.

baca juga

Sebanyak 14 provinsi dan 130 kabupaten kota di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara Timur, dan Papua Barat telah didatangi untuk menanggulangi TBC. Program dijalankan berdasarkan upaya preventif dan kuratif di setiap aspek golongan masyarakat termasuk siswa dan mahasiswa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

HIV/Aids Disebut Soulmate Penyakit TBC, Apa Maksudnya?

HIV/Aids Disebut Soulmate Penyakit TBC, Apa Maksudnya?

Health | Selasa, 24 Desember 2019 | 05:55 WIB

Urutan 3 Dunia, Saatnya Penanggulangan TBC Jadi Prioritas di Indonesia

Urutan 3 Dunia, Saatnya Penanggulangan TBC Jadi Prioritas di Indonesia

Health | Senin, 23 Desember 2019 | 17:34 WIB

TBC Rentan Menyebar di Dalam Rutan

TBC Rentan Menyebar di Dalam Rutan

Health | Kamis, 12 Desember 2019 | 14:07 WIB

Terkini

IHSG Merah Pada Senin Lagi, Masih Bergerak di Level 6.500

IHSG Merah Pada Senin Lagi, Masih Bergerak di Level 6.500

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 09:13 WIB

Api Tak Menunggu Kontrak Sewa: Urgensi Pesawat Amfibi bagi Negeri Kepulauan

Api Tak Menunggu Kontrak Sewa: Urgensi Pesawat Amfibi bagi Negeri Kepulauan

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 09:05 WIB

Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Lagi Anjlok Jadi Rp2.602.000/Gram

Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Lagi Anjlok Jadi Rp2.602.000/Gram

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 09:03 WIB

Terdampak Karhutla, Wisata Gunung Bromo Ditutup Total

Terdampak Karhutla, Wisata Gunung Bromo Ditutup Total

Foto | Senin, 14 September 2026 | 09:00 WIB

Bukan Jaga Malam, Pos Kamling di Kudus Malah Jadi Tempat Judi Dadu Digital

Bukan Jaga Malam, Pos Kamling di Kudus Malah Jadi Tempat Judi Dadu Digital

News | Senin, 14 September 2026 | 08:59 WIB

PTK Perkuat Bisnis Maritim, Jadi Penopang Rantai Logistik Energi

PTK Perkuat Bisnis Maritim, Jadi Penopang Rantai Logistik Energi

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 08:58 WIB

Penampakan SPBU Modular di CPI Makassar, Mulai Beroperasi Hari Ini

Penampakan SPBU Modular di CPI Makassar, Mulai Beroperasi Hari Ini

Sulsel | Senin, 14 September 2026 | 08:49 WIB

Adu Cepat di Kategori Baru 21K, 5.000 Pelari Bersaing di SiBakul Jogja Sport & Fest 2026

Adu Cepat di Kategori Baru 21K, 5.000 Pelari Bersaing di SiBakul Jogja Sport & Fest 2026

Sport | Senin, 14 September 2026 | 08:45 WIB

Minyak Dunia Menggila! Nyaris Tembus US$108 per Barel Usai Arab Saudi Diserang

Minyak Dunia Menggila! Nyaris Tembus US$108 per Barel Usai Arab Saudi Diserang

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 08:43 WIB

Touring Tanpa Pengawalan Bikers HOG Indomobil Buktikan Etika Berkendara di Jalan

Touring Tanpa Pengawalan Bikers HOG Indomobil Buktikan Etika Berkendara di Jalan

Otomotif | Senin, 14 September 2026 | 08:40 WIB

×