Kompak, Dokter-dokter Tak Setuju Rokok Elektrik Beredar di Indonesia

M. Reza Sulaiman

Rabu, 15 Januari 2020 | 18:22 WIB
Kompak, Dokter-dokter Tak Setuju Rokok Elektrik Beredar di Indonesia
Dokter-dokter menolak peredaran rokok elektrik di Indonesia. (Suara.com/Reza Sulaiman)

Suara.com - Kompak, Dokter-dokter Tak Setuju Rokok Elektrik Beredar di Indonesia

Sikap tegas datang dari beragam organisasi profesi dokter di Indonesia. Secara tegas, dokter-dokter ini menolak peredaran rokok elektrik dan vape di Indonesia.

Brigjen (Purn) dr Alexander K. Ginting, SpP, FCCP, Staf Khusus Menteri Kesehatan Bidang Pembangunan dan Pembiayaan Kesehatan mengatakan meningkatknya jumlah perokok pemula di Indonesia sudah dalam tahap mengkhawatirkan. Salah satu pemicunya adalah penggunaan rokok elektrik yang masif di kalangan anak muda.

"Kita lihat angkanya diharapkan turun jadi 5,4 persen, malah naik jadi 10,7 persen di tahun 2019. Padahal mau rokok elektrik, rokok biasa yang dibakar, atau tembakau dipanaskan, sama-sama berbahaya dan mengganggu paru-paru," tutur dr Alexander, dalam temu media di Kementerian Kesehatan, Rabu (15/1/2020).

Di kesempatan yang sama, dr Cut Putri Arianie, MHKes, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Kemenkes RI, mengatakan dari sisi kesehatan, tidak ada manfaat dengan beredarnya rokok elektrik di Indonesia. Kemenkes pun aktif memberikan advokasi kepada pihak-pihak terkait dari sisi pemerintah.

"Kita selalu memberikan rekomendasi. Kenaikan cukai rokok tembakau kemarin juga rekomendasi Kemenkes, penerapan kawasan tanpa rokok juga rekomendasi dari Kemenkes. Tapi kan kemenkes tidak bisa bersuara sendirian, harus disanding dengan aspek ekonomi oleh mereka (lembaga dan Kementerian lainnya)," ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh dr Agus Dwi Susanto, SpP, dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. Rokok elektrik menurutnya digemborkan sebagai alat bantu untuk bisa berhenti merokok tembakau. Padahal dari sisi modalitas, rokok elektrik tidak bisa dikategorikan sebagai alat bantu berhenti merokok.

"Karena pertama, sama-sama ada nikotinnya. Pada rokok elektrik yang tidak ada nikotin, masih ada zat-zat karsinogenik dan bahan toksik dan iritatif, yang bisa menyebabkan kanker hingga peradangan. Karena itu dengan tegas, kami menolak peredaran rokok elektrik," urai dr Agus.

baca juga

Sementara itu, dr Catharine Mayung Sambo, SpA(K) dari Ikatan Dokter Anak Indonesia menyebut rokok elektrik merupakan pintu gerbang menuju kebiasaan merokok lainnya.

"Semakin dini terpajan rokok elektrik, semakin dini pula potensi menjadi perokok konvensional. Risiko kerusakan dan hambatan tumbuh kembang pun makin tinggi. Maka dari itu, rokok elektrik sebaiknya dilarang," paparnya lagi.

Pun dengan organ lainnya seperti jantung. dr Vito Damay, SpJP dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular mengatakan rokok elektrik juga bisa membahayakan jantung.

"Perubahan struktur jantung, kerusakan pembuluh darah yang meningkatkan risiko serangan jantung dan sederet efek lain," kata dr Vito.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Remaja 15 Tahun Jadi Korban Meninggal Termuda, Karena Rokok Elektrik?

Remaja 15 Tahun Jadi Korban Meninggal Termuda, Karena Rokok Elektrik?

Health | Senin, 13 Januari 2020 | 19:57 WIB

Paru-paru Gadis 19 Tahun Rusak karena Vape, Penyakit Lyme Justin Bieber

Paru-paru Gadis 19 Tahun Rusak karena Vape, Penyakit Lyme Justin Bieber

Health | Jum'at, 10 Januari 2020 | 20:10 WIB

Mengganti Rokok dengan Vape Dianggap Lebih Aman? Ini Faktanya!

Mengganti Rokok dengan Vape Dianggap Lebih Aman? Ini Faktanya!

Your Say | Jum'at, 27 Desember 2019 | 17:52 WIB

Terkini

Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital

Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 23:06 WIB

Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP

Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:54 WIB

Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia

Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:40 WIB

Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya

Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya

Sport | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:32 WIB

Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?

Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:24 WIB

Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU

Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU

Bola | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:10 WIB

Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi

Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:48 WIB

Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam

Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:42 WIB

Demi Selamatkan Hukum, Mahfud MD dan Busyro Muqoddas Diusulkan Masuk Kabinet Prabowo

Demi Selamatkan Hukum, Mahfud MD dan Busyro Muqoddas Diusulkan Masuk Kabinet Prabowo

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:36 WIB

Aisyah Aqilah 'Siksa' Emosi demi Sajen Satu Suro: Lebih Melelahkan dari Teror Horor

Aisyah Aqilah 'Siksa' Emosi demi Sajen Satu Suro: Lebih Melelahkan dari Teror Horor

Entertainment | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:31 WIB

×