Rekomendasi Minuman Sehat ala Menkes Terawan: Kopi Temulawak dan Brotowali

Vania Rossa | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Jum'at, 27 Desember 2019 | 08:40 WIB
Rekomendasi Minuman Sehat ala Menkes Terawan: Kopi Temulawak dan Brotowali
Ilustrasi Brotowali. (Shutterstock)

Suara.com - Minuman kopi belakangan menjadi tren dan banyak diminati kaum muda atau milenial. Hal ini terbukti dengan semakin menjamurnya kedai-kedai kopi lokal masuk ke pusat perbelanjaan dan berbagai pusat kebugaran.

Melihat peluang itu, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto pun memiliki ide unik, yakni mencampur kopi dengan temulawak dan menjadikannya sebagai minuman sehat, alih-alih membeli minuman kopi yang banyak mengandung gula dan bisa menyebabkan diabetes.

"Jadi, ide-ide itu bisa jalan sesuaikan dengan kondisi milenial. Milenial itu suka tantangan, daripada dia ngopi susu gula yang tinggi kadarnya membuat obesitas, kenapa nggak kopi yang berkaitan dengan temulawak. Kopi temulawak sifatnya antiinflamasi, membuat dia lebih sehat," ujar Menkes Terawan saat ditemui di Badan Litbangkes, Jakarta Pusat, Kamis (26/12/2019).

Tidak hanya temulawak, brotowali yang terkenal pahit juga ampuh menurunkan diabetes. Jadi, brotowali juga jadi salah satu rekomendasi Menkes Terawan yang bisa dicampurkan ke dalam kopi.

"Kopi campur brotowali, nah, bisa membuat ancaman diabetesnya agak turun. Macam-macam sebenarnya, bisa apa saja dicampurkan," paparnya.

Menkes Terawan percaya jika sudah bisa dikembangkan, maka kopi dengan temulawak maupun dengan brotowali nantinya bisa diaplikasikan dalam bentuk sachet atau kemasan, seperti yang banyak ditemukan di toko maupun di warung kecil.

"Kopi jahe sudah dicampur, produk jamu sudah ada yang sachetan kopi jahe, buktinya yang senang banyak, saya juga suka," tuturnya.

Adapun cara promosinya, bisa menggunakan cara tantangan kepada milenial tentang level pahit yang ditawarkan. Misalnya saja level 1 sampai 10 dengan masing-masing level ditambahkan 1 sendok bubuk kopi pada temulawak.

"Saya bilang brotowali itu antidiabetes, di sini level pahitnya campurannya 1 sampai 10 sendok, milenial pun akan tertantang untuk minum brotowali," ungkap Menkes Terawan.

Apalagi kedai kopi nantinya didesain selayaknya tempat nongkrong anak muda disediakan wifi, colokan, meja, dan tempat duduk yang nyaman untuk berkumpul. Kandungan kopi yang diminum juga dipercaya tidak membuat mengantuk, lalu tetap semangat belajar maupun bekerja.

Enggan terlalu diambil pusing terkait penelitian, Menkes Terawan menyarankan untuk ujicoba jamu yang dijual keliling dan dicampur dengan kopi, maka akan baik-baik saja. Ia percaya keduanya tidak masalah karena sama-sama berbahan alami.

"Hari ini dicampur aja (kopi dan temulawak atau brotowali), ngeracunin nggak? Gitu saja, sudah beres. Tinggal beli dari jamu gendong, campurin kopi. Kalau aman, ya nggak ada masalah, dan saya kira aman, nggak akan muncul reaksi kimia, wong ini alami," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Akankah Orang Gemuk Kena Sanksi Seperti di Jepang? Ini Kata Menkes Terawan

Akankah Orang Gemuk Kena Sanksi Seperti di Jepang? Ini Kata Menkes Terawan

Health | Jum'at, 27 Desember 2019 | 05:05 WIB

Momen Tahun Baru 2020, Menkes Terawan Minta Masyarakat Lakukan Ini

Momen Tahun Baru 2020, Menkes Terawan Minta Masyarakat Lakukan Ini

Health | Kamis, 26 Desember 2019 | 18:22 WIB

Cita Rasa Kopi, Dulu Pahit Sekarang Favorit

Cita Rasa Kopi, Dulu Pahit Sekarang Favorit

Your Say | Kamis, 26 Desember 2019 | 17:49 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB