Remaja 15 Tahun Jadi Korban Meninggal Termuda, Karena Rokok Elektrik?

M. Reza Sulaiman, Risna Halidi

Senin, 13 Januari 2020 | 19:57 WIB
Remaja 15 Tahun Jadi Korban Meninggal Termuda, Karena Rokok Elektrik?
Ratusan orang mengalami gangguan pernapasan dan sesak napas, diduga karena penggunaan produk rokok elektrik alias vape. (Dok. Suara.com)

Suara.com - Remaja 15 Tahun Jadi Korban Meninggal Termuda, Karena Rokok Elektrik?

Seorang remaja berusia 15 tahun asal Texas, Amerika Serikat, menjadi korban meninggal dunia termuda dari wabah penyakit misterius terkait penggunaan rokok elektrik.

Hal tersebut diungkapkan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat atau CDC. Wabah penyakit misterius akibat rokok elektrik terjadi sejak tahun lalu, dengan jumlah pasien diduga mencapai ribuan orang dan mengalami cedera paru-paru sedang hingga kronis.

Dilansir Time, pejabat kesehatan Dallas Health and Human Services melaporkan adanya kasus kematian remaja 'dengan kondisi medis yang kronis'. Remaja tersebut diketahui tinggal di Dallas County dan meninggal di penghujung tahun 2019 lalu.

Insiden tersebut merupakan kasus kematian pertama di Dallas County akibat Evali. Evali sendiri merupakan singkatan dari 'E-cigarette or Vaping Product use Associated Lung Injury' atau cedera paru terkait penggunaan rokok elektrik dan vape.

"Kami melaporkan kematian seorang remaja karena Evali sangat tragis. Kami melihat bahwa kerusakan paru-paru yang parah, dan bahkan kematian, dapat terjadi hanya dengan penggunaan jangka pendek produk ini," kata direktur agensi, Dr. Philip Huang.

Ratusan orang mengalami gangguan pernapasan dan sesak napas, diduga karena penggunaan produk rokok elektrik alias vape. (Dok. Suara.com)
Ratusan orang mengalami gangguan pernapasan dan sesak napas, diduga karena penggunaan produk rokok elektrik alias vape. (Dok. Suara.com)

CDC mengatakan data menunjukkan bahwa wabah Evali dimulai Juni 2019 lalu. Pada 7 Januari 2020, CDC telah menerima laporan lebih dari 2.600 kasus Evali yang dirawat di rumah sakit di 50 negara bagian seperti DC, Puerto Riko dan Kepulauan Virgin AS.

Sampai saat ini, sudah ada 57 kasus kematian terkonfirmasi di 27 negara bagian dengan usia korban berkisar antara 15 hingga 75 tahun.

Bulan lalu, CDC mengumumkan bahwa vitamin E asetat adalah alasan besar penyebab wabah penyakit paru-paru terkait rokok elektrik di negara Amerika Serikat. Meski masih ada kasus kematian, namun otoritas kesehatan di sana mengindikasikan wabah akan segera berakhir.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Curhatan Sedih Gadis 19 Tahun yang Paru-parunya Rusak karena Vape

Curhatan Sedih Gadis 19 Tahun yang Paru-parunya Rusak karena Vape

Health | Jum'at, 10 Januari 2020 | 14:44 WIB

Mengganti Rokok dengan Vape Dianggap Lebih Aman? Ini Faktanya!

Mengganti Rokok dengan Vape Dianggap Lebih Aman? Ini Faktanya!

Your Say | Jum'at, 27 Desember 2019 | 17:52 WIB

Klinik Pintar IDI untuk Pasien JKN, Tanda Paru-paru Bermasalah

Klinik Pintar IDI untuk Pasien JKN, Tanda Paru-paru Bermasalah

Health | Rabu, 18 Desember 2019 | 20:53 WIB

Terkini

Langkah Kecil Gen Z Mengubah Limbah Jadi Nilai Tambah

Langkah Kecil Gen Z Mengubah Limbah Jadi Nilai Tambah

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 16:45 WIB

Kisah Dewi Natalia, Mantri BRI yang Dampingi 380 Debitur hingga Lepas dari Rentenir

Kisah Dewi Natalia, Mantri BRI yang Dampingi 380 Debitur hingga Lepas dari Rentenir

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 16:44 WIB

5 Mahasiswa Pelaku Aborsi Ditangkap di Kendari

5 Mahasiswa Pelaku Aborsi Ditangkap di Kendari

Sulsel | Senin, 14 September 2026 | 16:44 WIB

Reshuffle Kemenkeu: Adu Koleksi Kendaraan Purbaya vs Suahasil, Mana yang Lebih Humble?

Reshuffle Kemenkeu: Adu Koleksi Kendaraan Purbaya vs Suahasil, Mana yang Lebih Humble?

Otomotif | Senin, 14 September 2026 | 16:42 WIB

14 Tahun Jadi Mantri BRI, Dewi Natalia Bantu Warga Lampung Selatan Lepas dari Rentenir

14 Tahun Jadi Mantri BRI, Dewi Natalia Bantu Warga Lampung Selatan Lepas dari Rentenir

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 16:42 WIB

Teken SKB Ruang Bersama Indonesia, Mendagri Dorong Pemberdayaan Perempuan dan Anak di Daerah

Teken SKB Ruang Bersama Indonesia, Mendagri Dorong Pemberdayaan Perempuan dan Anak di Daerah

News | Senin, 14 September 2026 | 16:41 WIB

Tangani Kebakaran TPAS Galuga 24 Jam, Bupati Bogor Kerahkan Tim Patroli Jalan Kaki hingga Alat Berat

Tangani Kebakaran TPAS Galuga 24 Jam, Bupati Bogor Kerahkan Tim Patroli Jalan Kaki hingga Alat Berat

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 16:40 WIB

Suahasil Buka Suara soal Perombakan 350 Pejabat Eselon III Era Purbaya

Suahasil Buka Suara soal Perombakan 350 Pejabat Eselon III Era Purbaya

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 16:40 WIB

Suahasil Nazara Resmi Dilantik Jadi Menkeu Gantikan Purbaya

Suahasil Nazara Resmi Dilantik Jadi Menkeu Gantikan Purbaya

Video | Senin, 14 September 2026 | 16:35 WIB

Pagi Ditelepon Istana Sore Dilantik, Suahasil Nazara Ceritakan Kilatnya Proses Jadi Menkeu

Pagi Ditelepon Istana Sore Dilantik, Suahasil Nazara Ceritakan Kilatnya Proses Jadi Menkeu

News | Senin, 14 September 2026 | 16:35 WIB

×