alexametrics

Akibat Makan Panas Terlalu Cepat, Wanita Ini Alami Batuk Berdarah

Rima Sekarani Imamun Nissa | Shevinna Putti Anggraeni
Akibat Makan Panas Terlalu Cepat, Wanita Ini Alami Batuk Berdarah
Ilustrasi makanan dalam keadaan panas. (Shutterstock)

Seorang wanita mengalami batuk berdarah setelah mengonsumsi makanan panas terlalu cepat.

Suara.com - Hotpot atau steamboat menjadi makanan favorit banyak orang di kala musim dingin dan hujan. Makanan ini bisa menghangatkan tubuh tetapi juga membahayakan jika dikonsumsi dalam kondisi sangat panas.

Seorang wanita asal China yang bernama Zhang dilaporkan menikmati makanan panas seperti steamboat bersama teman-temannya akhir Desember 2019 lalu.

Setelah ia mengonsumsi makanan panasnya, ia langsung mengalami ketidaknyamanan dan rasa sakit di tenggorokan dan dada. Ia merasa ada sesuatu yang menyangkut di tenggorokan sehingga membuatnya sulit menelan.

Mulanya dilansir dari worldofbuzz.com, Zhang berpikir bahwa ketidaknyamanan itu karena ia tak sengaja menelan potongan tulang atau membakar kerak makanan yang melukai tenggorokannya.

Baca Juga: Ketahui 4 Jenis Obat Bius dan Efeknya saat Dicampur Minuman

Esok harinya, Zhang terbangun dengan rasa sakit di tenggorokan dan terasa menyakitkan saat menelan air liurnya. Seiring berjalannya waktu, Zhang sampai mengalami batuk berdarah.

Ilustrasi batuk. (Shutterstock)
Ilustrasi batuk. (Shutterstock)

Dokter dari departemen gastroenterologi lantas memeriksa kondisi perutnya. Setelah diperiksa, ternyata Zhang memiliki ulserasi 22 cm di kerongkongannya.

Zhang kemudian didiagnosis dengan tukak esofagus, gastritis non-atrofi kronis serta refluks empedu. Akibatnya, Zhang mesti menjalani perawatan rumah sakit untuk pengobatan dan pemulihannya.

Akibat kejadian ini, dokter memperingatkan agar wanita itu tidak mengonsumsi makanan sangat panas dan terlalu cepat. Hal tersebut bisa menyebabkan kerusakan pada kerongkongan, perut, dan sistem pencernaan.

Ilustrasi makanan hot pot [shutterstock]
Ilustrasi makanan hot pot [shutterstock]

Jika pola makan ini dipraktikkan dalam jangka panjang, kebiasaan ini bisa saja menyebabkan kanker esofagus.

Baca Juga: Kasus Reynhard Sinaga, Begini Cara Deteksi Minuman yang Dicampur Obat Bius

Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC) bahkan pernah melakukan penelitian yang menunjukkan konsumsi minuman di atas suhu 65 derajat celcius akan menghasilkan peningkatan risiko terkena kanker esofagus.

Komentar