TKW Nekat Campur Air Seni ke Minuman Majikan, Padahal Begini Bahayanya

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Rabu, 15 Januari 2020 | 13:03 WIB
TKW Nekat Campur Air Seni ke Minuman Majikan, Padahal Begini Bahayanya
Ilustrasi urine (Pixabay/Frolecsomepl)

Suara.com - Diana, perempuan 30 tahun asal Indonesia yang bekerja sebagai asisten rumah tangga di Singapura divonis penjara 6 bulan 7 minggu oleh pengadilan setempat. Ia terbukti bersalah telah mencampurkan air seni, air liur dan darah menstruasi ke dalam makanan serta minuman keluarga majikannya.

Selain itu, Diana juga mencampurkan cairan tubuhnya ke dalam nasi yang dimasak oleh keluarganya pada Agustus tahun lalu.

"Terdakwa percaya dengan melakukan ini, keluarga akan menyetujui apa pun yang dilakukan terdakwa dan tidak akan memarahinya," kata Wakil Jaksa Penuntut Umum Angela Ang dikutip dari The New Paper.

Perbuatan Diana mencampurkan air seni ke dalam makanan dan minuman majikannya tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga bisa berdampak pada kesehatan.

Ilustrasi wanita dan urine / air kencing [shutterstock]
Ilustrasi wanita dan urine / air kencing [shutterstock]

Dilansir dari BBC, buang air kecil adalah salah satu cara tubuh menghilangkan zat beracun. Menurut dr. Zubair Ahmed, belum ada bukti medis bahwa minum urine bisa memberikan manfaat kesehatan.

Di sisi lain, minum sedikit urine atau air seni juga tidak akan berbahaya bagi kesehatan. Meski begitu, tak seharusnya Anda minum air seni.

Sementara itu, dr. Andrew Thronber memeringatkan minum air seni atau urine sama halnya memasukkan kembali limbah yang dikeluarkan oleh sistem pencernaan ke dalam tubuh.

"Buang air kecil itu agar ginjal bisa menyaring darah dan menghilangkan kelebihan cairan, garam dan mineral. Urine pada orang sehat biasanya terdiri sekitar 95 persen air, tetapi 5 persen lainnya adalah produk limbah yang dikeluarkan oleh tubuh," jelasnya.

Produk limbah yang dikeluarkan tubuh dalam bentuk urine ini termasuk potasium dan nitrogen. Jika zat-zat tersebut terlalu banyak di dalam tubuh bisa menyebabkan masalah.

Dr.Thornber juga menambahkan minum urine sangat keras untuk usus dan bisa menyebabkan masalah ginjal.

"Ketika Anda minum air seni, ini akan lebih terkonsentrasi serta menyebabkan masalah usus. Ginjal juga harus bekerja keras untuk menyaring semua kelebihannya lagi," ujarnya.

Karena itulah, Anda tidak boleh mengonsumsi atau meminum kembali air seni karena cairan ini tidak bisa memberi manfaat kesehatan apapun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sensasi Terbakar dan Urine Jadi Lebih Hangat? Awas Idap Disuria!

Sensasi Terbakar dan Urine Jadi Lebih Hangat? Awas Idap Disuria!

Health | Senin, 23 Desember 2019 | 16:46 WIB

Heboh Menolak Dirazia di Kelab Malam, Ini Hasil Tes Urine Messya Iskandar

Heboh Menolak Dirazia di Kelab Malam, Ini Hasil Tes Urine Messya Iskandar

Jatim | Senin, 02 Desember 2019 | 15:42 WIB

Gawat Darurat, Dokter Selamatkan Nyawa Kakek dengan Mengisap Urine-nya!

Gawat Darurat, Dokter Selamatkan Nyawa Kakek dengan Mengisap Urine-nya!

Health | Kamis, 21 November 2019 | 20:49 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB