Curah Hujan Meningkat di 2020, Kemenkes Waspadai Penyakit Menular

M. Reza Sulaiman, Dini Afrianti Efendi

Jum'at, 03 Januari 2020 | 18:18 WIB
Curah Hujan Meningkat di 2020, Kemenkes Waspadai Penyakit Menular
Ilustrasi curah hujan meningkat. (Shutterstock)

Suara.com - Curah Hujan Meningkat di 2020, Kemenkes Waspadai Penyakit Menular

Banjir mengawali 2020, yang artinya potensi penyakit seperti flu, diare, malaria, DBD hingga leptospirosis atau kencing tikus akan semakin tinggi. Apalagi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi curah hujan di 2020 lebih tinggi dari 2019.

Hal ini membuat Kementerian Kesehatan RI memprediksi penyakit akibat hujan dan banjir akan tinggi di 2020.

"BMKG menyebutkan curah hujan di 2020 lebih tinggi dari 2019. Kalau ini yang terjadi akan ada implikasi pada penyakit yang diakibatkan dengan curah hujan, dari DBD, leptospirosis, malaria, di samping diare dan pneumonia, termasuk keracunan makanan karena makanan tidak cukup bersih," ujar Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI, Dr. Anung Sugihantono, M.Kes di Kemenkes RI, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (3/1/2020).

Anung melanjutkan, dirinya bersyukur upaya penanggulangan yang dilakukan dinas kesehatan daerah semakin maksimal. Ini terlihat dengan jumlah jumlah pelaporan yang meningkat, yang artinya penyakit yang bisa diobati semakin banyak, dibanding banyak masyarakat yang meninggal karena tidak diketahui penyebabnya.

"Meskipun jumlahnya meningkat tapi kalau laporannya baik. Sekarang angka kepatuhan pelaporan aja itu meningkat dari 60 persen menjadi 80 persen itu saja sudah kelihatan meningkat. Puskesmas sudah lapor dan sebagainya, itu nanti akan kelihatan angka kesakitan dan kematian," tutur Anung.

Penyakit leptospirosis jadi sorotan Kemenkes di antara semua penyakit saat banjir dan musim hujan, karena menurut Anung diagnosis penyakit ini sangat sulit, tapi jika terlambat diagnosis juga bisa menyebabkan kematian.

Ilustrasi tikus. [Pixabay]
Ilustrasi tikus penyebab leptospirosis. [Pixabay]

"Banjir kemarin, sudah membuat edaran khususnya untuk leptospirosis yang angka peningkatan cukup bermakna, hanya karena diagnosanya tidak kuat pada tahap awal. Sebenarnya obatnya sederhana tapi kalau diagnosanya terlambat akan menimbulkan kematian," paparnya.

Tidak hanya itu, Anung juga mendapat informasi jika musim kemarau di 2020 mendatang diprediksi sangat kering, dan lagi-lagi pencernaan akan bermasalah. Sehingga nantinya Kemenkes akan buat imbauan dan pencegahan perihal kemarau.

baca juga

"Berikutnya yang saya prediksikan mudah mudahan tidak ada akselerasi yang sesungguhnya tentang cakupan imunisasi hampir semua," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waspada Penyakit ISPA saat Banjir, Simak 4 Jenis Pengobatan Rumahan Ini

Waspada Penyakit ISPA saat Banjir, Simak 4 Jenis Pengobatan Rumahan Ini

Health | Jum'at, 03 Januari 2020 | 13:31 WIB

BPPT Akan Rekayasa Kurangi Curah Hujan di Jabodetabek

BPPT Akan Rekayasa Kurangi Curah Hujan di Jabodetabek

News | Kamis, 02 Januari 2020 | 13:24 WIB

Anak Rentan Hipotermia saat Banjir, Ketahui Bahaya dan Cara Pencegahannya

Anak Rentan Hipotermia saat Banjir, Ketahui Bahaya dan Cara Pencegahannya

Health | Kamis, 02 Januari 2020 | 09:47 WIB

Terkini

Olahraga Sambil Berburu Tiket Online Week 2026

Olahraga Sambil Berburu Tiket Online Week 2026

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

37.000 Pelari JRF 2026 Dapat Perlindungan Asuransi dari Generali Indonesia

37.000 Pelari JRF 2026 Dapat Perlindungan Asuransi dari Generali Indonesia

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

Dari Lokal ke Global, Kemenekraf Luncurkan Creative by Indonesia

Dari Lokal ke Global, Kemenekraf Luncurkan Creative by Indonesia

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

Usai KMP Batu Mandi Terbakar, BKI Telaah Aspek Teknis Kapal

Usai KMP Batu Mandi Terbakar, BKI Telaah Aspek Teknis Kapal

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

Karhutla di Way Kambas Sulit Dipadamkan, Lahan Gambut dan Jarak Sumber Air Jadi Kendala

Karhutla di Way Kambas Sulit Dipadamkan, Lahan Gambut dan Jarak Sumber Air Jadi Kendala

Lampung | Minggu, 25 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Jusuf Kalla Ajak Dunia Utamakan Solidaritas Kemanusiaan Hadapi Bencana dan Perang

Jusuf Kalla Ajak Dunia Utamakan Solidaritas Kemanusiaan Hadapi Bencana dan Perang

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Palembang Diguyur Hujan Usai Kemarau Panjang, BMKG Ungkap Peran OMC dan Dinamika Atmosfer

Palembang Diguyur Hujan Usai Kemarau Panjang, BMKG Ungkap Peran OMC dan Dinamika Atmosfer

Sumsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:55 WIB

OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka

OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:35 WIB

Napi Tewas di Lapas Muaradua, 4 Tersangka Ditetapkan, Petugas Jaga Ikut Diperiksa

Napi Tewas di Lapas Muaradua, 4 Tersangka Ditetapkan, Petugas Jaga Ikut Diperiksa

Sumsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Liga Catur Nasional Segera Digulirkan, Percasi Bidik April 2027

Liga Catur Nasional Segera Digulirkan, Percasi Bidik April 2027

Sport | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:05 WIB

×