Produsen Obat Lokal Keluhkan Ongkos Riset Mahal, Ini Kata Menristek

Silfa Humairah Utami | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Rabu, 08 Januari 2020 | 18:25 WIB
Produsen Obat Lokal Keluhkan Ongkos Riset Mahal, Ini Kata Menristek
Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) sekaligus Kepala Badan Riset dan Inovasi (BRIN) Prof. Bambang P.S. Brodjonegoro (Kanan). (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)

Suara.com - Produsen Obat Lokal Keluhkan Ongkos Riset Mahal, Ini Kata Menristek

Pemerintah memang saat ini tengah gencar menggenjot produksi dan bahan baku dalam negeri untuk memangkas biaya kesehatan negara yang semakin membengkak. Termasuk hilirisasi obat modern dalam negeri.

Diakui memang produsen obat banyak yang mengeluhkan ongkos produksi yang terbilang mahal, apalagi pemasaran dan peminatnya yang sangat sulit.

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) sekaligus Kepala Badan Riset dan Inovasi (BRIN) Prof. Bambang P.S. Brodjonegoro mengatakan produsen ini nantinya akan mendapat pengurangan pajak, sebagai bentuk support dan apresiasi dari pemerintah.

"Justru yang ingin kita reward mereka yang secara konsisten terus melakukan dengan adanya taxation. Meskipun ada yang dikatakan investasi risetnya mahal, toh nanti itu jadi pengurang pajak. Jadi itu kita anggap seperti pemerintah mendukung, sehingga tidak usah ada kekhawatiran," ujar Prof. Bambang saat melakukan kunjungan kerja ke Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences (DBLS) Dexa Group di Jababeka, Cikarang, Jawa Barat, Rabu, (8/1/2020).

Prof. Bambang yang juga berdiskusi dengan Executive Director DBLS Dr. Raymond Tjandrawinata sempat memberikan arahan untuk produsen obat modern asli Indonesia, agar tidak merugi dan cepat berkembang dalam membuat obat yang dibutuhkan banyak orang, dengan melihat penyakit yang paling banyak di Indonesia.

"Tadi misalnya saya waktu diskusi mereka, fokus dulu pada penyakit apa yang paling banyak di Indonesia, berarti kebutuhannya paling tinggi, dari situ kemudian dilakukan penelitian mana yang potensi," ungkap Prof. Bambang.

Langkah itu juga tengah menjadi fokus Indonesia, sehingga pemerintah tidak memaksa produsen obat untuk bisa memproduksi semua obat, semuanya dilakukan secara bertahap. Apalagi penyakit-penyakit penyebab kematian tertinggi di Indonesia.

"Yang paling besar penyebab kematian, kita fokus ke situ dulu, diabetes misalnya," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menristek Sebut Masalah Kebencanaan Jadi Fokus Riset di Indonesia Saat Ini

Menristek Sebut Masalah Kebencanaan Jadi Fokus Riset di Indonesia Saat Ini

Jogja | Selasa, 07 Januari 2020 | 20:50 WIB

Cegah Hujan Intensitas Tinggi, BPPT Mulai Jalankan Operasi TMC

Cegah Hujan Intensitas Tinggi, BPPT Mulai Jalankan Operasi TMC

Tekno | Minggu, 05 Januari 2020 | 13:35 WIB

Asyik, Indonesia Kini Punya Pusat Produksi Sel Punca Nasional Lho!

Asyik, Indonesia Kini Punya Pusat Produksi Sel Punca Nasional Lho!

Health | Rabu, 18 Desember 2019 | 13:38 WIB

Terkini

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:59 WIB

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:56 WIB

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:05 WIB

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:46 WIB