Unik, Kampus India Buka Kursus Dokter untuk Tangani Pasien Kerasukan Hantu

Dany Garjito | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Sabtu, 28 Desember 2019 | 20:14 WIB
Unik, Kampus India Buka Kursus Dokter untuk Tangani Pasien Kerasukan Hantu
Ilustrasi dokter - (Pixabay/rawpixel)

Suara.com - Salah satu universitas bergengsi di India menawarkan kursus untuk mengajarkan dokter dalam mengahadapi orang yang mengaku melihat atau kerasukan hantu.

Kursus tersebut berlangsung selama 6 bulan di Banaras Hindu University (BHU) di kota utara Varanasi yang akan dimulai pada Januari 2020.

Para pejabat kampus mengatakan kursus tersebut akan fokus mempelajari gangguan psikosomatik yang sering disangka paranormal sebagai bentuk kerasukan hantu.

Kursus akan berlangsung di fakultas Ayurveda yang akan mempelajari perihal sistem pengobatan dan penyembuhan Hindu kuno. Bahkan pihak kampus BHU juga mengatakan telah mendirikan unit Bhoot Vidya yang fokus pada studi hantu.

"Bhoot Vidya akan fokus pada gangguan psikosomatis, penyakit yang penyebabnya tidak jelas, penyakit pikiran atau kondisi psikis," kata Yamini Bhushan Tripathi, dekan fakultas Ayurveda dikutip dari BBC International.

ilustrasi dokter dan perawat [shutterstock]
ilustrasi dokter dan perawat [shutterstock]

Yamini Bhushan juga menambahkan bahwa BHU adalah universitas pertama di India yang menawarkan kursus tersebut. Kursus ini mengajarkan dokter tentang pengobatan Ayurvedic untuk mengobati penyakit yang berkaitan dengan hantu.

Terapi Ayurvedic umumnya meliputi obat-obatan herbal, perubahan pola makan, pijatan, pernapasan dan bentuk olahraga lainnya.

Menurut sebuah studi tahun 2016 oleh Institut Nasional Kesehatan Mental dan Nauroscience (Nimhans), hampir 14 persen orang India sakit mental. Pada 2017, WHO pun memperkirakan bahwa 20 persen orang India mungkin menderita depresi pada satu momen di hidupnya.

Tetapi, masih banyak orang yang belum menyadari tentang masalah tersebut. Di sisi lain, stigma sosial yang meluas membuat hanya sedikit orang yang mencari bantuan atau perawatan profesional kesehatan mental di India.

Apalagi masyarakat di daerah pedesaan dan status ekonomi rendah. Mereka lebih memilih mengunjungi dukun atau paranormal dengan harapan cara itu bisa membantu menyembuhkan penyakit mental mereka.

Kursus Bhoot Vidya yang menangani orang yang merasa sering melihat atau kerasukan hantu ini pun mulai dipertanyakan di media sosial. Beberapa orang menunjukkan bahwa pengobatan dan rehabilitasi adalah metode yang lebih tepat untuk menangani masalah kesehatan mental.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Universitas Terkemuka India Ajarkan Ilmu Hantu ke Dokter

Universitas Terkemuka India Ajarkan Ilmu Hantu ke Dokter

Tekno | Jum'at, 27 Desember 2019 | 08:45 WIB

Daging Lokal Mahal, Pemerintah Impor 60 Ribu Ton Daging Kerbau India

Daging Lokal Mahal, Pemerintah Impor 60 Ribu Ton Daging Kerbau India

Bisnis | Kamis, 26 Desember 2019 | 15:56 WIB

Produk Baru 2020: Suzuki Siapkan Model Baru, Apakah XL 7?

Produk Baru 2020: Suzuki Siapkan Model Baru, Apakah XL 7?

Otomotif | Sabtu, 21 Desember 2019 | 11:00 WIB

Terkini

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:15 WIB

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:13 WIB

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Health | Rabu, 08 April 2026 | 19:55 WIB

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Health | Rabu, 08 April 2026 | 14:11 WIB

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Health | Rabu, 08 April 2026 | 11:58 WIB

Solusi Membasmi Polusi Kekinian  ala Panasonic

Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic

Health | Selasa, 07 April 2026 | 19:00 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Health | Selasa, 07 April 2026 | 11:00 WIB

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Health | Senin, 06 April 2026 | 17:43 WIB

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB