Benarkah Makan Buah Harus saat Perut Kosong? Ini Faktanya

Rima Sekarani Imamun Nissa | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Rabu, 25 Desember 2019 | 08:50 WIB
Benarkah Makan Buah Harus saat Perut Kosong? Ini Faktanya
orang makan buah-buahan. [Shutterstock]

Suara.com - Biasanya orang yang menjalani diet demi menurunkan berat badan akan lebih banyak makan buah-buahan. Selain itu, mereka juga mengatur waktu yang dianggap tepat untuk mengonsumsi buah-buahan.

Namun, ternyata sebenanya tidak ada waktu terbaik untuk makan buah-buah. Hal itu karena Anda bisa mendapat manfaat kesehatan dari buah-buahan sepanjang hari.

Sejauh ini, banyak orang mengira waktu terbaik mengonsumsi buah-buahan ketika sore hari dan dalam kondisi perut kosong. Faktanya, tidak ada bukti yang mendukung anggapan tersebut.

"Tidak ada waktu yang baik atau buruk untuk makan buah-buahan. Buah-buahan itu sehat dan bergizi sehingga baik dikonsumsi setiap waktu. Anda bisa mengonsumsinya saat perut kosong atau setelah makan," jelas dr Rupali Datta, konsultan ahli gizi, dikutip dari NDTV.

Sebelumnya, banyak ahli mengklaim bahwa orang harus mengonsumsi buah-buahan saat perut kosong. Menurut mereka, konsumsi buah setelah makan bisa memperlambat pencernaan dan menyebabkan buah berada di sistem pencernaan lebih alami.

Ada buah-buahan yang bisa membuat perut Anda kenyang lebih lama. (Shutterstock)
Ada buah-buahan yang bisa membuat perut Anda kenyang lebih lama. (Shutterstock)

Selain itu, makan buah saat perut kosong juga bisa menyebabkan gas dan ketidaknyamanan. Sementara itu, serat dalam makanan mungkin juga butuh waktu lama untuk keluar dari sistem pencernaan.

Faktanya, serat dalam buah membuat pencernaan lebih lama merasa kenyang. Jadi, cara ini mencegah Anda makan berlebihan atau konsumsi makanan lain setelahnya.

Di sisi lain, ada pula penelitian yang mengklaim seseorang tidak seharusnya makan buah-buahan saat perut kosong. Hal itu karena cara ini bisa meningkatkan produksi asam di lambung.

Ilustrasi makan buah-buahan. (Shuttetstock)

Selain itu, buah-buahan berserat seperti jambu biji dan jeruk di pagi hari bisa memperlambat sistem pencernaan. Pakar Ayuverda dr Dhanvantri Tyagi juga memercayai bahwa tidak ada waktu terbaik dan terburuk untuk makan tubuh.

"Namun, orang yang menderita keasaman parah harus menghindari buah jeruk dengan perut kosong," jelasnya.

Para ahli hanya menyarankan agar Anda selalu mengonsumsi satu buah utuh setiap harinya. Jika tidak, Anda bisa minum jus buah alami yang bukan kemasan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Unggah Foto Bersama Santa Claus, Penampilan Adele Curi Perhatian Warganet

Unggah Foto Bersama Santa Claus, Penampilan Adele Curi Perhatian Warganet

Lifestyle | Selasa, 24 Desember 2019 | 16:05 WIB

Rawan Gagal Diet, 6 Tips Mencegah Kalap Makan saat Pesta Natal

Rawan Gagal Diet, 6 Tips Mencegah Kalap Makan saat Pesta Natal

Lifestyle | Senin, 23 Desember 2019 | 19:35 WIB

Dikira Operasi Payudara karena Tambah Gemuk, Sunmi Bagikan Tips Diet Sehat

Dikira Operasi Payudara karena Tambah Gemuk, Sunmi Bagikan Tips Diet Sehat

Lifestyle | Minggu, 22 Desember 2019 | 13:07 WIB

Tak Cuma Dagingnya, Kulit Pisang Bisa Juga Bisa Dimakan

Tak Cuma Dagingnya, Kulit Pisang Bisa Juga Bisa Dimakan

Health | Kamis, 19 Desember 2019 | 18:10 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB