Temuan Kerangka di Bandung, Berapa Lama Proses Pembusukan Terjadi?

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana, Rosiana Chozanah

Sabtu, 18 Januari 2020 | 15:15 WIB
Temuan Kerangka di Bandung, Berapa Lama Proses Pembusukan Terjadi?
Ilustrasi mayat (Foto: shutterstocks)

Suara.com - Beberapa waktu terakhir publik dihebohkan dengan penemuan kerangka manusia di sebuah rumah kosong di Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung.

Menurut Kapolsek Margahayu Kompol Agus Wahidi, kerangka tersebut diduga sudah ada di rumah itu selama beberapa bulan sebelum ditemukan, yaitu empat bulan lalu.

"Kemungkinan lebih dari empat bulan lalu," kata Kompol Agus, dikutip Ayobandung.com, jaringan Suara.com, Kamis (16/1/2020).

Namun, dugaan ini hanya berdasarkan simpulan sementara, bukan dari hasil autopsi, mengingat kondisi jaringan daging telah hilang.

Kata Agus, jika korban meninggal di bawah empat bulan, umumnya tulang masih basah oleh sisa jaringan yang membusuk.

Penemuan ini pun menimbulkan banyak pertanyaan, bagaimana bisa mayat berubah menjadi tulang hanya dalam beberapa bulan saja?

Sebenarnya, dekomposisi atau pembusukan memiliki lima tahapan, yaitu autolisis, putrefaksi, putrefaksi hitam, fermentasi, dan pembusukan kering.

Polisi melakukan identifikasi terhadap kerangka yang diduga tulang manusia pada sebuah rumah di Jalan Sukamenak Indah, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung, Selasa (14/1/2020). [Antara/HO-Polsek Margahayu]
Polisi melakukan identifikasi terhadap kerangka yang diduga tulang manusia pada sebuah rumah di Jalan Sukamenak Indah, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung, Selasa (14/1/2020). [Antara/HO-Polsek Margahayu]

Dilansir Bustle, tingkat dekomposisi setiap mayat dapat bervariasi dan dipengaruhi kondisi lingkungan.

"Iklim yang panas dan kering dapat mendekomposisi tubuh menjadi kulit dan tulang yang rapuh dalam dua minggu, sedangkan di lingkungan yang dingin dan basah dekomposisi dapat memakan waktu berbulan-bulan," kata Melissa Unfred, penjaga rumah jenazah dari Texas.

baca juga

Faktor lainnya untuk membuat pembusukan berlangsung cepat, menurut Melissa, adalah adanya organisme lain di lingkungan mayat tersebut.

Hal ini juga dijelaskan dalam Crimescenecleanup.com. Lingkungan tempat mayat dibiarkan membusuk sangat memengaruhi berapa lama proses penguraian jaringan tubuh.

Dijelaskan, pertumbuhan bakteri akan jauh lebih lambat pada suhu dingin. Sebaliknya, di lingkungan yang hangat prosesnya dapat dipercepat. Sebab, panas membantu dalam memecah bahan organik.

Jadi, sebenarnya tidak ada kerangka waktu yang pasti dalam tahap dekomposisi hingga skeletonisasi (proses menjadi kerangka). Ini juga tergantung pada lingkungan tempat tubuh mayat berada. Udara, air, dan berbagai kondisi lainnya memainkan peran, lapor Aftermath.com.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fabiano Beltrame Janji Main Maksimal Lawan Selangor FA

Fabiano Beltrame Janji Main Maksimal Lawan Selangor FA

Bola | Sabtu, 18 Januari 2020 | 11:29 WIB

Klaim Kuasai Modal Bank Dunia, Sunda Empire Kirim Surat ke Donald Trump

Klaim Kuasai Modal Bank Dunia, Sunda Empire Kirim Surat ke Donald Trump

Jabar | Jum'at, 17 Januari 2020 | 20:05 WIB

9 Fakta Mengejutkan Kelompok Sunda Empire yang Klaim Kuasai Dunia

9 Fakta Mengejutkan Kelompok Sunda Empire yang Klaim Kuasai Dunia

Jabar | Jum'at, 17 Januari 2020 | 17:30 WIB

Sunda Empire Menyamar saat Mau Muncul di Hadapan Publik

Sunda Empire Menyamar saat Mau Muncul di Hadapan Publik

Jabar | Jum'at, 17 Januari 2020 | 17:21 WIB

Terkini

Mengapa Keadilan Gender Sering Kali Kandas di Dapur Rumah Tangga

Mengapa Keadilan Gender Sering Kali Kandas di Dapur Rumah Tangga

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:00 WIB

Pisau Bermata Dua Homeless Media: Cepat Berbagi Rentan Tersandera Algoritma

Pisau Bermata Dua Homeless Media: Cepat Berbagi Rentan Tersandera Algoritma

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 11:50 WIB

Indonesia vs Thailand: Laga Final Dua Rival Klasik di Kawasan ASEAN

Indonesia vs Thailand: Laga Final Dua Rival Klasik di Kawasan ASEAN

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 11:40 WIB

Rumah Terlalu Lembap Bisa Ganggu Kesehatan, Ini Cara Mengatasinya

Rumah Terlalu Lembap Bisa Ganggu Kesehatan, Ini Cara Mengatasinya

Health | Minggu, 04 Oktober 2026 | 11:37 WIB

Harga Cabai Kompak Meroket, Ada yang Tembus  Rp100 Ribu per Kilogram

Harga Cabai Kompak Meroket, Ada yang Tembus Rp100 Ribu per Kilogram

Bisnis | Minggu, 04 Oktober 2026 | 11:35 WIB

3 Rekomendasi Sepatu Lokal Sol Empuk Aman untuk Hujan-hujanan, Anti Licin

3 Rekomendasi Sepatu Lokal Sol Empuk Aman untuk Hujan-hujanan, Anti Licin

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 11:27 WIB

Bupati Afni Nangis Sesenggukan Lihat Kondisi Rakyatnya di Daerah Terluar Siak

Bupati Afni Nangis Sesenggukan Lihat Kondisi Rakyatnya di Daerah Terluar Siak

Riau | Minggu, 04 Oktober 2026 | 11:25 WIB

Tinted Sunscreen untuk Apa? Ini Manfaat dan Cara Memilih Produk yang Tepat

Tinted Sunscreen untuk Apa? Ini Manfaat dan Cara Memilih Produk yang Tepat

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 11:24 WIB

Menakar Nasib Gibran di Akhir Sidang Usai Ahli Relawan Diusir Hakim

Menakar Nasib Gibran di Akhir Sidang Usai Ahli Relawan Diusir Hakim

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 11:07 WIB

Membongkar Teka-Teki Sejarah dalam Madiun 1948: PKI Bergerak

Membongkar Teka-Teki Sejarah dalam Madiun 1948: PKI Bergerak

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 11:00 WIB

×